Nirbita ( Cinta Dua Alam)

Nirbita ( Cinta Dua Alam)
Rahasian Si pembunuh


__ADS_3

Kalandra yang sudah tahu maksud dan keinginan Nirbita, kembali ikut dengannya sampai ke rumahnya di kota pun memutuskan kembali membantu Nirbita. Ia pun menghampiri rumah Agam.


Ia meminta Agam untuk menghampiri kediaman tetangganya yang bernama Pak Toni.


"Ngapain sih kita menghampiri mereka, kayak nggak punya kerjaan saja?" tanya Agam yang kini berdiri di depan jendela kamarnya yang langsung mengarah ke rumah pak Toni.


"Ya nggak apa-apa, aku mau mampir saja sepertinya rumahnya terlihat sangat nyaman, aku juga lagi bosan di rumah sendiri, ayah dan ibuku sedang keluar kota," ucap Kalandra masih terus menatap kediaman keluarga Toni dengan teropong yang sengaja dibawanya dari rumah.


"Kamu mau ngintip istrinya ya?" tebak Agam di mana istri Pak Toni memang sangat cantik dan seksi.


"Enak saja kalau bicara, ngapain juga aku ngintipin istri orang. Oh ya, memangnya itu istri sahnya Pak Toni ya? Kok bisa secantik itu, masih muda lagi," ucap Kalandra yang sudah menangkap sosok cantik dan seksi yang ada di rumah itu. Kalandra jadi teringat dengan apa yang dikatakan oleh Nirbita semalam, jika ia dibunuh karena melihat pembunuhan yang dilakukan oleh pemilik villa yang tak lain adalah Pak Toni.


"Aku dengar sih dia istri keduanya, istri pertamanya sudah meninggal dan meninggalnya juga di villa," jawab Agam.

__ADS_1


Agam mengambil teropong yang dipegang oleh Kalandra, berniat ingin melihat sosok seksi yang ada di rumah Pak Toni. Namun, saat meletakkan teropong itu di depan matanya, bukannya melihat wanita seksi Agam malah melihat Nirbita yang tepat berdiri di depannya, terlihat jelas karena terlihat dari teropong.


Agam sangat terkejut, ia melepas teropong dan melihat dengan matanya langsung di mana tadi Nirbita berdiri. Namun, ternyata Nirbita sudah tak ada di sana di halaman belakang Pak Tono. Ia pun kembali melihat teropongnya dan melihat ke arah mana tadi Nirbita berdiri. Tapi, Nirbita sudah tak ada di sana. Ia melihat sekeliling tempat Nirbita berdiri tadi. Namun, Nirbita tetap tak ada.


"Kamu kenapa, sih? Cari apa?"" tanya Kalandra yang melihat wajah kepanikan di wajah sahabatnya itu. Kemudian, langsung mengambil kembali teropongnya. Ia kembali melihat ke arah rumah Pak Toni dengan penuh selidik, mencoba memprediksi di mana Pak Toni meletakkan barang yang membuat Nirbita tak bisa masuk ke rumah itu. Mungkinkah ada jimat atau sejenisnya yang disimpan di sana untuk menangkal roh-roh yang ingin masuk ke dalam rumahnya.


"Kalandra, tadi aku melihat Nirbita di belakang rumah Pak Toni, coba kamu perhatikan lagi apa aku salah lihat ya?" Agam kembali mencoba menatap penuh selidik pada sekitaran rumah Pak Toni tanpa teropong. Namun, tetap saja ia tak bisa melihat Nirbita.


"Untuk apa kamu mencari Nirbita di rumah Pak Toni? Dia sekarang ada di belakangmu," ucap Kalandra menahan tawanya, di mana saat ini Nirbita memang sudah ada di belakang Agam.


"Sudah sana, ini Nirbita sudah cerita jika dia meminta bantuan kita untuk membuka jimat agar dia bisa masuk ke rumah Pak Toni. Apa kau tahu, yang membunuh Nirbita adalah Pak Toni, ia tak bisa tenang sampai kita membantu dia agar bisa membuat Pak Tono mengakui kesalahannya," ucap Kalandra yang kini duduk di samping Nirbira dengan tenangnya. Di mana Nirbita saat ini duduk di sofa yang ada di ruangan itu, masih dengan duduk tegak dan melihat ke arah Agam dengan menarik garis senyumnya.


Agam heran, mengapa kalandra terlihat begitu santai. Ia bahkan terlihat berbincang dengan Nirbita, dimana Nirbita sedang menerangkan di mana saja mereka harus mencari benda yang ditanam oleh Pak Toni.

__ADS_1


"Kamu dengar sendiri kan? Bagaimana jika malam nanti kita mulai beraksi, kita cari benda-benda yang dimaksud Nirbita. Kamu mau kan?"


Mendapat pertanyaan itu, Agam hanya terdiam, ia masih merasa takut dengan Nirbita. Walau bagaimanapun, Nirbita bukanlah manusia.


"Aku tahu kamu takut padaku, tapi tenang saja aku sama sekali tak berniat untuk menyakiti kalian. Aku hanya meminta bantuan kalian. Banyak orang yang bisa melihatku, tapi tak ada yang bisa berkomunikasi denganku, berbeda dengan kalian. Aku mohon, aku ingin beristirahat dengan tenang, tapi sampai Pak Toni mengakui kesalahannya dan aku tak akan bisa beristirahat dengan tenang," pinta Nirbita


"Baiklah, akan aku usahakan, tapi aku tak janji bisa membantumu. Pak Toni cukup tertutup untuk hal-hal seperti itu, dia bahkan tak mengizinkan siapapun masuk ke rumahnya," jelas Agam.


"Justru itu kita tidak akan minta izin, kita akan masuk secara diam-diam malam nanti," jawan Kalandra mantap


"Dia orang yang berbahaya, kita harus hati-hati, aku tak mau nasib yang menimpa Nirbits juga terjadi pada kita."


"Tenang saja, Nirbita akan menuntun kita," ucapnya melihat Nirbita dan Nirbita pun menggangguk.

__ADS_1


"Aku mohon," ucap Nirbita lagi membuat Agam pun akhirnya menyetujui ide dari Kalandra. Mereka akan masuk dan memeriksa rumah Pak Toni secara diam-diam malam nanti.


__ADS_2