Nirbita ( Cinta Dua Alam)

Nirbita ( Cinta Dua Alam)
Berhasil


__ADS_3

Setelah berusaha membuka dan mengganti jimat yang ada di atas pintu utama kediainan Pak Tono, akhirnya Kalandra dan juga Agam pun berhasil, mereka tak tinggal diam dan langsung pergi dari rumah itu, kembali keluar melewati gerbang pintu belakang. Mereka langsung berlari cepat menuju ke rumah Agam yang hanya berjarak beberapa meter saja.


Sementara itu, Nirbita yang melihat Agam dan Kalandra sudah meninggalkan lingkungan rumah Pak Tono, segeralah merasakan energi dari rumah itu. Nirbita tersenyum, ternyata keduanya berhasil, ia pun langsung masuk ke dalam rumah, merusak CCTV yang merekam aksi Kalandra dan juga Agam, diganti dengan penampakan dirinya.


Pak Tono yang baru saja selesai mengerjakan pekerjaannya di ruang kerjanya, bersiap untuk tidur. Ia masuk ke kamar mandi dan mencuci wajahnya. Namun, saat mengangkat wajahnya setelah mencuci dan melihat ke arah cermin, ia sangat terkejut saat melihat sosok Nirbita yang ada di belakangnya. Pak Tono yang terkejut langsung berbalik. Namun, saat berbalik ia tak melihat siapapun, tak ada siapapun di kamar mandi itu selain dirinya, membuat Pak Tono kembali melihat ke arah cermin dengan masih ketakutan, Sosok yang tadi dilihatnya sudah tak ada, ia bergantian melihat ke arah cermin dan juga ke arah belakangnya. Namun, ia tak melihat apapun.


"Pasti ini hanya halusinasiku," gumamnya kemudian ia keluar dari kamar mandi menuju ke tempat tidurnya, di mana istri keduanya sudah tidur di sana.


Pak Tono mau ngambil ponsel dan mencari tahu informasi tentang villanya dan di sana begitu banyak informasi mengenai foto Nirbita, penemuan mayat Nirbita di villa itu.


Villa itu merupakan villa milik almarhumah istri Pak Tono, semenjak membeli dan sampai sekarang ada orang yang dipercayakan untuk mengelolanya. Almarhum istri Pak Tono tak percaya pada suaminya, sehingga ia datang ke sana di saat waktu tertentu saja dan kejadian hari itu tak ada yang tahu jika Pak Tono habis mendatangi kediaman itu sebelum peristiwa kematian istrinya dan Nirbita, membuat mereka semua tak ada yang curiga dengannya, jika mungkin saja ia juga terlibat dalam kematian Nirbita dan yang saat ini dicurigai hanyalah orang kepercayaan almarhumah istri dari Pak Tono, yang dipercayakan untuk mengelola villa tersebut.

__ADS_1


"Ini hanya halusinasiku saja, karena terbawa dengan ramenya berita yang mengenai pembunuhan Nirbita," ucap Pak Tono kemudian ia pun menyimpan kembali ponselnya dan bersiap untuk tidur.


Namun, saat setelah memenjamkan mata, tiba-tiba Pak Tono kembali membuka mata saat merasakan ada sesuatu yang menyentuh kakinya, sesuatu yang terasa dingin. Pak Tono melihat ke arah kakinya. Namun, tak ada siapa-siapa, kamar itu hanya diterangi oleh lampu tidur yang cahayanya samar-samar membuat Pak Tono mengambil kacamata yang sudah diletakkan di atas nakas disampingnya dan melihat di sekelilingnya, tak ada siapa-siapa, membuat Pak Tono hanya memperbaiki selimut dan ditutupi seluruh kakinya. Kemudian, ia pun kembali memejamkan mata. Namun, lagi-lagi lampu tidur di sampingnya berkedip-kedip membuat Pak Tono lagi-lagi terbangun dan melihat lampu itu yang terus saja berkedip dan saat melihat ke arah istrinya, ia melihat Nirbita berdiri di samping istrinya, berdiri dengan wajah menatapnya dengan kemarahan membuat Pak Tono menjerit ketakutan. Istrinya yang tadi tertidur, kini langsung terbangun.


"Ada apa?" tanyanya mencoba menyadarkan Pak Tono dari ketakutannya yang masih menjerit. Istri Pak Tono yang bernama Nana menyalahkan lampu, membuat kamar itu terang benderang Nirbita pun hilang membuat Pak Tono menjadi kebingungan.


"Ta-di-tadi, aku melihat dia," ucapnya dengan nada ketakutan.


Setelah pagi pun tiba, Pak Tono langsung memeriksa jimat yang ditempelnya di atas pintu, menanyakan kepada satpam apakah ada orang lain yang masuk semalam, tapu Satpam mengatakan tidak ada siapapun yang datang.


Pak Tono kembali melihat jimatnya di atas pintu utama, masih ada disana.

__ADS_1


"Lalu siapa yang aku lihat semalam mungkinkah itu memang arwah Nirbita atau hanya orang yang ngerjainku," gumamnya lagi. Kemudian, ia kembali mengarah ke pohon besar yang ada di belakang kediamannya, juga mengecek jimat yang disimpan disananya. Jimat itu juga masih ada di sana, membuat ia merasa lebih tenang.


"Berarti semalam memang hanyalah halusinasiku yang terlalu terbawa berita-berita yang sedang viral, sebaiknya aku tak melihat berita-berita itu lagi," gumamnya, kemudian ia pun kembali masuk ke dalam rumah menikmati sarapan yang dibuat oleh istrinya. Namun, tiba-tiba kopi yang diminumnya berubah menjadi berwarna merah.


"Apa ini? Aku kan minta kopi!" ucap Pak Tono pada istrinya.


"Aku membuat kopi, itu adalah kopi. Apa maksudmu?" tanya Nana yang merasa yakin jika ia membuat kopi, bukan minuman lainnya.


"Jika kopi, lalu kenapa warnanya menjadi merah seperti ini, kamu seperti menyajikanku secangkir darah saja," ucap kesal Pak Tono membuat Nana yang sedang sibuk di dapur pun menghampirinya dengan kesal. Nana menuangkan ulang kopi yang berada di cangkir ke dalam gelas transparan dan terlihat jelas jika yang dituang istrinya adalah kopi. Pak Tono mengucek-ngucek matanya setelah membuka kacamata yang bertengger di hidungnya dan yang dilihat juga adalah kopi.


'Lalu kenapa tadi berwarna merah?' batinnya lagi.

__ADS_1


"Sepertinya kacamata Bapak harus diganti," kesal Nana, kemudian ia pun balik ke dapur membuat sarapan untuk mereka.


__ADS_2