Nirbita ( Cinta Dua Alam)

Nirbita ( Cinta Dua Alam)
Kebahagiaan Nirbita


__ADS_3

Keesokan harinya berita akan Nirbita pun tersebar, mereka semua sudah tahu bagaimana kronologi kematian Nirbita dan siapa pelakunya. Begitu juga dengan motifnya, kini Nana sudah dijadikan tersangka, sementara itu Nirbita yang mengetahui semua itu merasa sangat lega. Namun, yang ia heran, mengapa sampai saat ia masih berada di dunia ini. Sedangkan ia sudah berhasil membalaskan dendamnya. Nirbita pun menghampiri Kalandra yang sedang bersiap-siap akan kembali ke kampus.


"Ada apa?" tanya Kalandra melihat Nirbita dari balik cerminnya.


"Kira-kira apa ya, yang aku harus aku lakukan biar aku bisa pergi dengan tenang?" ucap Nirbita membuat Kalandra pun melihat ke arah gadis berbaju hitam itu.


"Apa kamu tak bisa untuk tinggal di sini saja menemaniku seperti saat ini?" ucap Kalandra yang kini berbalik dan menatap Nirbita.


Nirbita menghela nafas, kemudian menggeleng. "Untuk apa aku bersamamu, jika aku hanya sebagai hantu. Aku ingin bersamamu sebagai manusia, kita menjalin hubungan bersama, menikah dan punya anak," ucap Nirbita melihat Kalandra dengan senyum di wajahnya, membuat Kalandra pun tertawa.


"Ya sudah, kalau begitu terlahirlah kembali, aku akan menunggumu. Tapi, kira-kira perbedaan usia kita 18 tahun, apa kamu madih mau denganku?" ucap Kalandra dengan nada bercanda, membuat Nirbita pun mengangguk.


"Iya, aku mau. Semoga saja di kelahiran berikutnya kita bisa bertemu lagi dan aku benar-benar menjadi kekasihmu," ucap Nirbita dengan mata yang berbinar senang. Namun, tiba-tiba raut wajahnya pun berubah.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Kalandra.


"Sekarang, bagaimana caranya aku pergi dari dunia ini dan berharap bisa terlahir kembali?" ucapnya dengan ekspresi sedih. Ia tak tahu apa yang harus dilakukannya sekarang, ia hanya menunggu sampai ia bisa menghilang dengan sendirinya.


"Ya sudah, sambil menunggu kamu pergi dari dunia ini, sekarang kamu ikut aku ke kampus, kita bersenang saja," ucap Kalandra membuat Nirbita pun menggangguk dan mereka pergi ke kampus bersama-sama. Seperti biasa, Nirbita ikut bersama dengan Kalandra, mereka berjalan-jalan bersama. Kalandra terus mengajaknya berbicara, sementara orang-orang tak ada yang melihatnya membuat Kalandra terlihat aneh. Namun, Kalandra tak mempedulikannya, ia terus mengajak Nirbita berjalan, bahkan di kantin mereka juga makan bersama dan sekali Kalandra mengajak Nirbita berbicara, ia tak mempedulikan orang-orang yang menatapnya aneh padanya.


"Apa kamu ingin ke wahana bermain?" ajak Kalandra membuat Nirbita pun mengangguk, kemudian mereka pergi ke wahana bermain dam menaiki wahana-wahana extrim disana.


Nirbita berteriak saat wahana itu pun mulai melaju, begitupun dengan Kalandra. Mereka menikmati hari itu bersama, mengabaikan fakta bahwa Nirbita bukanlah manusia. Mereka bahkan bergandengan bersama, semua orang yang dilewatinya melihat ke arah mereka saat Kalandra terus berbicara sendiri dan berjalan layaknya sedang menggandeng seseorang.


"Apa kamu tak risih dilihat orang-orang? Mereka semua menatapmu aneh," ucap Nirbita membuat Kalandra hanya mengangkat bahunya.


"Biarkan saja, hari ini aku ingin bersamamu," ucapnya membuat Nirbita sangat senang. Ia pun merangkul tangan Kalandra dan kembali menaiki wahana yang diinginkan oleh Nirbita.

__ADS_1


Nirbita melihat sebuah keluarga bermain bersama di wahana permainan itu, ia pun menatap pada mereka. Tiba-tiba ia teringat akan orang tuanya.


"Ada apa?" tanya Kalandra saat Nirbita menghentikan langkahnya.


"Kalandra, apa boleh aku meminta satu bantuan lagi?" minta Nirbita membuat Kalandra pun mengangguk.


"Apa? Katakan saja," tanyanya.


"Bisakah kamu membantuku bertemu dengan keluargaku dan katakan kepada merekalah jika aku baik-baik saja? Katakan kepada mereka semua yang kamu ketahui," ucap Nirbita membuat Kalandra menggangguk.


"Ya sudah, kita ke tempat keluargamu besok saja ya. Hari ini hari untukmu, kamu bebas meminta untuk kemanapun kau mau," ucap Kalandra membuat Nirbita pun mengangguk senang.


"Terima kasih ya, aku sangat senang bertemu denganmu," ucapnya membuat mereka pun kembali berjalan-jalan dan memilih wahana yang belum mereka naiki bersama.

__ADS_1


__ADS_2