Nirbita ( Cinta Dua Alam)

Nirbita ( Cinta Dua Alam)
Kehadiran Kembali


__ADS_3

Setelah dari cafe, mereka pun pulang ke kediaman masing-masing. Kalandra saat ini hanya berdua dengan bibi di rumahnya, membuat rasanya sangat sunyi. Ia mengusir rasa sunyi itu dengan bermain PlayStation di ruang tengah, kemudian bibi datang memanggilnya untuk makan malam.


Kalandra pun mematikan permainan gamenya, kemudian berjalan menghampiri bibi di meja makan, ia meminta bibi menemaninya makan dan juga satpam yang berjaga di luar, kemudian ketiganya pun makan bersama.


"Bi, Pak. Apa kalian pernah merasa hal-hal yang aneh selama aku pulang dari villa?" tanya Kalandra, di mana mungkin saja keduanya juga merasakan hal aneh yang dirasakan selama ia pulang dari villa, di mana suasana dingin selalu saja menyerangnya begitu pula dengan saat ini.


Bibi melihat ke arah Pak satpam, begitupun dengan Pak satpam melihat ke arah bibi.

__ADS_1


"Ada apa, Bi? Apa kalian juga merasakan hal aneh? Misalnya saat ini, apa kalian merasa merinding?" tanya Kalandra membuat keduanya pun mengganguk.


"Iya, Den. Sudah dua hari ini Bapak sering merasa hawa-hawa dingin yang tiba-tiba datang, selama bekerja di sini Bapak tidak pernah merasakan hal aneh itu," jujur Pak satpam tersebut. Pak satpam memiliki usia hampir seusia dengan ayah Kalandra, sekitar 40 tahun. Sedangkan, bibi sendiri berusia sekitar 50 tahun, dia sudah bekerja di rumah itu cukup lama dan ia juga mengaku jika selama ini tak pernah merasakan hal-hal aneh di rumah itu. Namun, semenjak Kalandra pulang dari villa, terkadang ia juga merasakan hal yang sama.


"Apa menurut Bibi ada yang ikut denganku pulang dari villa?" tanya Kalandra lagi melihat kedua pekerja yang bekerja di rumahnya itu.


"Mungkin saja tuh, Den. Apa Aden mau Bapak memanggil orang pintar untuk meruqyah tempat kita, membersihkan dari makhluk halus gitu, Den?" ucap Pak satpam tersebut, ia segera memegang tengkuknya yang tiba-tiba terasa bagaikan ada yang meniupnya, ia melihat ke belakang. Namun, tak ada siapa-siapa, membuat Pak satpam itu pun bergedik nyeri.

__ADS_1


"Pak Tono, apa Pak Tono mengenal seseorang yang bisa mengusir roh-roh halus yang ngikut kayak gini?" tanya bibi yang mulai sedikit takut.


"Iya, nanti coba saya panggil Pak ustad, mungkin saja memang apa yang ada dikatakan Den Kalandra itu benar jika arwah yang namanya Nirbita tadi ikut ke sini," ucap Pak satpam tersebut.


Di saat mereka terus membicarakan masalah Nirbita, di mana Kalandra telah menceritakan banyak hal yang terjadi di villa tersebut, tiba-tiba ada suara jatuh dari arah dapur membuat mereka semua melirik ke arah dapur.


"Itu apa, Bi?" tanya Kalandra membuat bibi pun menggeleng dan merasa takut. Kalandra berdiri dari duduknya, diikuti oleh Pak satpam, karena suara-suara itu masih terdengar di sana. Bibi juga ikut di belakangnya, mereka mencoba mencari tahu apa yang membuat keributan di arah dapur. Mereka berjalan dengan sangat pelan, melihat ke arah sumber suara yang masih terdengar gaduh, dalam pikiran mereka sudah berkecamuk dan menebak-nebak jika mungkinkah itu arwah yang tadi mereka bicarakan .

__ADS_1


Namun, saat masuk ke dalam dapur ternyata ada seekor kucing berwarna hitam yang terlihat sedang makan sisa makanan yang tadi bibi simpan di sana, satu ikan bakar yang tak sempat dibawa bibi kemeja makan karena ikannya gosong saat membakarnya tadi.


"Yah, Bi. Ternyata hanya kucing," ucap Kalandra bernafas lega dan berbalik. Namun, tiba-tiba saat ia berbalik, ia melihat sosok Nirbita di belakang bibi. Nirbita juga melihat ke arahnya dengan senyum yang sama, yang selama ini dilihatnya.


__ADS_2