Nirbita ( Cinta Dua Alam)

Nirbita ( Cinta Dua Alam)
Permintaan Nirbita


__ADS_3

"Pak, Bi. Apa kalian ada melihat sesuatu?" tanya Kalandra mencoba untuk tak terkejut dengan kemunculan Nirbita di belakang Bibi.


"Maksudnya sesuatu apa, Den?" tanya pak Satpam yang kembali merasakan hawa dingin.


"Jadi bapak tak melihat apa-apa?" tanya Kalandra memastikan jika hanya dia yang melihat kehadiran Nirbita.


"Iya, Den. Tapi, bapak merinding. Sepertinya ada sesuatu di sekitar ruangan ini."


Mendengar jawaban Pak satpam membuat Kalandra pun ikut berpura-pura tak melihat Nirbita.


"Ya, udah, Pak. Kita lanjutkan makannya, aku masih lapar," ucap Kalandra berlalu melewati Nirbita yang masih berdiri di belakang bibi.

__ADS_1


Bibi dan Pak satpam pun ikut kembali bergabung dengan Kalandra, melanjutkan makan mereka.


Nirbita kembali duduk di salah satu kursi yang ada di meja makan itu, tepatnya di samping kalandra. Namun, lagi-lagi Kalanda berpura-pura tak melihat kehadiran Nirbita, setelah makan Kalanda langsung kembali bermain game di ruang tengah. Ia sengaja mengeraskan suara volume TVnya dan sibuk sendiri dengan gamenya mengabaikannya Nirbita yang ikut duduk di sampingnya.


Setelah cukup lama bermain game dan Nirbita masih betah di sampingnya, Kalandra pun masuk ke kamar mandi, menyikat gigi dan mencuci wajah, ia masih dengan berpura-pura tak melihat Nirbita yang sejak tadi mengikutinya


Kalandra bersiap untuk tidur, ia menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya, ia sudah tak bisa lagi menahan perasaannya. Namun, Ia terus mencoba untuk berpura-pura tak melihat Nirbita, berharap jika makhluk cantik yang ada di sampingnya itu pergi dari kamarnya. Namun, ia merasa ada sesuatu yang berbaring di sampingnya. Ia Pun dengan perlahan memberanikan diri membuka selimut yang tadi menutupi seluruh tubuhnya dan yang dilihat adalah Nirbita yang berbaring di sampingnya, melihat ke arahnya dengan tatapan yang berbeda.


Kalandra pun duduk dan menatap Nirbita yang juga ikut duduk di sampingnya, kini ia tak berpura-pura lagi jika ia tak bisa melihat Nirbita.


Ia menatap mata Nirbita tanpa rasa takut, tapi hanya rasa kekesalan di hatinya saat ini. Ingin rasanya ia memaki dan marah pada sosok wanita cantik yang ada di sampingnya itu. Namun, saat menyadari jika wanita cantik itu bukanlah manusia membuat ia mengurungkan.

__ADS_1


"Ada apa sebenarnya? Bukannya aku sudah membantu menemukan tubuhmu lalu mengapa kamu kembali hadir menggangguku? Apa masih ada yang kurang?" tanyanya membuat Nirbita pun mengangguk.


"Tolong bantu aku singkirkan benda yang ada di rumah orang yang membuatku seperti ini, aku tak bisa masuk," ucap Nirbita membuat Kalandra tak mengerti apa yang dikatakannya, apa yang harus disingkirkannya, dia tak bisa masuk kemana?


"Aku tak mengerti apa yang kamu katakan. Coba jelaskan secara perlahan agar aku bisa membantumu!" ucap Kalandra yang kini sudah mulai tak takut lagi, melihat Nirbita yang terlihat bersahabat.


Nirbita pun mulai menceritakan semua, jika 10 tahun yang lalu ia meninggal karena tak sengaja melihat pemilik rumah sedang berselingkuh dengan wanita lain dan menghabisi istri sahnya, tak ingin jika perselingkuhannya itu diketahui orang lain, pria itu yang tak lain sang pemilik villa pun membunuhnya dan menyimpan tubuhnya di gudang belakang, entah apa yang diberikan oleh orang yang membunuhnya itu sehingga ia selama ini tak bisa keluar dari villa itu, rohnya seolah terkunci di sana dan saat tubuhnya itu ditemukan Ia pun bisa keluar dan terbebas ingin pergi ke mana saja.


"Sampai sekarang tak ada yang tahu apa penyebab kematianku. Aku tak ingin orang yang menyebabkan kematianku itu masih bersenang-senang di luar sana. Aku sudah mencoba mendatangi kediamannya. Namun, aku tak bisa masuk seolah ada benteng yang melindungi mereka agar aku tak bisa masuk dan membuat mereka mengakui kesalahannya.


Mendengar itu kalandra pun mengerti dan ternyata orang yang telah menghabisi Nirbita 10 tahun yang lalu tempat tinggalnya tak jauh dari kediamannya, lebih tepatnya hanya tiga rumah dari rumahnya. Rumah pelaku itu berada di samping rumah Agam.

__ADS_1


__ADS_2