Nirbita ( Cinta Dua Alam)

Nirbita ( Cinta Dua Alam)
Ruang Pengap


__ADS_3

Kalandra dan juga Agam terus melihat-lihat sekitarannya, terlihat jelas jika ruangan itu memang tak terawat, barang-barang di dalam sana sudah berdebu. Saat Kalandra menyandarkan tubuhnya sambil menunggu tukang kebun tersebut mengambil linggis, ia tak sengaja memegang sesuatu yang cukup berdebu di sana. Saat melihatnya, ternyata itu adalah sebuah bingkai foto.


Kalandra meniup debunya, mengusap-ngusap dengan lengan bajunya dan terlihatlah foto di dalam album tersebut, foto sosok yang selama ini mereka lihat.


"Nirbita!" ucap Agam juga melihat foto yang sedang diperhatikan oleh Kalandra.


"Iya, ini foto Nirbita," jawab Kalandra.


Mereka terus memperhatikan foto Nirbita di dalam bingkai tersebut, foto yang memakai gaun warna putih dan tersenyum ke arah kamera. Senyum yang sama yang selama ini diperlihatkan oleh Nirbita kepada mereka. Keduanya merinding melihat mata foto itu yang terlihat hidup, Kalandar dengan cepat menyimpannya kembali.


Tak lama kemudian tukang kebun itu pun datang dengan membawa linggis. Mereka langsung kembali bergegas menghampiri pintu dan bekerja sama membuka pintu tersebut. Walau mereka sedikit kesulitan. Namun, akhirnya mereka bisa membuka gembok tersebut dengan cara merusaknya.


Begitu membuka pintu, aroma menyengat langsung menyambut mereka. Ketiganya langsung menutup hidung, di bawah pengap, serta entah bau apalagi yang bercampur menjadi satu.

__ADS_1


Begitu mereka melangkah masuk, tiba-tiba seekor tikus langsung menghampiri mereka, berlari di bawah kaki mereka membuat ketiganya pun langsung melompat karena takut.


"Sudah, tenanglah! Itu hanya seekor tikus," ucap tukang kebun saat melihat hewan yang baru saja keluar dari ruangan itu hanyalah dua ekor tikus. Ia juga kaget dan sempat melompat.


Kalandra kembali menyenter masuk ke dalam ruangan gelap itu, mencari mungkin saja juga di sana terdapat saklar untuk menghidupkan lampu. Setelah mencari, akhirnya menemukan saklar lampu itu tepat berada di belakangnya, di samping pintu masuk. Dengan segera ia pun menekan tombol saklar tersebut, lampunya menyala. Tetapi sedikit bermasalah, mungkin karena sudah lama, lampu itu berkedip-kedip tak seperti lampu yang berada di ruangan sebelumnya.


Walau dengan penerangan seadanya, mereka tetap melangkah masuk mencoba mencari tahu kondisi di dalam sana dengan senter yang berasal dari ponsel mereka masing-masing.


Tukang kebun itu melangkah menuju ke arah jendela besar yang terdapat di sisi dinding ruangan itu, ia menyibak tirainya dan masuklah cahaya yang terang benderang.


Setelah menguasai batuknya, tukang kebun tersebut membuka jendela, membiarkan udara segar masuk menggantikan udara pengap yang ada di ruangan itu.


Kalandra yang ingin mengambil udara segar mendekat ke arah tukang kebun yang masih berdiri di depan jendela, begitu juga dengan Agam, udara di dalam sana benar-benar pengap mereka bahkan sesak untuk bernafas.

__ADS_1


"Sepertinya ruangan ini sudah sangat lama tak ada yang membukanya," ucap Kalandra yang dibenarkan oleh tukang kebun tersebut. Ia saja sudah berangkat kerja di sana beberapa tahun dan tak sekalipun ia masuk ke dalam ruangan itu.


Mereka terus berbincang dengan lampu yang terus berkedip-kedip, melihat kesegala arah yang diterangi cahara dari cendela, sesekali mereka mengedarkan pandangan kesisi lain dengan pencagayaan ponsel mereka.


Sama halnya dengan ruangan sebelumnya, tak ada yang istimewa di dalam ruangan itu selain kepengapan, sama halnya dengan ruangan yang sebelumnya hanya ada perabotan yang berdebu.


Di saat mereka sedang berbincang, tiba-tiba udara dingin terasa di dalam ruangan itu. Ketiganya saling tatap dan semua bisa merasakan suasana yang aneh, suasana berubah dan membuat mereka merinding. Kalandra langsung mengarahkan senter hp-nya ke bagian yang tak terkena cahaya. Samar-samar ia melihat seseorang di sana, ia pun mendekat dan ternyata benar. Nirbita berdiri di sudut ruangan, membuat Kalandra dan juga Agam terkejut, tapi tidak dengan tukang kebun tersebut.


"Ada apa?" tanya tukang kebun tersebut melihat ke arah keduanya yang terlihat melihat ke arah sudut ruangan yang kosong.


"Apa Bapak tak melihat sosok yang berdiri di sana?" bisik Agam membuat tukang kebun tersebut mengarahkan senternya ke arah yang ditunjuk oleh Agam.


"Tidak, saya tidak melihat siapa-siapa di situ, hanya ruangan kosong," jawabnya.

__ADS_1


Kalandra terus memperhatikan Nirbita, ia seperti memberikan isyarat. Nirbita menunjuk sesuatu yang ada di sudut ruangan itu. Kalandra pun mendekat pada Nirbita, Agam mencoba menahannya. Namun, Kalandra menepis tangan Agam dan terus berjalan menuju ke arah yang ditunjuk oleh Nirbita.


__ADS_2