Naruto Blood Prison

Naruto Blood Prison
Jiwa Yang Terkurung part 9


__ADS_3

Tapi, cuma sampai situ


"!"


Energi di seluruh tubuhnya terkuras, pandangannya menggelap.


Melihat Naruto yang telah pingsan dan terjatuh dari dinding kastil, anjing anjing langsinb menerjang dengan brutal. Mereka menggeram ganas, mengibas ngibaskan kepala, kemudian menggigit Naruto dengan membenamkan taring pada tubuhnya. Begitu para sipir menarik mereka untuk menjauh, anjing anjing itu menggonggong dengan suara tidak puas, seakan meminta di izinkan lebih kama menggigit Naruto.


"Kau beruntung, nak," ucap Togan seraya menyayangkan dalam hati. "Kalau cakra mu masih tersisa, lau sudah bakal jadi barbque, lho. Ga ha ha ha!"


'Sialan.....'


Dia bisa mendengar suara oara sipir, tapi tubuhnya tak bisa bergerak.


'Aku harus..... harus kembali ke Desa.....'


"Naruto Uzumaki sudah diamankan! Sesuai pasal 23 dalam hukum pidana Kastil Hozuki, dia akan langsunb di bawa ke ruanh isolasi!"


"Tahanan yang kabur, Naruto Uzumaki, telah diamankan di dindinh udara..... Kami ulangi. Naruto Uzumaki telah diankan. Kronologi singkat mengenai pengamanannya akan dijelaskan secara singkat oleh sipir....."

__ADS_1


"Wah, wah, sudah tertangkap, ya?" Maroi membalikan tubuh begitu mendengar suara dari speaker dalam kastil, kemudian bertanya pada Mui yang terduduk di sofa. "Tadiknya kupikir dia akan berjuang sedikit lebih lama lagi."


Meski kelinci percobaannya yang berharga itu nyaris kabur, ekspresi Mui tetap tak dapat di baca.


"Tapi, apa yanga kan kita lakukan?" Maroi mengedikkan bahu. "Karena menurut aturan dia harus dimasukan ke ruang isolasi selama 3 hari, selama waktu itu, kita tak bisa berbuat apa pun. Soalnya, orang yang dimasukan ke sana secara otomatis akan dilaporkan ke Kusagakure sebagai orang berbahaya. Lagi pula, di antara para sipir, ada juga yang mendukung Fraksi Bunga."


"Kau terlihat senang, ya."


"Tidak, kok!" Maroi secara berlebihan berpura pura kaget. "Saya hanya berfikir kalau situasi sudah jadi merepotkan. Keseimbangan kekuatan Fraksi Buah dan Fraksi Bunga memanh cukup rumit, kan? Jika kita bertindang sembrono, Empat Kader yang mengenakan topeng konyol itu akan benar benar kehilangan jabatannya, lho."


"Hub."


"Kau cukup melakukan tugasmu."


"Sepertinya itu kata kata favorit anda, ya." Marou mengerucutkan bibir. "Saya selalu melakukan apa yang anda perintahkan, dan saat nantinya anda berhasil mewujudkan impian anda, saya akan dibebaskan. Tapi, anda sama sekali belum pernah memberi tahu saya mengenai apa sebenarnya impian anda itu."


"Mau protes?"


Saya cemas. Kemana tujuan saya pergi, kapan sebenarnya saya akan dibebaskan..... Paling tidak, jika saya mengetahui impiam anda itu, saya jadi bisa berjuang lebih keras lagi."

__ADS_1


Mui menatap Maroi lekat lekat. Setalahnya, dia berdiri, lantas melesakkan sebuah buku ke dalam rak sampai ujung.


Grooooo..... Terdengar suara geretan nyarik dan rak buku itu membuka selayaknya pintu.


"Ikuti aku." Berkata demikian, Mui lekas berjaan di depan untuk masuk ke balik pintu tersembunyi tersebut.


"Mencengangkan, ya." Matoi mengikutinya. "Tunggu Tuan Mui."


Tangga yang menuju ke bawah tanah masik kasar , hanya dibuat dari batu karang yang lerengannya dipahat. Mui dan Maroi menuruni satu demi sati anak tengga tersebut dengan bunyi langkah kaki yang menggema. Cahaya obor yang membara di dinding memperoyeksasikan bayangan besar dari sosok keduanya.


"Secara turun temurun, klanku mengemban peran sebaga tomori." Mui yang menuruni tangga di posisi depan itu berucap dari balik punggungnya. "Sesuai namanya, tomori merupakan peran oenjaga gerbang."


"Gerbang apa?"


Mui menuruni tangga dalam diam. Bunyi langkahnyamenggema nyarik dalam ruang berdingding batu tersebut.


Begitu seluruh anak tangga sudah terlewati, di depan sana terbentang area luas yang mirip seperti gua kapur. Dari langit langit tergantung banyak stalaktit. Gua tersebut dalam, gelap, dan di sana terdengar bunyi tetesan tetesan air.


Terimakasih Telah Mambaca🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2