
Saran author jangan baca cerita ini, ayo baca di kisah Mak comblang dan Mafia sajađđ
âPernikahanmu 1 minggu lagi. Sementara mempelai wanita telah diusir daââ
âDia melarikan diri, Andreâ potong pria yang sudah lama menahan marah dengan meremat kuat cincin pernikahannya.
âAyolah Alex, sebelumnya kau telah mengusir Natania, jadi dia pergi membawa uangmu dan kekasih diam-diamnyaâ kata Andre dengan nada rendah. Ia tahu temannya ini akan menembak dengan mata tajamnya.
Alexo Hedwin Moa, dia adalah seorang pemimpin perusahaan diberbagai cabang milik Ayahnya. Memiliki segalanya membuat Alex tidak pernah merasakan rasanya sebuah cinta yang tulus. Ia selalu putus menjelang hari pernikahannya, dikarenakan mereka hanya mengejar hartanya saja.
Namun hal itu tidak membuatnya kesusahan untuk memuaskan hasratnya, dimana hampir semua wanita yang pernah menjadi kekasihnya, telah ia sentuh.
âAku tidak boleh mengecewakan orang tuaku lagi. Terlebih, martabatku sedang dipertaruhkan disiniâ kata Alex sudah cukup membuat kedua orang tuanya down karena pernikahannya yang selalu gagal.
âLalu, kau mau aku bagaimana? Mau aku kenalkan teman-temanku saja?â tanya Andre menawarkan bantuan.
âIya boleh. Aku akan melakukan kontrak pernikahan dengan merekaâ Alex bangkit dari kursi kantornya, âBegini, carikan aku wanita yang mau aku ajak menikah kontrak selama 1 tahunâ
âPasti banyak yang mau! Kau mau seperti apa? Body, face, Language, attitude?â tanya Andre blak-blakan. Ia sudah membuka lembaran buku untuk mencatatnya.
âApa saja! terserah, yang penting dia mau menikah kontrak denganku. Aku akan memberinya uang bulanan senilai 500 juta. Setelah kontrak selesai akan aku beri tambahan sebagai pesangon senilai 1 Milyarâ kata Alex begitu enteng.
âJika mengenai uang dia memang royal. Mungkin itulah sebabnya banyak wanita hanya mengejar uangnya sajaâ monolog Andre menggelengkan kepala.
âEhem, ok. Tidak penting masalah wajah, body kan⌠mudah kalau begituâ
Tanpa berlama-lama pria yang merupakan temannya itu segera pergi ke kantor cabangnya.
_____
Di tempat lain.
Sebuah tempat dimana banyak sekali pelanggan berdatangan memasuki restoran cepat saji milik pengusaha wanita muda yang memiliki wajah cantik. Namun, bukan itu perhatian para pelanggan disana, melainkan seorang wanita bercadar yang mondar-mandir menghidangkan makanan.
Wanita bercadar itu memakai syarâi tebal serta panjang, membuat dirinya menjadi pusat perhatian banyak orang. Wanita itu memilih untuk mengabaikan demi sejumput uang digenggaman tangan.
âMeja no 21 dengan pesanan steak, kentang goreng dan minumannya jus mangga dan jus apel. Betul?â tanya wanita bercadar itu untuk memastikan saja.
Pasangan itu hanya mengangguk, membiarkan wanita bercadar itu menghidangkan pesanan mereka.
âBesok lagi ya mbak kalau emang niat kerja itu pakai baju yang nyaman dikit. Iya sih situ emang nutupin aurat, cuma nempatin pekerjaan dong. Mbak kan tahu sebagai pelayan sering mondar-mandir, kalau kesandung rok terus nampannya jatuh gimana? Bisa dimintai ganti rugi kamu Mbakâ tegur si pelanggan kepada wanita itu.
âTerimakasih sudah diingatkan kak. Saya pekerja baru, jadi belum memiliki seragamâ jawab wanita itu dengan halus.
