Nirbita ( Cinta Dua Alam)

Nirbita ( Cinta Dua Alam)
Ketiduran


__ADS_3

Malam hari setelah menghabiskan seharian bersama dengan Nirbita, Kalandra merasa sangat lelah. Ia memilih untuk beristirahat lebih cepat malam ini, dia bahkan tak mengerjakan tugas kuliahnya, membuat Nirbita yang masih berada di sampingnya memutuskan untuk mengerjakan semua tugas-tugas kuliah Kalandra.


Jam sudah menunjukkan pukul 02.00 malam, ia sudah selesai mengerjakan semua tugas-tugas Kalandra yang harus dikumpulkan besok. Nirbita pun bingung harus berbuat apa, membuat ia pun duduk di samping Kalandra dan terus memperhatikan Kalandra yang tertidur dengan begitu pulas, tangannya terulur ingin mengelus wajah Kalandra. Namun, ia sadar ia tak boleh mengganggu dan membiarkan Kalandra untuk beristirahat.


"Kalandra, terima kasih sudah hadir dan menyelamatkanku dari semua ini. Jika kamu tak ada, mungkin aku masih terkurung di rumah itu, aku tak bisa membalaskan orang yang sudah menyakitiku. Maaf, karena telah kembali merepotkanmu, aku sangat berharap bisa bertemu dengan keluargaku. Aku hanya ingin memastikan jika mereka dalam keadaan baik-baik saja," ucap Nirbita masih terus menatap wajah tampan dari sosok penyelamatnya itu.


Selama ini Nirbita tak pernah tidur, saat di villa dulu, sepanjang malam ia hanya memperhatikan bulan saat bulan sedang muncul.


Nirbita berjalan menuju ke jendela berharap dapat melihat bulan dan bintang untuk mengusir kesepiannya. Namun, saat ini Nirbita melihat ke arah langit, tak ada bulan maupun bintang di atas sana, membuat ia menghela nafas dan kembali berjalan menghampiri Kalandra. Ia mencoba untuk berbaring sambil terus melihat ke arah Kalandra, memperhatikan hidung mancung, mata yang tegas serta bibir yang sangat seksi.


Lama Nirbita memperhatikan semua itu dan tanpa sadar rasa kantuk mulai menyerangnya dan ia pun tertidur di samping Kalandra.


Pagi hari Kalandra terbangun dan sangat terkejut saat melihat Nirbita yang sedang tertidur pulas di sampingnya.


Ia melihat betapa cantiknya gadis manis yang tidur di sampingnya itu dan tanpa sadar tangannya telurur dan menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah cantik yang terlihat begitu tenang. Nirbita yang merasakan hal itu, membuka mata. Pandangan mereka bertemu, degup jantung Kalandra berdetak begitu kencang. Ia tak tahu apa yang terjadi pada dirinya, ia tak bisa mengalihkan pandangannya dari wajah Nirbita.


Perlahan wajahnya semakin mendekat. Namun, Nirbita menghalanginya.


"Aku ini hantu, kau tak boleh menciumku," ucap Nirbita membuat Kalandra langsung berdahak. Bisa-bisanya ia berpikir untuk mencium Nirbita. Ia pun langsung duduk. Namun, ia langsung kembali melihat ke arah Nirbita.


"Nirbita!" panggilnya membuat Nirbita menoleh ke arahnya.


"Iya, ada apa?" jawabnya.

__ADS_1


"Apa tadi kamu tertidur?" tanya Kalandra lagi di mana Nirbita pernah mencerita jika dia tak pernah tertidur, walau ia sangat ingin merasakan yang namanya tidur.


"Hmmm?" Nirbita mengingat apa yang dilakukannya semalam, ia pun ikut terkejut apakah tadi ia tertidur.


"Apakah aku tertidur?" tanyanya balik dengan ekspresi wajah penuh tanya, membuat Kalandra mengangkat bahunya.


"Iya aku tidur. Tapi, kenapa bisa aku tidur?" tanyanya pada Kalandra membuat Kalandra kini menggeleng.


"Apakah kamu merasakan sesuatu? Misalnya jantungmu berdetak kencang?" ucap Kalandra mengambil tangan Nirbita dan menempelkannya di dadanya, di mana saat ini jantungnya berdetak dengan begitu kencang.


