NODA DI BALIK CADAR ISTRI KONTRAK

NODA DI BALIK CADAR ISTRI KONTRAK
Hambatan


__ADS_3

Kedua wanita itu seketika menoleh menghadap pintu masuk saat wajah Alex nampak bahagia disana. Pria ini buru-buru datang karena tahu siapa tamu nya.


Namun ternyata ucapan Alex itu tidak membuat Natania bahagia karena ia sedang murka saat ini.


“Almira istriku… bisa kau beri kami privasi? Naiklah ke kamarmu karena kami ingin berbicara terlebih dahulu! Nanti aku susul” perintah Alex terdengar menekan.


Almira yang tidak mau ikut campur itu segera mengangguk dan melenggang menaiki tangga.


Saat Almira tidak terlihat lagi barulah Alex mendekati Natania dan meraih pinggang nya. Ia ingin mencium tapi wanita itu lebih dulu mendorongnya.


“Tolong Alex, berhenti bermain-main”


“Kau tidak merindukan diriku?” tanya Alex tersenyum miring.


“Tidak usah basa-basi. Dimana kau sembunyikan Eros kekasihku?” murka Natania sangat-sangat emosi.


Namun Alex malah tertawa, “Apa maksudnya? Kau datang jauh-jauh dari Amsterdam dan datang ke villa ku hanya ingin menanyakan tentang kekasihmu?”


“Jika bukan karena Eros, aku tidak akan sudi menginjakkan kaki ku di villa murahan mu” maki Natania dengan wajah tidak bersahabat.


Alex langsung mencengkeram dagu Natania kuat, “Beraninya kau mengkhianati diriku dan sekarang kau berani ingin menuduhku?”


Natania menepis kasar hingga cengkeraman Alex terlepas, “Aku tidak menuduhmu. Kau menyuruh anak buahmu untuk memata-matai kami di Amsterdam dan sekarang kau meminta mereka untuk menculik Eros. Aku tahu dirimu karena itu memang kebiasaan mu”


“Apa buktinya?” tanya Alex santai melangkah duduk di sofa sana.


Srett


Dengan beraninya Natania melempar kertas ke wajah Alex yang segera menoleh kearah samping.


“Kertas bertuliskan huruf A. Hanya kau yang punya” celetuk Natania.


Alex langsung tertawa sinis, “Wah! Rupanya kau masih ingat”


“Alex, jangan pernah kau sakiti Eros. Kami saling mencintai dan niat kami ingin bahagia di kota yang baru tanpa ada pengganggu”


Pyar


Seketika vas yang ada diatas meja hancur berserakan didepan Natania kala Alex membantingnya. Selain itu Alex juga ikut bangkit dengan sorot mata kelam yang murka.


“Kau mengkhianatiku hanya karena ingin hidup dengan pria rendah sepertinya?”


“Dia bukan pria rendah. Melainkan lebih tinggi darimu… hanya saja, pria sepertimu yang selalu memandang orang dari segi materi tidak akan bisa melihatnya” ucap Natania memandang rendah Alex.


Tangan Alex mengepal kuat, “Kau tidak tahu betapa sakit diriku saat kau mengkhianatiku? Aku memberikan segalanya dan kau membalas nya dengan penghianatan mu”


“Entah!” jawab Natania mengusap perutnya yang datar dan berkata, “Mungkin karena bayi yang sedang aku kandung ini”

__ADS_1


Alex meredakan amarahnya saat mendengar pengakuan tersebut, bahkan pria ini memegang bahu Natania dengan lembut.


“Kau hamil anakku?”


Natania langsung tertawa. Lucu sekali saat pria ini sudah tahu jika ia berkhianat namun masih berniat mengaku ayah dari bayi Natania.


“Tentu bukan! Ini anak Eros karena saat aku berhubungan dengan mu… aku selalu meminum pil penunda kehamilan karena rahimku tidak sudi menerima darah mu” maki Natania benar-benar membuat Alex naik pitam.


Brak


Pyar


Alex membanting semua yang ada di ruang tamu ini hingga Natania menutup kedua telinga nya. Pria itu sangat murka dan ingin membunuh siapa saja.


“Percuma kau membanting semuanya karena semua sudah terlanjur. Aku tidak mencintaimu karena aku mencintai pria yang telah menghamiliku” seru Natania tersenyum miring.


“DENISSS”


Panggil Alex dengan suara lantang hingga membuat pria yang dimaksud segera berlarian untuk datang.


“Iya tuan”


Alex mengusap wajah nya kasar dan menunjuk wanita itu, “Seret wanita ini ke ruang bawah tanah menemui kekasihnya. CEPAT!! JANGAN BERI DIA MAKAN ATAUPUN MINUM”


“Baik tuan” Denis yang tahu amarah Alex segera menarik lengan Natania pergi dari sana.