Namun salah satu pelanggan yang dengar juga ingin menegurnya, âSeragam pekerja disini kalau buat mbak kayak apa, masak iya syarâi juga?â
âSaya jawab ya mbakâ kata wanita bercadar itu melihat si pelanggan, âSeragam untuk apapun akan saya pakai. Jika saya diberi seragam dengan lengan pendek, saya masih bisa memakai dalaman yang lebih panjang, tetap menutup aurat juga. Jadi untuk mbak, terimakasih sudah memperhatikan sayaâ
âDihâ maki si pelanggan.
Tidak lama wanita bercadar itu memutuskan untuk berlalu pergi kembali ke dapur.
__ADS_1
Disana wanita bercadar itu segera menaruh kembali nampan itu dan duduk di kursi. Ia merasa susah mencari uang dengan pakaian seperti ini, namun harus bagaimana lagi.
âAlmiraâ panggil wanita tanpa hijab dengan pakaian seragam restoran.
Wanita bercadar ini memiliki nama Almira Maheswara, wanita bercadar yang memiliki kehidupan masa lalu yang pahit, bahkan hidupnya saat ini pun juga tetap sama pahitnya.
âIya, Andinâ balas Almira bangkit dari kursinya.
âKamu dipanggil sama atasanâ kata Andin mengambil nampan Almira.
âKenapa tiba-tiba aku dipanggil sama atasan ya? Apa beliau mau memecat diriku?â Almira merasa agak cemas karena baru kerja tapi atasan malah memanggilnya.
âNggak tahu juga aku! Kalau mau tahu ya datang aja kesana sendiriâ kata Andin mengabaikan Almira.
Karena penasaran Almira benar-benar menemui atasannya itu.
âAssalamualaikum, nyonya Cintiaâ
âWalaikumsalam Al, duduk siniâ kata Tia mempersilahkan Almira duduk disatu meja.
Tidak lama Almira duduk.
âKamu baca ituâ titah Tia memperlihatkan layar ponselnya.
âIni⌠suratââ
âDibuka lowongan seorang istriâ kata Tia menyeringai membuka kedua tangannya. âAlmira, kau tahu kenapa aku memberitahumu masalah ini, karena aku rasa kau memang pantas menjadi seorang istri daripada bekerja keras seperti iniâ
âBukankah kau membutuhkan uang yang banyak untuk anakmu! Dia harus dirawat di rumah sakit dan itu tidak membutuhkan uang yang sedikitâ Tia menunjuk nominal bayaran, âDisini tertulis, kau akan mendapatkan bulanan senilai 500 juta dan pesangon selesai kontrak 1 M. Anakmu akan sembuh dan kau bisa membuka usahaâ
âTapi ini nggak baik, nyonya Tiaâ
âAlmira! Ini kesempatan yang bagus. Aku ngasih tahu kamu karena aku rasa ini cocok untuk kamu. Tenang aja Al, dia temen aku dan dia orang yang baikâ bujuk Tia.
Almira masih mempertimbangkannya.
âAl, lagian itu halal kok⌠kamu niat aja nikah, menjalin rumah tangga dengan diaâ
âAku nggak tahu, nyonya. Maaf aku harus bekerja lagiâ kata Almira melenggang pergi.
_____
Sore harinya Almira ada di rumah sakit, ia segera menemui sang anak. Ia kembali teringat dengan perkataan Cintia, dimana wanita itu menawarkan surat kontrak pernikahan dengan seorang pria kaya.
âIbu Almiraâ panggil perawat kepada Almira yang duduk di koridor sana.
Almira segera berdiri tanda hormat, âIya, susterâ
âIbu Almira⌠ini ada tagihan yang harus dibayar untuk pasien Ronald Maheswara. Silahkan bawa surat nya ke bidang administrasi ya ibuâ kata suster dengan lembut.
âBaikâ setelah Almira mengangguk, barulah ia mengecek biaya pengobatan Ronald selama di rumah sakit ini, dan totalnya sungguh mengejutkan. â31 juta? Dapat uang darimana?â
__ADS_1
Setelah membacanya, Almira pergi ke bidang administrasi untuk mengurus biaya pengobatan Ronald dengan suster tersebut.