Nirbita memegang dadanya, kemudian ia pun mengangguk. "Iya, aku juga punya debaran jantung. Apakah aku hidup kembali?" tanya Nirbita penuh harapan, membuat Kalandra menggeleng.


"Ayo kita buktikan, apakah bibi melihatmu," ucapnya membuat Kalandra pun langsung menarik Nirbita turun dari tempat tidur dengan harapan Nirbita sudah kembali menjadi manusia, mengingat ia sudah membalas dendamnya. Kalandra menarik Nirbita hingga ke dapur.


"Iya, dia siapa, Den?" tanya bibi membuat Kalandra dan Nirbita terkejut.


"Benarkah, Bibi juga bisa melihatnya?" tanya Kalandra lagi.


"Iya, Den. Memangnya kenapa? Apa dia teman Aden? Apa semalam dia menginap di sini?" tanya Bibi heran karena ini masih pagi dan tadi ia melihat jika Kalandra dan gadis itu berjalan dari arah keluar dari kamar Kalandra.


"Apakah mereka semalam tidur bersama?" Bibj memperhatikan Nirbita dengan seksama.


"Benar kah Bibi bisa melihatnya?" tanya Kalandra lagi ingin tahu lebih jelas, membuat Bibi pun mengangguk.

__ADS_1


"Iya, dia memakai pakaian hitam, anaknya cantik, rambutnya panjang dia juga tersenyum pada Bibi. Apa itu cukup membuktikan jika Bibi bisa melihatnya?" tanya Bibi membuat Kalandra melihat ke arah Nirbita, begitupun sebaliknya. Keduanya saling menatap dan tersenyum bahagia karena tak puas dengan memperlihatkan Nirbita pada Bibi, ia kembali menarik Nirbita dan memanggil Pak satpam.


"Pak, apakah apak melihat seseorang di sampingku?" tanya Kalandra membuat Pak satpam pun menggangguk.


"Iya, ada temannya, Aden. Ada apa ya?" tanya Pak satpam lagi.


"Dia memakai pakaian apa, Pak? Maksudku warnanya apa?" tanya Kalandra ingin lebih meyakinkan dirinya, jika biar Nirbita dilihat oleh Pak satpam dan terlihat Pak satpam sama sekali tak takut pada Nirbita.


"Baju hitam, anaknya cantik?" tanya Pak satpam bingung dengan pertanyaan pagi-pagi majikannya itu.


"Hai, Pak. Saya Nirbita," ucap Nirbita memperkenalkan diri, dia juga ingin membuktikan apakah dia benar-benar bisa dilihat dan diterima oleh Pak satpam.


"Selamat pagi, Nona Nirbita. Zaya Pak Wahyu yang menjaga keamanan di rumah ini," ucap Pak Wahyu juga memperkenalkan diri membuat Nirbita dan Kalandra semakin yakin jika tak seperti hari kemarin, hari ini Nirbita bisa terlihat oleh orang lain.


"Apa kamu mau coba untuk kuliah?" tanya Kalandra membuat Nirbita pun mengangguk, kemudian keduanya pun masuk ke kamar. Kalandra memberikan tas dan juga buku kepada Nirbita.


Kalandra melihat tugas-tugasnya yang ada di meja, semua sudah dikerjakan dan sudah selesai.


"Apa kamu yang mengerjakan semua ini?" tanya Kalandra memperlihatkan tugasnya, membuat Nirbita pun menggangguk.


"Iya, semalam aku tak tahu harus mengerjakan apa, makanya aku mengerjakan semuanya. Aku mengerjakannya sampai pukul 02.00 pagi, setelahnya aku tertidur," jawab Nirbita membuat Kalandra pun mengangguk.


"Ya, sudah. Ayo kita ke kampus," ucapnya, kemudian keduanya pun berangkat ke kampus.

__ADS_1


Nirbita hanya mengangguk, ia sudah tak sabar ingin menjadi seorang mahasiswa, cita-cita yang selama ini tak pernah kesampaian, hari ini akhirnya bisa di wujudkan, ia ingin mewujudkannya walaupun hanya sehari dan berkat bantuan dari Kalandra ia akan merasakan bagaimana menjadi sosok mahasiswa, belajar bersama dengan teman-temannya dan mengerjakan tugas-tugas dari dosen.


__ADS_2