NODA DI BALIK CADAR ISTRI KONTRAK

NODA DI BALIK CADAR ISTRI KONTRAK
Kerusuhan Di Villa


__ADS_3

Tetes embun dipagi hari masih basah merata di kediaman keluarga konglomerat Hedwin Moa. Kediaman mewah yang hanya memiliki sedikit anggota namun fasilitas mewah terjamin disana.


Mobil sport berwarna biru gelap telah berhenti di halaman mereka, menurunkan seorang pria bertoxedo hitam dengan wajah tampan dan rupawan. Hal itu membuat para bodyguard nyaris terpana jika pria itu tidak melempar kunci mobilnya.


“Parkirkan mobil ku di tempat yang layak. Ingat, aku baru membelinya dan harganya lebih tinggi dibanding gajimu” ucap Alex dingin lalu melangkah masuk begitu saja.


Alex tidak peduli jika bodyguard tersebut menjawab bagaimana, yang terpenting dia ingin menemui kedua orang tua nya yang lama menunggu di ruang makan sana.


“Morning!” sapa Alex langsung bergabung di ruang makan begitu saja, membuat pelayan bergegas melayani.


“Tumben permintaan papah sama mamah langsung kamu turutin. Biasanya juga harus ada drama dulu” sindir Vara berwajah kecut.


“Kebetulan Alex juga ada urusan dengan papah” Alex berganti menatap dingin Stevano yang tidak peduli sama sekali. Lalu kembali ke Vara, “Apa yang ingin mamah dan papah bicarakan?”


Vara langsung bersemangat, “Alex… mamah minta kamu segera ceraikan Almira”


“Alex tidak bisa menceraikan Almira” jawab Alex langsung saja.


“Why”


Alex menghela nafasnya, “Pertama, karena Almira sudah menikah dengan Alex dan yang kedua karena pernikahan Alex baru menginjak usia 2 minggu dan itu akan berpengaruh terhadap bisnis Alex”


“Jadi, jika sudah dua minggu kau akan menceraikan nya?” tanya Vara lebih antusias lagi.


Namun sayang Alex menggelengkan kepalanya, “Alex akan kembali ke alasan pertama”


“Alex!!!!” geram Vara meremat sendok makan nya.


Alex tersenyum miring memakan potongan daging di piring nya. “Tapi, bukan nya papah dan mamah sangat setuju jika Alex menikah? Kenapa saat Alex sudah menikah, kalian tidak terima?”


“Mamah nggak mau punya menantu sepertinya! Dia wanita yang tidak jelas Alex… orang tuanya saja kita tidak tahu, bahkan mereka tidak datang ke pernikahan putrinya. Alex, tidak semua wanita seperti Almira itu baik! mereka sengaja berpenampilan seperti itu untuk menarik targetnya” ucap Vara menghina Almira.


Stevano yang merasa kepala keluarga juga tidak bisa diam saja. Ia harus bicara, “Mamah sama papah tidak pernah setuju dengan semua wanita yang kau pilih. Mereka semua tidak cocok dengan dirimu”


Alex langsung mengubah mimik wajah nya dingin.


“Mamah sudah berbicara dan menemui keluarga Victor. Mereka mau menunggumu bercerai dengan Almira dan menikah bersama putri nya” kata Vara sambil menyuap makanan ke mulut nya.


“Jika Alex menolak?”

__ADS_1


“Mamah akan tetap menjodohkan kalian” kekeh Vara tidak mau dibantah, membuat Alex tertawa kecil.


“Kalau begitu untuk apa bertanya”


Vara tidak terima dan membantah, “Ya kan mamah ma---”


“Pah” potong Alex bangkit dari duduk nya, “Bisa kita ngobrol sebentar? Alex punya beberapa pertanyaan untuk papah”


Stevano terlihat gugup saat putranya ingin berbicara serius, mengingat jika Alex pendiam jika bersama dengan papah nya.


“Baiklah”


Kedua pria itu berada di ruang kerja Stevano dimana keduanya nampak bersilang kaki saling melempar tatapan dingin. Namun hal itu sudah biasa mereka lakukan.


“Kau ingin bicara apa, Alex?” tanya Stevano menyembulkan asap dari rokok yang ia bawa.


“Jika aku lihat-lihat, papah sepertinya akrab dengan banyak wanita ya” sindir Alex tersenyum miring melihat Stevano yang langsung membuang muka.