âAda yang bisa saya bantu, ibu?â tanya suster tersebut saat melihat kedatangan Almira.
âBegini suster. Saya dari ibu pasien bernama Ronald Maheswara⌠biaya pengobatan putra saya kan 31 juta, bagaimana kalau kasih saya waktu lagi untuk membayarnya! Saya belum memiliki uang sebanyak ituâ kata Almira memohon.
Suter itu mengangguk mengerti setelah membaca surat tagihan yang dibawa Almira, âPasien tersebut sudah menjalani kemoterapi selama 5 kali dan juga perawatan intensif di rumah sakit ini. Untuk meringankan itu kami sudah memberikan ibu keringanan untuk mencicil biaya nya selama 3 bulan. Namun ibu, tadi saya sudah dihubungi oleh atasan dan beliau tidak bisa membantu lagi. Mohon maaf ibuâ
Almira menelan ludahnya sedih. Ia tahu hal ini akan terjadi mengingat jika sudah kesekian kali dirinya meminta keringanan dan mereka pasti menolaknya.
Lalu ia harus bagaimana?
_____
Selang beberapa hari akhirnya Alex bertemu dengan seorang wanita yang bersedia melakukan perjanjian pernikahan selama 1 tahun. Mata Alex nampak intens memperhatikan penampilan wanita yang bersedia menikah kontrak dengannya.
âEhemâ Alex berdeham meraih surat perjanjian dan memberikannya ke wanita itu, âKau bisa tandatangani di pojok kiri bagian bawah. Namun sebelum itu, kau sudah membaca syarat-syarat nya kan?â
Wanita itu mengangguk.
âAku memiliki syarat tambahan setelah melihat penampilanmu yang tertutup seperti iniâ kata Alex bersandar.
âApa itu?â
âAku bisa kelepasan melakukan sek secara tiba-tiba. Kau harus siap jika kapan-kapan aku memintanya. Sebenarnya itu bukanlah syarat, melainkan hal yang biasa aku lakukanâ kata Alex membuat wanita itu membulatkan kedua mata sempurna.
Namun Almira akhirnya mengangguk.
âTandatanganiâ perintah Alex.
Wanita itu akhirnya menandatangani surat perjanjian menjadi istri kontrak Alexo Hedwin Moa selama 1 tahun. Lalu ia mengembalikan berkas itu kepada Alex.
âAlmira Maheswaraâ ucap Alex setelah membaca nama tersebut.
Sebenarnya Alex penasaran dengan wanita bercadar yang mau bekerja sama dengannya. Ia tidak akan menyangka memiliki hubungan dengan wanita bercadar. Ia pikir hanya wanita berpakaian sexy dan matre yang mau melakukannya.
âSebelum kita menikah, apa ada yang ingin kau tanyakan terhadap diriku?â tanya Alex.
âPertanyaan sepertinya tidak ada. Namun, aku ingin memberimu sebuah permintaanâ
âSureâ jawab Alex menerima.
âDalam masa pernikahan kita. Tidak jadi masalah jika tiba-tiba saya keluar dari rumah, bahkan saat malam hari sekalipun tolong jangan larang saya. Demi allah, tujuan saya bukan ingin bermain-main dan mencoba menjadi kupu-kupu dimalam hariâ
âIts okâ
Alex tidak peduli dengan permintaan wanita itu. Semua tidak jadi masalah asal pernikahannya berlangsung dengan lancar dan martabatnya tidak turun.
Begitupun juga dengan Almira. Semua tidak menjadi masalah asal ia memiliki uang untuk biaya pengobatan anaknya. Ia menandatangani perjanjian pernikahan selama 1 tahun setelah lama mempertimbangkannya. Ucapan Cintia terus membayang di otak hingga berakhir tinta diatas materai bersama Alexo Hedwin Moa.
Inilah kisah : Noda Di Balik Cadar Istri Kontrak
__ADS_1