
Selamat membaca
Begitu mengekspos dadanya, Naruto melihat pola tali jerami yang melilit tubuhnya itu sedang bersinar, seolah terbakar. Seraya mengatur nafas, Naruto berfikir untuk menganalisis situasinya. Penyusup itu masuk kedalamy sel kira kira 15 menit lalu.....
Sampai bunyi gembok yang terbuka itu terdengar, Naruto sama sekali tak berfikir kalau bunyi langkah kaki itu menuju ke arah selnya. Makanua dia segera melancarkan Bunshin no Jutsu di atas kasurnya. Lalu, bunshin itu di tinggalkannya di atas temoat tidur, sementara dia sendiri menempelkan tubunya ke langit langit.
Dalam kondisi biasa, pise siaga seperti itu bukanlah hal yang sulit dilakukan olehnya. Tapi, secara tidak wajar, tangan dan kakinya gemetaran. Dia tidak bertenaga dan dengan segera, tubuhnya terasa panas, seolah terbakar.
"Wah, wah, kau dilakukan dengan brutal, ya."
Seraya menunduk untuk menatap si penyusup, Naruto menggertakan gigi.
"Tapi, bisa bisanya kau tertidur senyenyak ini di hari pertamamu di sini..... Entah saking hebatnya atau saking bodohnya."
__ADS_1
Setelah melihat bagaimana penyusuo itu membungkus kepalanya dengan kantong hitam, lalu berjalan keluar dari selnya, Naruto segera turun..... lebih tepatnya, dia terjatuh.
Rasanya di dalam tubuhnya sedang ada bola api yang bergolak. Pandangannya berkabut. Meski denikian, begitu melihat pintu berjeruji masih terbuka, Naruto menyeringai.
Suara sirine yang berbunyi kencang itu menarik Naruto yang sedang berada di atas dinding, kembali kekenyataan.
"Aku sudah dikejar, ya." Naruto mendongak, melihat satu dinding lagi yang menjulang di atas kepalanya. "Sialan..... Padahal harusnya aku bisa kabur setelah melewati dinding ini....."
Saat melihat dari luar, Naruto tak pernah menyangka kalau dinding kastil itu ternyata terdiri atas 2 lapis. Dinding dalam tempatnya berada sekarang memiliki tinggi setidaknya 5 meter, tapi di seberang zona penyangga dengan kebar 10 meter, berdiri dinding luar yang menghadang Naruto dengan ketinggian yang sepertinya mustahil di panjat.
Dinding itu sebenarnya memang tidak setebal itu sampai sampai tak bisa dirobohkan dengan Rasengan. Tapi, memilirkan tentang Rasengan saja, suhu tubuhnya langsung meningkat drastis dan sekujur tubuhnya dialiri keringat.
Saat Naruto nemutuskan untuk bangkit dan melompat turun ke zona penyangga itu, barulah dia sadar kalau kertas peledak ternyata telah di pasang menyebar menutupi permukaan sina penyanga tersebut, sehingga dia kembali terduduk.
__ADS_1
"Berpikirlah..... Aku harus berfikir....." Naruto berkali kali menepuk dadanya. "Jangan menyerah...... Aku pasti bisa melakukan sesuatu."
Bisa melewati dibding luar pun, parit luar kastil telah menunggunya. Parit penuh tombak itu. Lampu sorot yang ada di puncak menara kastil pun menyala, memecah kegelapan.
Terdengar suara kangkah kaki yang sibuk berlarian ke sana sini. Suara peluit yang ditiup sampai melengking nyaring pun terdengar menggema sampai tempat ini.
Seraya melihat dari jauh, Naruto berusaha mati matian mengendalikan dan mengunpulkan cakra yang masih mengalir di dalam tubuhnya. Meski miliknya sendir, cakra itu seakan tak mau menuruti kehendaknya. Ketimbang di bilang cakra, lebih tepat kalau kini disebut seperti bubuk mesiu yang dinyalakan apinya.
"Unit satu, pergilah ke gerbang kastil!" Terdengar suara secara serempak di seluruh speker yang ada di dalam kastil. "Unit dua dan tiga, bergegaslah pergi ke tebing!"
Terdengar juga suara selakan anjing yang lantang.
"Ooh..... Mana bisa Naruto Uzumaki yang hebat ini tertangkap semudah itu....." Naruto mati matian berusaha bangkut, kemudian melancarkan jutsu. "Ra, Rasengan!"
__ADS_1
Terimakasih Telah membaca
Jangan lupa like dan komen ya🙂