Naruto Blood Prison

Naruto Blood Prison
Pembunuban Raikage part 3


__ADS_3

Sabit itu terayun. Wajah yang menunduk untuk menatap Raikage itu memang tersembunyi di balik bayangan tudung, tapi kilatan gigi putih terlihat dari mulutnya yang tersenyum lebar.


Namun, saat mata sabitnya yang tajam itu terayun ke bawah dan menembus tengkuk Raikage, lelaki itu malah justru melompat mundur karena merasakan adanya hasrat membunuh yang mengincarnya.



BRUAAAAAK!



Larian Raikage menghantam dan membelah permukaan tanah tempat lelaki tadi berpijak kurang dari sedetik lalu. Bunshin Raikage yang lehernya telah terpisah, kini menghilang bersamaan dengan kepulan asal.



" Siapa kau!? " Raungan amarah Raikage menggema di tengan kepulan asap dan debu yang berterbangan. " Mengapa kau mengincarku!? "



Tak ada balasan, tapu sebagai gantinya, sabit tadi telah melayang ke arah Raikage. Raikage segera mengarahkan tinjunya ke arah sabit yang benghampirinya sampil berputar itu.



Begitu lelaki tadi menarik lengannya mundur, lintasan sabit itu berubah dan kini maju menyerang dari samping.



" Kusarigama, ya!? " Raikage menangkap sabit yang terbang mendekat itu dengan tangan kosong, lalu sekuat tenaga meremukan mata pisau itu sampai berkeping keping. " Kurang ajar! ".



Tapi, ternyata sabit kedua, ketiga, dan keempat telah di lepaskan musuh.



Psyuung, psyuung, psyuung!



Sabit sabit itu membelah udara, lantas melintas membentuk lengkungan dan melesat ke arah Raikage.

__ADS_1



Raikage menghindarinya dengan merundukan kepala, tapu lelaki tadi telah menggerakan sabitnya dan menghadang jalan kabur Raikage. Kusarigama itu melayang le arah Raikage dengan gerakan yang menyerupai ular.



Raikage tidak memiliki pilihan selain melompat mundur.



" Sudah kuperhitungkan, lho. " Lelaki itu terkekeh dalam hati. Dengan secepat kilat dia berpindah ke belakang musuhnya. Diposisikannya Kusarigama yang digenggamnya erat di kedua tangan itu secara menyilang di kedua sisi leher Raikage. Sisa nya tinggal menarik keras kedua tangannya ke sisi kanan dan kiri.



Harusnya dengan begitu, leher Raikage akan terputus. Praaak!



Suara logam yang nyaring menggema di telinganya.



" ! "




" Mana bisa kau mematahkan leherku dengan sabit setumpul itu! " Dalam posisi menengok ke belakang, Raikage melayangkan tinjunya ke arah belakang. " Pusaunya bahkan takkan bisa untuk mengupas apel! "



Meski nyaris terkena, lelaki itu berhasil menghindari tinju Raikage. Namun, hembusan angin yang ditimbulkan oleh ayunan lengan perkasa Raikage itu telah menerbangkan tudungnya ke belakang.



" Apa!? " Mata Raikage membelalak lebar. " Kau... "


__ADS_1


Sinar bulan berwarna kemerahan itu menyinari wajah lelaki tadi.



Rambut pirang. Mengenakan ikat kepala Desa Konohagakure. Mata biru mudanya itu tercemari kilat kebencian.



" Kau... bocah Kyubi itu, ya!? "



Mata Naruto memancarkan niat jahat itu terarah tajam ke Raikage. Kemudian, tanpa buang waktu lagi, Naruto melemparkan bom asap ke permukaan tanah. Kabut asap tebal seger menutupi padangan Raikage.



" ukh! "



Psyuuung! Subuah sabit melayang mendekat dengan membelah asap. Namun, Raikage dapat menghindarinya tanpavkesulitan apa pun.



Setelahnya, keheningan melanda tempat itu. Asap pun mulai reda tanpa suara. Yang yersisa di sana hanyalah hembusan angin malam hangat yang terus terpaku di tempatnya.



" Tu, Tuan Raikage... " Samui berusaha bangkit sambil menggossok matanya. " Pa yang sebenarnya terjadi... "



" Panggil Bee. "



" Sepertinya situasi jadi jauh lebih merepotkan dari yang kita kira. " Sahut Raikage. " Kumogakure akan mengikutsertakan Bee dalam rencana kali ini. "


Terimakasih telah mambaca

__ADS_1


🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Jangan lupa baca episode selanjutnya ya🙂


__ADS_2