Nirbita ( Cinta Dua Alam)

Nirbita ( Cinta Dua Alam)
Ketakutan Pak Tono


__ADS_3

Nana yang melihat dan mendengar suaminya ketakutan seperti itu, langsung ikut berlari ke kamar dan mengetuk-ngetuk pintunya. Namun, kamarnya ternyata terkunci, membuat Nana tak bisa masuk dan hanya terus mengetuk pintunya. Nana yang tak tahu harus berbuat apa, langsung keluar dari rumah memanggil satpam.


"Pak, tolong bantu dobrak pintu kamar!" ucap Nana. Pak satpam langsung mengikuti majikannya yang sudah masuk dan langsung mencoba mendobrak pintu. Namun, pintu itu begitu kokoh, membuat Pak satpam tak bisa untuk melakukannya sendiri. Ia menelpon teman untuk meminta membantunya. Satpam tersebut kemudian menelepon satpam yang menjaga rumah Agam.


"Tolong datang dulu ke rumah majikanku, ya. Bantu saya mendobrak pintu kamar majikanku, pintunya terkunci dan sepertinya orangnya di dalam sedang ada masalah," ucap satpam tersebut membuat satpam Agam mengatakan akan segera datang setelah meminta izin kepada majikannya.


Setelah panggilan mereka ditutup, satpam Agam pun langsung menghampiri Agam dan Kalandra yang ada di ruang tengah, mereka sedang bermain bersama. Mendengar apa yang dikatakan satpam, mereka pun juga ikut menyusul, mereka sudah menduga-duga jika akan terjadi sesuatu di rumah itu, mengingat Nirbita ada di sana.


Ketiganya pun segera naik ke dalam mobil Agam dan mereka pun melanjutkan mobilnya menuju ke rumah Pak Tono. Begitu mereka masuk, ternyata Pak Tono sedang terkunci di kamarnya dengan satpam yang masih mencoba membukanya. Mengingat ruang itu adalah ruang pribadi Pak Tono, membuat hanya Pak Tono yang memiliki kuncinya. Tak ada kunci cadangan yang dipegang oleh pembantu ataupun istrinya sendiri.

__ADS_1


"Ayo, Pak. Kita dobrak saja," ucap Kalandra membuat mereka pun semua beramai-ramai mendobraknya. Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya mereka pun berhasil.


"Bapak!" teriak Nana saat melihat suaminya tergeletak di lantai dengan keadaan tak sadarkan diri, sedangkan Kalandra dan Agam melihat Nirbita yang duduk santai di atas tempat tidur, sambil memainkan kuku-kuku lentiknya.


Kedua satpam tersebut langsung mencoba membawa Pak Tono ke tempat tidur dan sementara itu Nana langsung menelpon dokter keluarga mereka.


"Ya sudah, Bu. Kami permisi dulu," ucap Kalandra menarik Nirbita untuk ikut pulang bersama dengannya, begitupun dengan satpam ikut pulang dengan mobil Agam.


"Katanya sih tadi cuman teriak-teriak, katanya ada setan," jelas satpam tersebut, ia juga mengusap tengkuknya.

__ADS_1


"Bapak, kenapa, Pak?" tanya Agam melirik Pak Satpam yang terus saja mengusap tengkuknya.


"Bapak hanya merinding, suasana di mobil ini juga sama dengan suasana di kamar Pak Tono tadi, seperti ada sesuatu," ucap Pak satpam tersebut, melihat ke kiri dan ke kanannya, melihat dan ke belakang.


"Bapak merasa ada hantu ya?" goda Agam membuat Pak satpam pun mengangguk.


"Katanya yang bekerja di rumah Pak Kalandra juga merasakan hal yang sama, dia sering merinding dan merasa ada hal-hal yang terjadi di rumah Aden, ya?" tanya satpam tersebut melihat ke arah Kalandra.


"Bukan hanya itu, Pak. kalau di rumahku lebih ngeri lagi, bahkan terkadang ada suara-suara tertawa, menangis dan menjerit. Padahal di rumah itu tak ada siapapun, selain aku, bibi dan Pak satpam," ucap Kalandra. Tiba-tiba suara tawa terdengar di mobil itu, membuat mereka tersentak kaget. Bahkan Kalandra dan Agam yang tahu jika itu adalah Nirbita juga tersentak kaget.

__ADS_1


"Maaf ya, aku hanya bercanda," ucap Nirbita, kemudian ia tertawa terbahak-bahak.


__ADS_2