Nirbita ( Cinta Dua Alam)

Nirbita ( Cinta Dua Alam)
Rasanya Enak


__ADS_3

Sesampainya di kampus, Kalanda kembali menggandeng Nirbita seperti apa yang dilakukannya kemarin. Bedanya, kemarin semua memandangnya dengan pandangan aneh saat Kalandra terus saja bercerita seorang diri dan terlihat seperti menggandeng seseorang. Berbeda dengan hari ini, semua melihat ke arahnya dengan tatapan penuh tanya dan tatapan mengagumi sosok yang berjalan bersamanya.


"Sepertinya, dari tatapan mereka, semuanya bisa melihat melihatmu," ucap Kalandra, walau ia terlihat cuek dan tak menggubris orang-orang yang melihat ke arahnya. Namun, ia terus memperhatikan bagaimana ekspresi mereka dan terlihat jelas jika mereka melihat ke arah Nirbita, bukan melihat ke arahnya.


Mendengar itu, Nirbita sangat senang. Ia sudah sangat merindukan saat-saat seperti ini, ke kampus dan diperhatikan banyak orang.


Nirbita pun masuk ke kelas di mana Kalandra juga belajar, di sana ia duduk di samping Kalandra.


"Kalandra kamu dengan siapa? Kenalin dengan kita dong," tanya salah satu teman Kalandra yang duduk di belakangnya.

__ADS_1


Mendengar itu, Kalandra makin yakin begitupun dengan Nirbita jika dugaan mereka benar. Semua teman-temannya dapat melihat Nirbita sebagai manusia normal.


"Hai, kenalkan aku Nirbita," ucap Nirbita mengulurkan tangannya.


Namun, Kalandra baru mengingat walaupun mereka sudah melihat Nirbita. Namun, tangan Nirbita yang terasa dingin masih sama tak ada perubahan sedikitpun, membuat Kalandra langsung menarik tangan Nirbita begitu temannya itu ingin menyambut uluran tangan Nirbita.


"Ayo, duduk. Sebentar lagi dosen akan masuk, kenalannya nanti saja," ucap Kalandra dan memang dosen pembimbing mereka sudah berada di depan pintu.


Saat pelajaran berlangsung, Nirbita terus menjawab pertanyaan-pertanyaan dari dosen tersebut dan interaksi antara mereka pun terus terjalin, saling tanya jawab tak seperti biasanya, kelas yang dibawakan oleh dosen tersebut hanya diam dan mendengar penjelasannya, membuat dosen tersebut senang dengan keberadaan Nirbita.

__ADS_1


Suasana mengajar di kelas itupun menjadi hidup, mahasiswi yang lainnya ikut tertantang untuk bertanya dan juga menjawab, membuat materi yang biasanya dibawakannya membosankan bagi semua, kini terasa menyenangkan dan mudah dipahami.


Setelah selesai, Kalandra pun mengajak Nirbita ke kantin, mereka juga makan bersama. Awalnya, Nirbita ragu untuk mencicipi makanan yang ada di depannya, Kalandra sengaja memesankan khusus untuknya.


"Ayo, makan," ucap Kalandra saat dia sendiri sudah memakan makanannya, Nirbita dengan ragu mengambil sendok dan mulai mencicipi makanan yang ada di depannya. Selama ini, ia tak pernah makan. Ini untuk pertama kalinya ia kembali merasakan lidahnya bisa memakan makanan seperti manusia pada umumnya, ia tersenyum bahagia


"Bagaimana?" tanya Kalandra yang juga penasaran apakah Nirbita bisa merasakan makanan tersebut


"Aku bisa merasakannya, rasanya enak," ucap Nirbita kemudian mereka pun makan dengan lahap, bahkan saking senangnya Nirbita sampai memesan lagi dan lagi, sampai ia merasa perutnya benar-benar kenyang. Setelah menghabiskan 4 porsi, Nirbita menangis membuat teman-temannya yang sedang makan di sana terkejut mendengar tangisan Nirbita. Kalandra sendiri panik dan takut disalahkan karena apa yang terjadi pada Nirbita. Ia juga takut jika ia melakukan kesalahan dengan memberikan Nirbita itu makanan.

__ADS_1


"Ada apa? Apakah perutmu sakit?" tanya Kalandra khawatir membuat Nirbita menggeleng.


"Nggak, aku menangis bukan karena sakit. Aku merasa senang setelah sekian lama aku bisa merasakan benar-benar menjadi manusia, apakah aku bisa kembali seperti dulu lagi?" ucqpnya dengan menangis sesegukan. Ucapan Nirbita itu membuat Kalandra bernafas lega, tadinya dia berpikir dia melakukan kesalahan dengan memberikan makanan kepada Nirbita.


__ADS_2