Naruto Blood Prison

Naruto Blood Prison
Jiwa Yang Terkurung part 4


__ADS_3

Meski demikian, Mui bisa membaca jelas motif mereka. Itu hal yang takkan terbayangkan olehnya 10 tahun lalu.


"Sudah saatnya kita, Kusagakure, kembali bangkit," ucap Saru, seolah membenarkan pemikiran Mui. "Mui, sekarang lah saatnya kita membalaskan dendam putramu 10 tahun lalu."


"Kira harus membuat rencana ini berjalan mulus," sahut Ushi. "Aku juga sudah mendapat laporan bahwa Fraksi Bunga telah menyusupkan mata mata mereka ke sini."


"Ngomong ngomong." Hitsuji mengubah topik pembicaraan. "Bagaimana dengan pelenyapan Kazan?"


"Kazan dari Yugakure, ya. Hmm..... Dia cukup hebat, sih."


"Tidak perlu cemas, semuanya. Kita telah menggenggam kelemahannya." Tora berucap sembari menoleh ke arah Mui. "Mui, jangan sampai ada kesalahan . Begitu ini berhasil, kau juga akan menjadi bagian Kader Kusagakure."


"Saya akan melakukan semua yang saya bisa." Sepertinya Empat Kader tidak puas dengan jawabannya itu, namun Mui tidak menghiraukannya dan menunjuk ke arah pintu dengan tangannya. "Sekian dari saya. Terimakasih anda sekalian datang sampai sini."


Para Kader saling bertatapan dengan eksperesi canggung, kemudian keluar meninggalkan kantor tersebut dengan tertawa, ada juga yang bersungut sungut.

__ADS_1


"Bakal jadi Kader begitu rencana ini berhasil, ya?" Mui berjalan ke sisi jendela. "Huh, apa mereka pikir aku akan puas dengan hak seremeh itu?"


Langit senja makin memerah, deburan ombak terdengar dari kejauhan. Sirine penanda waktu berdering, dan terus berlanjut.


'Jam olahraga hari ini telah usai. Para tahanan silahkan bergegas kembali ke sel masing masing untuk pengambilan absensi. Kami ulangi.....'


Seraya mendengarkan suara dari speker yang menginformasikan usainya kegiatan mereka hari ini, Mui menarap langit di atas sana yang mulai menggelap.


"Apa yang anda pikirkan dalam ruangan gelap seperti begini tanpa menyalakan lampu?"


"Malam ini," sahut Mui tanoa menoleh. "Apakah persiapanmu beres, Maroi?"


Setelah di foto di ruang pengambilang foto, para tahanan menerima penjelasan mendetail di sebuah ruangna kecil.


Satu, dilarang membawa senjata atau semacamnya ke dalam Kastil Hozuki.

__ADS_1


Satu, saat pengambilan absensi sebelum pemadaman lampu di pagi dan malam hari, bersiaplah dengan berdiri di depan sel.


Satu, hormati peraturan di Kastil Hozuki, berinteraksilah dengan para lain dengan saling bertoleransi.


Satu, satu, satu..... Naruto dan para tahanan lain deperintahkan untuk berjali kali mengulangi poin poin aturan yang harus mereka taati dalam kehidupan mereka di sana, sampai ketentuan pidana yang akan didapat jika mereka berkelahi.


Satu, pelanggaran aturan akan diberi hukuman berat.


Satu, orang yang kabur akan diberi hukuman berat, termasuk hukuman mati.


Begitu suara mereka mengecil, para sipir akan tanpa anpun memukul mereka dengan baton. Setelah serena penanda malam hari berbunyi, para tahanna di bawa kembali ke sel masing masing untuk mengambil absensi malam. Saat itu pun Naruto sudah dipukuli oleh sipir karena suaranya yang terlalu keras.


Setelah itu, dia mengikuti tahanan lainnya menuju ke kantin. Kantin di penuhi para tahanan, membuat Naruto makin murung.


Dalam keseharian biasanya, saat ini harusnya Naruto sedang makan ramen di Ichiraku. Atau sedang main shogi bareng Shikamaru. Atau mengejutkan Iruka dengan mendadak berkunjung ke rumahnya. Boleh juga dengan membeli es krim terlebih dulu untuk oleh olehnya. Bahkan saat ini pun dia sampau merasa kangen dengan tinju Sakura.

__ADS_1


Terdengar suara tawa dari satu pojok kantin. Satu orang yang terlihat serampangan, sedang menirukan seorang yang tidak Naruto ketahui.


Dari suara penjuru terdengar suara tawa maupun teriakan yang bersahutan. Sesekali, ada juga bunyi nampan dan peralatan makan yang dilempar, tapi tak ada satu pun dari antara mereka yang berusaha menghentikannya.


__ADS_2