
Hari ini Nirbita dan juga Kalandra selain menikmati kebersamaan mereka dengan Nirbita yang sudah bisa melakukan hal-hal layaknya manusia biasa, mereka juga mulai mencari alamat Nirbita. Ternyata, kedua orang tua Nirbita serta keluarga yang lainnya sudah pindah 10 tahun yang lalu dan Nirbita sama sekali tak tahu kemana mereka semua pergi. Mereka bertanya kepada para tetangga.
Nirbita sengaja tak turun dari mobil, ia tak ingin membuat mereka semua terkejut dengan keberadaannya, pasti mereka semua mengenalnya. Hanya Kalandra yang turun bertanya alamat keluarga Nirbita yang baru.
Setelah mendapatkan alamat yang dicarinya, Kalandra pun kembali ke mobil dan segera melajukan mobilnya pergi dari kampung itu.
"Bagaimana, dapat?" tanya Nirbita penasaran, ia sudah sangat ingin bertemu dengan keluarganya, setidaknya ia bisa berpamitan kepada mereka.
"Tentu saja," ucap Kalandra memberikan secarik kertas kepada Nirbita. Selain alamat, di sana juga terdapat sebuah surat. Nirbita membuka dan membacanya, ia menangis tersedu-sedu saat membaca surat itu, membuat Kalandra terkejut dan menepikan mobilnya.
"Ada apa?" tanya Kalandra membuat Nirbita memeluk erat surat yang tadi dibacanya.
Nirbita tak bisa menjawab, ia hanya terus menangis membuat Kalandra mengambil surat tersebut dan ikut membacanya. Ternyata itu surat yang ditulis memang untuk diberikan kepada Nirbita, di mana di sana tertulis jelas jika mereka selalu menunggu Nirbita untuk datang. Mereka tak percaya jika Nirbita telah tiada, semua keluarga percaya jika Nirbita mungkin hanya mengalami sesuatu kejadian yang tak mengizinkannya untuk kembali kepada mereka, jika suatu saat nanti perasaan itu dibaca mereka sengaja memberikan alamat yang baru agar Nirbita bisa menyusul mereka ke tempat mereka saat ini.
__ADS_1
"Apakah kamu belum diizinkan pergi karena kamu ingin diberi kesempatan untuk berpamitan kepada mereka?" tanya Kalandra membuat Nirbita kembali menggeleng. Yang ia tahu saat ini, ia sangat merindukan keluarganya.
Kalandra melihat alamat yang tertulis di sana dan mencarinya di Google, ternyata itu terletak di sebuah desa yang ada di luar kota dan memakan waktu sehari jika ingin ke sana.
"Apa kamu bisa menahan rasa rindumu oada mereka? Kita perginya besok saja ya, ini sudah sore kamu nggak apa-apa kan?" tanya Kalandra.
"Iya, tentu saja. Aku mengerti kok, jaraknya cukup jauh dari sini, aku mengenal tempat ini. Ini adalah kampung dari ibu nenek dan ibu tinggal di sana, itu akan membutuhkan sekitar 10 jam perjalanan dengan mobil. Jika pergi sekarang, kita juga akan sampai kemalaman dan sangat berbahaya. Kita pergi besok pagi saja, maaf ya sudah merepotkanmu," ucap Nirbita membuat Kalandra pun menggangguk.
"Nggak apa-apa, sekarang kita pulang dulu ya, kita siapkan semuanya. Kita ajak Agam juga biar lebih ramai dan kami bisa bergantian membawa mobil," ucap Kalandra lagi membuat Nirbita hanya mengangguk setuju.
Begitu mereka sampai di rumah Kalandra, ternyata Agam sudah menunggu mereka di teras rumah. Begitu Kalandra datang, Agam langsung menghampiri mereka berdua.
"Ini beneran ya? Nirbita bisa dilihat orang-orang, bahkan di kampus tadi Nirbita bisa menjadi topik pembahasan. Katanya kamu membawa gadis cantik ke kampus," ucap Agam yang tadi tak sempat bertemu dengan Kalandra dan juga Nirbita saar di kampus tadi dan hanya mendengar kabar mereka saja.
__ADS_1
"Ayo, kita masuk saja. Nanti di dalam aku ceritakan," ucap Kalandra masuk ke dalam rumah, begitupun dengan Nirbita disusul oleh Agam.
Kalandra langsung menuju ke kamarnya dan menceritakan semua apa yang terjadi di kampus tadi, kemudian menceritakan rencana mereka untuk pergi ke kampung halaman Nirbita.
Agam mengangguk-ngangguk mendengar semuanya. "Bagaimana? Apa kamu mau ikut?" tanya Kalandra.
"Tentu saja aku ikut, aku juga belum pernah ke daerah itu. Sekalian kan kita tambah-tambah pengalaman," ucap Agam. Jika mengenai petualangan Agam tak akan mau ketinggalan.
Hari sudah sore membuat mereka pun mulai menyiapkan perlengkapan, mereka alan pergi sepagi mungkin, mereka membawa beberapa pakaian dan juga beberapa keperluan yang akan mereka gunakan saat dalam perjalanan, mengingat perjalanannya memakan waktu yang cukup lama. Selain makanan, mereka juga membawa alat-alat keselamatan lainnya.
*****
Pagi hari mereka sudah siap dengan semua kebutuhan mereka, semua siap untuk berangkat dan Nirbita sudah tak sabar ingin bertemu dengan keluarganya. Mereka pun mulai berkendara dengan Agam yang membawa mobil terlebih dahulu, sementara itu Kalandra dan Nirbita terus berbincang, merencanakan apa yang akan mereka lakukan saat sampai di sana.
__ADS_1
Apakah Nirbita akan menemui mereka langsung atau melalui perantara saja, mereka juga membahas apa yang akan dilakukannya setelahnya, apakah jika orang tuanya tahu jika Nirbita sudah meninggal apakah mereka bisa menerima.
Dan yang paling penting, Kalandra menanyakan kepada Nirbita jika ia bertemu keluarganya nanti, akankah ia kembali pulang bersama mereka atau akan tinggal bersama keluarganya sampai ia mengetahui tujuan ia di dunia ini.