
Angela menyelipkan anak rambutnya kebelakang telinga dengan rasa malas.
"Oke mom. Angela akan turuti apapun kemauan Mommy" ucap Angela pura-pura menerima.
"Ok, mommy tutup dulu telponnya"
"Iya mom, bye see you... love you " balas Angela langsung menutup telponnya sebelum menunggu Mimilia menjawabnya.
"Sorry mom, kali ini Angela mau seneng- seneng dulu di negara ini. Urusan mencari anak kak Arsen, bisa di lakukan lain waktu" monolog Angela tersenyum miring.
_______
Pagi harinya di Villa Alex. Hal pertama yang pria ini lihat adalah wajah teduh Almira yang masih mendengkur disampingnya.
Wajahnya yang natural tanpa makeup, membuat Alex terpesona hingga mendaratkan bibirnya di setiap inci wajahnya sampai wanita ini bangun.
"Tu-tuan, jam berapa ini?" tanya Almira gelagapan bangkit dari tidurnya.
Alex yang bingung hanya bisa menjawab setelah melihat jam di layar ponselnya, "Jam setengah 6 pagi"
"Astaghfirullah!!! Kita nggak sholat?" pekik Almira membentak dengan memperlihatkan wajah lain yang menakutkan.
"Ak-aku tidak tahu" jawab Alex menaikan kedua bahunya acuh.
Almira memasang wajah jutek sekali. Pasalnya Alex sudah lebih dulu bangun, namun tidak ada niatan pria ini untuk membangunkan dirinya.
"Besok-besok itu kalau udah bangun duluan istrinya dibangunin, dingatkan sholat. Kita memiliki kewajiban untuk sholat, bukan cuma bercocok tanam" omel Almira mengikat rambutnya keatas.
Wanita ini sangat marah karena melupakan semuanya. Sementara Alex hanya diam dengan ekspresi biasa tanpa dosa.
Dasar Alex!!
"Kok cuma diam? Ayo bangun terus mandi setelah itu sholat subuh cepetan" ujar Almira menarik-narik tangan Alex supaya cepat bangun.
Almira sudah membawa selimut yang melilit tubuhnya menuju kamar mandi.
Nafas kesal keluar dari mulut Alex, "Pagi-pagi itu harusnya romantis. Ini malah ngomel-ngomel"
Dengan terpaksa Alex menyusul Almira kedalam kamar mandi. Entahlah, mungkin mereka mandi bersama. Nampak keduanya keluar secara bersamaan, namun tidak saling pegang karena posisinya mereka sudah mengambil wudhu.
Dengan cepat bagai kilat Almira memakai mukenanya dan Alex yang malas menggunakan sarungnya. Namun, melihat wajah Almira yang masam, tiba-tiba semangat Alex kembali tumbuh.
"Tidak semua wanita bercadar lembut"
Gumam Alex buru-buru menggelar sajadahnya atau istrinya itu akan menusuknya dengan tatapan dingin.
__ADS_1
Detik berikutnya mereka menjalankan ibadah sholat subuh secara bersamaan. Walaupun telat tapi masih diperbolehkan.
Selepas sholat subuh Almira masih hanyut dengan pekerjaan kilatnya. Ia memakai baju, berdandan, memakai hijab serta cadar dengan kecepatan penuh.
"Kau mau kemana?"
"Ketempat Ronald" jawab Almira tidak ada waktu melihat suaminya itu.
Alex hampir lupa jika Almira harus memberikan barang-barang yang dibeli Vara untuk Ronald. Namun, ada satu pertanyaan.
"Kau bisa bawa semua barang-barang ini? Ini banyak banget loh" tanya Alex merasa agak tidak mungkin.
Almira juga merasa demikian tapi, "Aku akan naik taxi dan meminta supirnya untuk membantuku"
"Aku akan mengantarmu saja"
"Eh jangan" jawab Almira dengan cepat sampai dia harus berbalik sebelum selesai memakai cadarnya. "Aku akan membawanya sendiri"
Alex mengernyitkan dahinya sedikit bingung, "Kenapa kau menolaknya?"
"Jika kau mengantar diriku. Pasti, Ronald akan bertanya tentang dirimu. Apa yang harus aku katakan kepadanya nanti?" balas Almira muram.
