Naruto Blood Prison

Naruto Blood Prison
Musim Hozuki part 4


__ADS_3

Apa apaan desa ini...


Desa terakhir yang simasukinya telah selayaknya desa terbengkalai...


Di kedua sisi jalan berlumpur yang dilewatinya, berderet pondok pondok bobrok. Tidak hanya 1 atau 2 rumah yang dindingnya telah hancur. Ada juga yang terbangun dari susunan seng.


Begitu para lelaki yang menggotong penjara kubus itu lewat, seluruh rumah


yang ada langsung menutup rapat jendela kayu mereka. Memang di berbagai masih terlihat sosok orang orang, tapi para lelaki yang dilihat Naruto, malah sedang minum sake sambil duduk di depan rumah padahal hari masih siang. Yang tidak minum sake pun hanya terduduk bengong di sana.


Terkadang terdengar suara seruan para wanita. Setelahnya, para lelaki akan balas berteriak, atau ada yang dengan bebalnya tetap lanjut mibun sake.


Anak anak duduk di permukaan tanah berlumpur itu hanya meertawakan dengan mata mereka yang bagaikan bola kaca.


"Tempat ini....." Naruto refleks berbisik. "Desa ini aneh."


"Aneh, ya?" Lelaki yang menggotang penjara itu di posisi depan menjawab Naruto dengan suara pelan. "Inilah desa Kusagakure."

__ADS_1


"Eh?"


"Kalau dilihat dari sudut pandang kalian, tempat ini tak layak disebut sebagai desa, kan?"


"Semoga sebentar lagi terjadi perang," timpal lelaki yang ada di belakang.


"Benar." Tersengar suara lain. "Soalnya mau menang atau kalah pun, kita tetap bakal bisa meninggalkan kehidupan yang seperti ini, ya."


"Bersabarlah sebentar lagi," sahut lelaki yang ada di depan. "Empat kader pun sudah bilang begitu, kan?"


Naruto melibat punggung lelaki itu. Warna yang sama dengan warna buah hozuki, menghiasi seluruh permukaan bajunya.


Angin kencang berembus sesaat setelah mereka lanjut berjalan. Tapi angin tersebut bertambah kencang begitu mereka memasuki satu satunya jalan yang ada di tengah padang rumput.


Sepanjang yang terlihat, terbentang hamparan rumput hijau yang luas. Di sana, terdapat tumbuhan berwarna orenye dalam jumlah tak terhitung yang tumbih berkelompok.


"Itu..... hozuki, ya?" Lagi lagi tak ada jawaban.

__ADS_1


Empat penggorong yang kini telah melewati sebuah bukit yang tidak terlalu tinggi, masih terus bungkam. Dari dalam penjara kubus tersebut, Naruto melongok keluar dan membelalakan mata.


Kastil itu terletak di ujung jalan. Tepat di ujung bukit yang menjorok keluar ke arah laut. Dinding kastil ya seolah terlihat seperti doyong, gambarnya terlihat mengintimidasi. Menara kastil yang menjulang itu terlihat seperti batu nisan raksasa.


Bunyi ombak yang terpecah setelah menabrak karang, tersengar dari kejauhan.


Yang begini, sih..... pasti bukan kesalahpahaman atau mau mengejutkan saja!


Burung burung camar melayang sembari bersahutan dengan berisik. Seolah mengasihani orang orang yangbb sikirim ke kastil


"Kita sudah sampai," ucap seorang. "Mulai hari ini, di sinilah rumah barumu."


Para penggotong itu cekikikan


. Hozuki yang memar di padang rumput yang dilewatinya itu terlihat selayaknya petunjuk jalan ke neraka di mata Naruto.


Naruto mendongak untuk mengamati gerbang kastil dari dalam penjara kubus tersebut. Di gerbang kastil yang tebal, terukir lambang 5 negri besar shinobi, ya itu lambang Konoha, Kumo, Suna, Iwa, Kiri. Di bagian teratas, tertulis Dandomon dengan huruf hitam besar.

__ADS_1


Dinding kastil tersebut tingggi, mencapai lebih dari 10 meter. Terlihat banyak bekas tancapan kunai di permukaan dindingnya. Noda hitam yang sepertinya bekas darah pun terlihat di mana mana. Di puncak menara kastil, terdapat lampu sorot besar. Di bawahnya, di pasang speaker yang menghadap ke masing masing arah, ke timur, selatan, barat, dan utara.


Terimakasih telah membaca


__ADS_2