
Hari ini Kalandra dan Agam pun mulai melancarkan aksinya dengan memakai pakaian serba hitam dan juga topeng yang berwarna hitam, agar mereka bisa menyamarkan diri dengan gelapnya malam dan juga menyembunyikan wajah mereka jika saja sampai ketahuan.
Keduanya pun mulai menyusup masuk ke dalam pekarangan Pak Toni sesuai dengan petunjuk Nirbita. Jika di salah satu sudut rumah itu mereka bisa masuk melalui celah pagar yang rusak di daerah belakang rumah. Sedangkan Nirbita sendiri hanya bisa menunggu mereka dari balik tembok karena adalnya penghalang pagar taman belakang itu, ia tak bisa menembus masuk, ada penghalang yang menahannya. Sudah beberapa kali Nirbita mencoba, tapi tetap saja tak bisa.
"Carilah di sekitar pohon itu, sepertinya mereka menyimpannya disana, aku rasa ada sesuatu yang menahanku di bagian pohon itu, energinya begitu kuat sehingga aku tak bisa masuk," ucap Nirbita membuat Kalandar dan Agam pun melakukan apa yang dikatakan Nirbita dan benar saja setelah menyusuri pohon yang ada di belakang rumah itu, mereka menemukan sebuah kertas dan berisi jimat.
Kalandra pun langsung mengambil kertas itu dan membuangnya jauh dari rumah Pak Toni dan benar saja Nirbita bisa masuk setelah menyingkirkan jamat tersebut. Namun, ia masih bisa merasakan hawa-hawa yang bisa menghalanginya untuk mendekati rumah utama.
Nirbita yang bisa merasakan orang-orang disekitarnya itu memusatkan pikirannya dan mengatakan jika ada satu jimat lagi yang disimpan Pak Toni di atas pintu utama, mereka harus membuka jimat itu tanpa diketahui Pak Toni agar Nirbita masuk ke dalam rumah itu dengan leluasa. Mereka tak boleh ketahuan Pak Toni jika membuka jimat itu.
__ADS_1
Saat ini, Agam tengah sibuk menempelkan kembali jimat pengganti, jimat yang sama dengan yang dibuang Kalandar tadi, mereka tak ingin Pak Toni curiga jika ada yang membuka jimat tersebut. Jimat pertama sukses mereka tukar tanpa kendala sedikitpun. Namun, di sinilah kendala sebenarnya, mereka harus masuk ke dalam rumah Pak Toni tanpa diketahui, sedangkan rumah itu terlihat memiliki beberapa CCTV dan mereka pasti ketahuan.
"Bagaimana ini? Jika kita masuk tentu saja akan ketahuan, jika langsung lewat pintu depan ada satpeada satpam di sana," ucap Kalandra.
Saat ini mereka sedang mengintip di balik pohon-pohon kecil agar tak terlihat dari satpam.
"Baiklah," ucap mereka yang sudah membawa beberapa kunci cadangan, kunci untuk membuka pintu utama. Sementara Nirbita sudah mengerjai satpam tersebut, ia berpura-pura menampakkan diri dari jauh dan satpam itu pun mengikutinya dan itu digunakan oleh Kalandra dan Agam untuk terus mengutak-atik pintu tersebut.
"Siapa di sana?" teriak seseorang dari dalam membuat Kalandra dan Agam langsung panik dan mencari tempat sembunyi. Pak Toni keluar dan juga istrinya.
__ADS_1
"Siapa, Pah?" tanya istri Pak Tono.
"Entahlah, mungkin hanya angin," jawab pat Toko dan kembali masuk.
Kalandra dan Agam yang melihat mereka masuk kembali melakukan aksinya, tapi ternyata pak Tono lupa mengunci pintunya. Membiat mereka bisa masuk dan langsung melakukan tugas mereka. Mengganti jimat itu dengan yang palsu.
Hay, aku punya rekomendasi buat kalian. Yuk mampir.
__ADS_1