
Nirbita yang sudah tahu jika Pak Tono sudah mengetahui jika jimat itu sudah diganti, ia tak mau membuang waktu lagi, ia ingin menyelesaikan semuanya malam ini.
Di saat Nana dan Pak Tono mencoba untuk tertidur, suara tangis kembali mereka dengarkan. Suara tangis yang sangat memilukan, semakin lama suara tangis itu semakin terdengar jelas. Pak Tono dan Nana saling melihat, kemudian mereka bisa mendengar jika suara tangis itu berada di bawah kolong tempat tidur mereka.
Pak Tono memberanikan diri untuk menunduk dengan perlahan, ia melihat ke bawah kolong tempat tidur dan melihat Nirbita ada di sana. Ia memejamkan mata setelah melihat Nirbita dan kembali ke posisinya semula di samping Nana.
"Siapa, Pak? Apa gadis itu ada di bawah sana?" tanya Nana membuat Pak Tono pun mengangguk dengan tubuh yang bergetar hebat.
__ADS_1
Nana yang ketakutan langsung turun, untuk berlari menuju pintu. Namun, begitu ia menginjakkan kakinya di lantai, tangan Nirbita langsung menggenggam kakinya. Nana yang melihat kakinya dipegang oleh seseorang dari bawah kolong tempat tidur menjerit sekuat tenaga, membuat satpam yang berada di luar mendengar jeritan dari majikannya itu. Sontak saja ia langsung menghampiri pintu dan menggedor-gedor pintunya.
"Bapak, Ibu! Ada apa? Buka pintunya," tanya satpam tersebut. Namun, Nana terus menjerit saat cengkraman itu semakin mencengkram kakinya dan semakin menariknya.
"Bapak, tolong!" ucap Nana membuat Pak Tono dan tempat tidur dan mencoba menarik kaki istrinya. Namun, keduanya justru terjatuh terduduk di lantai.
Semakin lama semakin menarik Nana hingga kini separuh kakinya sudah masuk ke dalam kolong tempat tidur. Nana terus menjerit dan meminta Pak Tono untuk menariknya.
__ADS_1
Pak Tono yang juga ketakutan langsung meninggalkan istrinya dan mencoba untuk membuka pintu. Namun, pintu tak mau terbuka, kuncinya pun tak mau terputar.
"Cepat buka pintunya, dobrak pintunya!" ucap Pak Tono meminta satpam melakukannya. Namun, pintu itu terlalu kuat hanya untuk di dobrak satu orang.
"Bapak, tolong!" ucap Nana yang kini setengah badannya sudah masuk ke dalam kolong tempat tidur. Pak Tono melihat ke arah jendela, ia tak pedulikan lagi nasib istrinya. Ia membuka jendela dan dengan tangan bergetar membuka baut pada pengaman jendela tersebut, setelah berhasil membukanya ia pun dengan cepat keluar meninggalkan istrinya yang terus menjerit meminta bantuannya. Saat ini tubuh Nana nyaris masuk seutuhnya ke dalam kolong tempat tidur, ia bisa merasakan suhu dingin di sekujur tubuhnya yang sudah masuk ke dalam tempat tidur dan ia pun pingsan.
Begitu Nirbita melihat istri dari Pak Tono, salah satu yang telah membunuhnya itu telah tak sadarkan, Nirbita pun membuka pintu dan membiarkan satpam itu masuk menolong majikannya, kemudian kembali membereskan Pak Tono yang sudah kabur.
__ADS_1
Pak Tono menaiki mobilnya dengan cepat, menjalankannya, meninggalkan rumah itu. Menabrak pintu gerbang yang masih terkunci, ia terus melajukan mobilnya menjauh dari rumah itu. Setelah dirasanya cukup jauh, ia pun tertawa terbahak-bahak merasa jika dia sudah berhasil melarikan diri dari rumah di mana di sana ada Nirbita. Namun, ia tiba-tiba langsung mengerem mendadak mobilnya, saat melihat Nirbita berdiri tepat di hadapannya.