Nirbita ( Cinta Dua Alam)

Nirbita ( Cinta Dua Alam)
Kebebasan Nirbita.


__ADS_3

Kalandra berjalan menghampiri Nirbita, dan menepiskan rasa takutnya dan lebih mementingkan rasa penasarannya. Mengapa Nirbita yang biasanya terlihat tersenyum, kini terlihat murung dan terus melihat ke arah suatu tempat. Ia bahkan menunjuk ke arah sudut ruangan itu, Kalandra terus berjalan dengan bantuan penerangan pada ponselnya, samar-samar ia melihat sebuah kotak besar di sana.


Tukang kebun juga menghampiri Kalandra, ia sama sekali tak melihat Nirbita membuat tak ada rasa takut di hatinya. Namun, tetap saja ia bisa merasakan kehadiran Nirbita, tubuhnya terasa merinding dan terselip rasa takut. Namun, melihat Kalandra yang terlihat memerhatikan sesuatu ia pun ikut memperhatikannya. Sedangkan, Agam masih tetap berada berdiri di tempatnya, ia tak berani mendekat dan terus berdiri di dekat jendela.


"Ini kotak apa, Pak?" tanya Kalandra pada tukang kebun.


"Aku juga tak tahu, aku tak pernah membuka ruangan ini dan tak tahu apa isinya," ucapnya juga ikut penasaran, kemudian mereka melihat jika kotak itu juga tergembok.

__ADS_1


Kalandra melihat dimana tukang kebun itu menyimpan linggisnya, ternyata ada di dekat pintu masuk. Ia pun berjalan cepat menghampiri linggis itu dan mulai mencoba memukul-mukul gembok yang berkarat itu. Kalandra cukup sulit untuk membukanya, membuat si tulang kebun kembali mengambil alih, setelah gemboknya berhasil dibuka keduanya pun membuka kotak itu dan memeriksa apa yang ada di dalamnya. Keduanya langsung memundurkan langkah mereka saat melihat tulang belulang yang ada di dalam kotak tersebut.


"Tulang apa ini, Pak?" tanya Kalandra melihat tulang tengkorak kepala yang jelas ada di sana dan yang paling membuatnya terkejut, baju yang membalut tengkorak itu sama dengan baju yang digunakan Nirbita. Ia pun melihat ke arah Nirbita berdiri tadi, ingin memastikan baju mereka sama atau tidak. Namun ternyata Nirbita sudah menghilang dari ruangan itu.


"Ke mana dia?" tanya Kalandra membuat tukang kebun pun bingung siapa yang dicari oleh Kalandra karena mereka bertiga masih ada di ruangan itu.


Agam yang penasaran dengan apa yang dilihat mereka juga ikut memberanikan diri mendekati Kalandra dan juga tukang kebun. Iq juga melihat Nirbita juga sudah tak ada di sana, ia tak kalah terkejutnya melihat apa yang mereka lihat tadi.

__ADS_1


"Sudah jelas ini tubuh Nirbita," ucap Agam membuat tukang kebun tersebut melihat ke arah Agam.


"Siapa Nirbita?" tanya tukang kebun tersebut, kemudian Agam menunjuk ke arah jendela besar, di mana tadi mereka berdiri. Kalandra juga melihat ke arah yang ditunjuk oleh Agam, terlihat Nirbita kembali berdiri di sana, perlahan tubuhnya terlihat transparan dan melambaikan tangan kepada mereka.


Kalandra tanpa sadar juga mengangkat tangannya dan melambaikan pada Nirbita, membalas senyum Nirbita yang lebih ceria, membuat Agam langsung menurunkan tangan Kalandra .


"Kalian melambai pada siapa?" tanya tukang kebun tersebut. Ia juga ikut melambai ke arah jendela walau tak tahu siapa yang ada di sana. Namun, satu yang ia tahu, di ruangan itu ada makhluk selain mereka. Ia bisa merasakan suasana yang berbeda dan melihat tengkorak manusia yang ada di kotak itu. Melihat Kalandra yang berani membuat dia juga ikut berani.

__ADS_1


__ADS_2