Bukannya memberontak Natania malah semakin bahagia. Dengan begitu ia akan bertemu dengan sang kekasih yang merupakan ayah dari bayinya. Yah, setidaknya mereka bisa bersama.


Sementara itu Almira yang sudah tidak tahan karena mendengar suara gemuruh itu segera keluar dari kamarnya. Ia merasa sangat gelisah, takut jika Alex melukai Natania.


Almira terkejut melihat keadaan ruang tamu yang berantakan, “Astagfirullah Tuan Alex”


Kedua kaki Almira sudah berlarian menuruni tangga saat pria itu menendang-nendang sofa. Tentu saja dia sangat kecewa, karena hanya Natania wanita satu-satunya yang menghina seorang Alex Hedwin Moa.


“Tuan!!”


“Nyonya Almira” cegah Kiran langsung menarik lengan wanita bercadar itu.


Almira mencoba menepis tangan Kiran dan berkata, “Lepaskan aku! Sepertinya mereka tadi bertengkar dan sekarang tuan Alex sangat marah… dia bisa bertindak diluar nalar”


“Seperti membunuh dirimu!” gertak Kiran berhasil membuat Almira diam, “Jangan melakukan apapun saat tuan Alex sedang marah. Biarkan saja karena itu akan memudar dengan sendirinya”


Perlahan-lahan cengkeraman Kiran pada lengan nya mulai memudar karena dia sudah diam.


_____


Malam harinya seperti biasa Almira akan mengunjungi putranya yang ada di rumah sakit. Ia tadi mendapat kabar jika Ronald telah siuman dan itu membuat hati nya begitu bahagia.

__ADS_1


Apalagi anaknya itu telah menelpon dirinya menggunakan nomor Irene.


"Ibu akan segera kesana sayang! Tunggu ibu karena ibu sudah siap menjadi objek pertama yang kau lihat" antusias Almira menjawab telpon putranya.


"Aku tetap akan menutup mata jika ibu belum datang" lirih Ronald membuat Almira begitu terharu.


"Jangan berkata seperti itu sayang" cegah Almira menggelengkan kepala. "Ibu akan segera kesana... ibu tutup ya, assalamu'alaikum"


Almira sudah siap menemui putranya. Hanya tinggal keluar dari pintu kamarnya.


Akan tetapi saat Almira membuka pintu, ia langsung menangkap wajah suaminya yang nampak berantakan dengan kedua mata yang berair.


"Tuan, aku ingin pergi keluar sebentar... mungkin beberapa jam saja" ijin Almira melangkah keluar namun Alex menahan tangannya.


"Aku tidak akan mengijinkan mu pergi" jawab Alex dingin.


"Tapi tuan, kita sudah menyepakati ini sebelumnya. Kau akan mengijinkan aku per---"


"JANGAN PERGI YA JANGAN PERGI" sentak Alex membisukan Almira seketika.


"Tap----"


Srett


Alex menarik cadar Almira begitu saja. Wajah wanita itu sangat cantik malam ini bahkan terpoles dengan indah. Tadi ia sempat berdandan supaya putranya senang melihat wajah ibunya yang cantik.


Namun, bukannya Ronald yang senang justru Alex. Pria ini sudah kehilangan akal mencium kasar bibir Almira yang mencoba mendorongnya.


"Tuan sadarlah..." sergah Almira sempat berhasil, "Kau mengonsumsi alkohol?"


Almira tahu ini bau alkohol karena dulu Arsen juga sering meminumnya.


"Tuan itu tidak ba--- aarrkkk" teriak Almira saat tubuhnya terangkat sampai di dada Alex. Wanita ini mencoba memberontak namun saat seperti ini pasti kekuatan Alex sedang naik-naiknya.


Terbukti Alex tidak goyah akan pukulan wanita ini. Pria ini melempar Almira keatas ranjang dan menarik hijabnya dengan sekali sentakan.


"Tuan aku sedang datang bulan..." ucap Almira mencoba mengingatkan saat Alex sendiri sudah melepas kaos oblong nya.


"Puaskan aku malam ini" titah Alex menarik kedua kaki Almira yang ingin mundur mengandalkan kedua tangannya.


"Tuan aku sedang datang bulan!!!!"


Almira terus mengingatkan namun entah setan dari mana yang sudah merasuki jiwa sang suami hingga ia berani mengambil haknya dengan perilaku yang haram.


Alex melakukan sesuka hatinya dengan menyenangkan dirinya sendiri tanpa memikirkan perasaan sang istri. Namun pria ini tetap melakukan nya dengan lembut sampai subuh datang.


Tangisan dan teriakan bahkan pukulan kekecewaan telah ia layangkan, namun semua itu tidak sebanding dengan kepiawaian Alex dalam menghipnotis kesadaran Almira.

__ADS_1


Mau tidak mau wanita itu tunduk dibawah kungkungan sang pria.


To be continued


__ADS_2