Nirbita ( Cinta Dua Alam)

Nirbita ( Cinta Dua Alam)
Ruang Rahasia.


__ADS_3

Ruangan telah diterangi oleh cahaya lampu yang baru saja dinyalakan oleh Kalandra. Namun, betapa terkejudnya mereka saat lampu dinyalakan ternyata sedari Nirbita ada di dekat mereka. Sontak saja semua itu membuat keduanya berteriak sekencang mungkin.


Kehadiran Nirbita yang sejak tadi sudah membuat mereka takut, semakin membuat takut dengan situasi saat ini, membuat teriakan mereka terdengar hingga keluar ruangan dan terdengar oleh tukang kebun yang kebetulan lewat di depan ruangan itu dan bergegas menghampiri mereka, ia juga masuk keruangan itu.


"Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya tukang kebun tersebut pada Agam dan juga Kalandra. Mendengar pertanyaan itu yang sedikit setengah berteriak membuat keduanya langsung menoleh dan menghentikan suara jeritan ketakutan mereka.


"Ini, Pak. Ada han…," ucap Agam tak meneruskan perkataannya dan melihat kembali ke arah di mana tadi Nirbita berdiri. Namun, yang ditunjuk sudah tak ada di sana, mereka berdua saling menatap kemudian menatap kembali ke segala sudut ruangan itu, Nirbita sudah tak ada di sana.


"Kemana dia?" tanya Kalandra membuat Agam hanya menggeleng dengan wajah ketakutan.

__ADS_1


"Siapa yang kalian maksud?" tanya tukang kebun tersebut kemudian ia melangkah masuk mendekati keduanya yang masih kebingungan mencari sosok yang tadi ada di depan mereka, sosok yang membuat mereka tak bisa menahan teriakannya. Padahal mereka datang ke ruangan itu memang untuk mencari kebenaran tentang Nirbita.


"Anu, Pak. Tadi...." ucap Kalandra tak tahu harus menjelaskan apa kepada tukang kebun tersebut, tukang kebun itu ikut melihat ke segala arah.


"Kalian sebenarnya cari apa?" tanya tukang kebun lagi.


"Pak, sebenarnya ini ruangan apa dan mengapa di sini seperti tak terurus, sedangkan Villa terlihat begitu bersih. Apa ini gudang, tapi ini tak seperti gudang?" sahut Kalandra di mana ruangan itu memang pengap, tapi tak ada barang-barang bekas di dalamnya. Di dalamnya seperti sebuah ruangan biasa hanya tak terurus, memiliki sofa, dan ada meja besar disana, mungkin ini seperti tempat kerja.


"Ini, Pak yang ngajak, Pak," ucapnya menunjuk Kalandra. Kalandra yang ditunjuk langsung menurunkan jari telunjuk Agam yang mengarah ke wajahnya.

__ADS_1


"Pak, sebenarnya itu ruangan apa?" tunjuk Kalandra pada sebuah pintu yang tertutup tapat, dimana Nirbita berdiri di sana sebelum menghilang saat pertama kali mereka masuk keruangan itu.


"Bapak juga nggak tahu, Bapak pertama bekerja di sini saat pertama Villa ini mulai disewakan. Bapak juga nggak pernah membuka ruangan itu dan memang Bapak tak punya kepentingan untuk membukanya," jawab tukang kebun tersebut.


"Apa kami boleh melihat ruangan itu, Pak?" tanya Kalandra.


"Untuk apa?" tanya tukang kebun tersebut. Ia sendiri tak punya kepentingan dengan ruangan itu. Lalu, untuk apa mereka mau mencari tahu apa yang ada di dalam ruangan itu, menurut pemikiran tukang kebun tak ada sama sekali yang istimewa di dalam sana.


"Saya hanya penasaran, Pak. Sebentar saja," mohon Kalandra membuat tukang kebun tersebut pun tak punya alasan untuk tak mengizinkan mereka melihat ruangan yang ada di dalam sana. Ia juga penasaran ruangan apa sebenarnya di dalam sana, ia sudah bekerja di tempat itu selama sekitar 10 tahun dan tak sekalipun ia masuk ke ruangan itu. Ruangan tempat mereka berdiri sekarang saja ini baru kedua kalinya ia masuk, pertama saat pertama bekerja dan hanya mengecek ruangan itu, setelah tahu tak ada sesuatu yang istimewa, ia pun tak pernah masuk ke ruangan itu lagi.

__ADS_1


Mereka bertiga mendekati pintu itu dan terlihat pintu itu digembok, "Sebentar, Bapak ambil linggis dulu," ucap tukang kebun tersebut membuat Agam dan Kalandra hanya menggangguk.


Tukang kebung itu dengan cepat berlari keluar meninggalkan Kalandra dan Agam.


__ADS_2