"Katakan saja kepadanya jika aku ayah barunya. Ayah yang kaya dan bisa memberikannya segala yang dia butuhkan, it's ok... dia akan langsung menerima. Lebih baik diberitahu walaupun menyedihkan, daripada berbohong" kata Alex membuat Almira berpikir dua kali.
"Baik, aku akan menunggumu untuk siap"
Tentu saja Alex menerima. Ia juga tidak bisa memaksa Almira untuk memperkenalkan dirinya dengan Ronald.
"Terimakasih, tuan" jawab Almira mengambil tas yang ada diatas ranjang, "Aku berangkat dulu, assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam. Aku akan membantu mu sampai kedalam taxi"
"Baiklah" jawab Almira membiarkan Alex membantu membawakan barang-barang untuk Ronald.
Alex mengangkat barang-barang tersebut keluar dari kamar dan membawanya kedalam taxi yang tadi sudah dipesan.
Setelah selesai Alex terdiam memakai kaca mata hitamnya sembari melihat taxi yang membawa Almira melaju dengan tenang menuju jalan raya.
Saat Alex hendak masuk kedalam mobil, tiba-tiba ia mengingat sesuatu.
"Aku melupakan seseorang?" Alex berusaha mengingat, "Oh astaga!! Aku melupakan Angela... pasti dia masih ada di kantor"
Alex bergegas masuk mobil dan menjalankan mesinnya. Kendaraan roda empat itu akhirnya berjalan membelah jalanan.
Beberapa menit berlalu saat Alex berhasil membawa mobilnya, ia pun sampai di kantor.
__ADS_1
"Selamat pagi, tuan" sapa karyawan saat melihat Alex keluar dan berjalan dengan cepat.
Alex hanya mengangguk datar lalu memanggil security yang berjaga didepan perusahaan.
"Ada apa tuan?" tanya security itu.
"Aku pernah meminta dirimu untuk menjaga seorang wanita, kan?" tanya Alex dan security itu mengingat.
"Iya tuan, nona itu ada di ruang kerja anda" jawab security itu membuat Alex memasuki lift.
"Semoga dia baik-baik saja" gumam Alex berdoa. Walaupun menjengkelkan, tetap Alex tidak berniat ingin menyakiti adik sahabatnya itu.
Sesampainya di ruang kerja, Alex dikejutkan dengan penampakan seorang wanita yang sedang tertidur diatas sofa.
Alex menghela nafas lalu melangkah mendekat, "Angela bangun!"
Namun tidak ada pergerakan dari wanita itu, melainkan diam dengan wajah memucat. Karena bingung Alex segera menyentuh dahinya.
"Astaga Angela, dahimu panas sekali... kau demam?" khawatir Alex mensejajarkan tingginya dengan Angela yang tertidur.
Alex merasa bersalah dan membopong tubuh wanita itu keluar dari ruang kerjanya.
______
Sementara itu taxi yang membawa Almira sudah sampai di rumah susun miliknya. Tanpa basa-basi setelah keluar Almira segera keatas lantai lima.
Sampai...
"Assalamu'alaikum" salam Almira langsung membuka pintu rumahnya secara tiba-tiba.
"Walaikumsalam" jawab Irene di meja makan bersama dengan Ronald juga.
Namun anak itu hanya diam tanpa mau menjawab salam, ditambah wajahnya yang berubah muram.
"Ronald kok nggak jawab salam ibu?" tanya Almira mendekat.
"Bibi Irene, katakan kepada ibu jika Ronald tidak mau bicara dengan nya" ucap Ronald secara tidak langsung telah menjawab pertanyaan Almira.
Almira melihat kearah Irene yang mengangguk seperti menjawab sesuatu.
"Bibi Irene, katakan juga kepada Ronald kenapa tidak mau bicara dengan ibunya?" ucap Almira kepada Irene.
Irene segera berucap, "Kenapa Ronald tidak mau bicara dengan ibu? Bukankah Ronald ingin bertemu dengan ibu secepatnya, lalu kenapa sekarang malah tidak mau bicara?"
"Bibi Irene, katakan kepada ibu jika aku saaaaangat marah dengannya. Seharian ibu sudah melupakan aku! Bahkan ibu juga tidak menjengukku. Jadi, aku tidak mau bicara dengannya" jawab Ronald dengan membuang muka jutek serta kedua tangan bersidekap.
__ADS_1