“Apa maksud kamu, Alex? Papah tidak pernah akrrab dengan wanita. Cih kau itu terlalu menuduh”


Alex tertawa sinis mendengar alasan konyol Stevano, “Papah tidak usah mengelak lagi. Hari pertama Almira menjadi menantu keluarga Moa, kalian ke villa Alex untuk mengerjai dirinya”


Stevaano terkejut, “Alex, kau tahu?”


“Al-alex papah tidak melakukan itu. Papah tidak merayu istrimu” gugup Stevano takut dengan putra nya ini.


Satu alis Alex terangkat naik, “Bahkan Alex tidak mengatakan jika papah merayu Almira”


Sial! Rasanya Stevano ingin merutuki dirinya sendiri karena berkata bodoh seperti ini.


Sementara Alex sebenarnya sudah tahu karena ia memiliki mata-mata dimana-mana. Ia hanya ingin lihat


“Lex”


Alex mencondongkan sedikit tubuhnya serta memperlihatkan sorot mata yang menajam lalu memberi peringatan, “Almira yang memiliki hubungan dengan Alex tidak sama seperti wanita-wanita yang kau sentuh. Dia berbeda dan jangan berani-berani nya papah mengganggu Almira. Jauhi Almira sejauh-jauh nya dan jangan pernah menyentuh Almira bahkan seujung kuku sekalipun”


“Alex” kepala Stevano menggeleng. Ia tidak menyangka putranya mengatakan itu.


“Jika papah nekat menyentuh Almira! Maka Alex akan mematahkan tangan tersebut, terlepas dari status kita berdua” tekan Alex memandang marah Stevano.

__ADS_1


Raut wajah Stevano langsung mengurat marah serta menggebrak meja tersebut, “Alex kau tidak sopan”


Namun Alex masih terlihat santai sambil menata jas nya, “Kalau begitu Alex minta maaf. Sepertinya ucapan Alex terlalu jelas sehingga membuat papah merasa terhina. Namun, Alex tidak bisa membiarkan papah mengganggu Almira”


“Hanya karena wanita itu kau sampai melawan papah? Alex kau lupa jika papah yang membesarkan dirimu bahkan membiayai kebutuhan mu selama ini” sentak Stevano dengan amarah membara.


“Alex tidak akan lupa pah. Namun Alex juga boleh menentukan keputusan untuk keluarga Alex. Jadi, jangan ganggu Almira lagi” tekan Alex sekali lagi.


“Benar kata mamah! Wanita itu memang berpengaruh buruk terhadap sikapmu saat ini. Papah benar-benar kecewa dengan dirimu Alex. Sungguh!” ucap Stevano memijat pelipis nya.


“Terserah! Urusan Alex sudah selesai dan ingin pulang” ucap Alex mengakhiri obrolan mereka dengan melenggang pergi.


“Alex… Alex…” teriak Stevano tidak didengar Alex, “Dasar anak tidak tahu diri”


Meninggalkan Stevano yang murka, kini Alex berjalan memasuki mobil nya sambil mengangkat telpon yang lama berdering.


“Hm” deham Alex menjawab.


“Tuan, maafkan kami tuan… villa sedang kacau… tolong anda cepat kemari” ucap pekerja di telpon.


Alex menaikan sudut bibir nya tersenyum lalu menutup panggilannya.


_____


Sementara itu Villa yang pekerja itu maksud memang benar-benar riuh karena kedatangan wanita dengan rambut bergelombang datang menghancurkan ruang tamu disana. Wanita itu seperti kesetanan menepis kasar tangan bodyguard yang berjaga di villa tersebut.


“Nyonya ayo keluar… tuan Alex akan marah dan menghukum kami karena membiarkan anda masuk kedalam villa” cegah bodyguard tersebut menghalangi si wanita.


Wanita itu berkacak pinggang, “Jika kau tidak mau aku masuk kedalam villa, maka panggil atasanmu itu kemari. Aku ingin menuntut jawaban”


“Tuan Alex sedang sibuk dan kami tidak bisa mengganggunya. Tolong jangan buat saya dihukum, nona” pekerja itu mencoba menyeret si wanita, namun ia selalu melawan.


“Hentikan!” sentak Almira secara kebetulan melihat pekerja memperlakukan buruk seorang wanita, “Kalian tidak boleh bertindak kasar dengan wanita”


Almira segera melepas lilitan tangan pekerja itu, membuat si pekerja mundur dengan pandangan menunduk takut.


“Kau tidak apa?” tanya Almira dan wanita itu mengangguk. “Kau ingin mencari siapa?”


“Aku ingin bertemu dengan Alex”

__ADS_1


Kening Almira mengernyit, “Memangnya kau ini siapa?”


“Natania” jawab pria yang baru masuk.


__ADS_2