NODA DI BALIK CADAR ISTRI KONTRAK

NODA DI BALIK CADAR ISTRI KONTRAK
Orang Tuaku?


__ADS_3

Sebelumnya...


Rumah sakit Sidney


Mimilia selalu senantiasa menemani sang putra yang telah menjalani koma selama hampir 6 tahun lebih. Ia masih menaruh harapan dengan kesembuhan putranya ini.


Dan mukjizat sekali, jari-jari Arsen yang ada di genggaman Mimilia bergerak seakan menggelitik. Sang ibu yang terharu segera memanggil dokter.


"Dokter!! Dokter anak saya dokter!!! Oh my God Arsen... Oh my God" kata Mimilia masih syok. Namun tidak dipungkiri ia sangat bahagia.


Dokter segera datang mengecek keadaan Arsen si pria judes itu.


"Tuan Arsen, coba anda lihat saya... gerakkan mata anda untuk melihat saya, please" kata dokter itu dan Arsen berusaha membuka.


Mimilia hanya diam terharu melihat kemajuan Arsen. Melihat itu ia menjadi ingat dengan Alex.


"Permisi sebentar dokter" kata Mimilia keluar dari ruangan Arsen.


Setelah di luar, barulah Mimilia menelpon Alex yang tinggal di Indonesia.


"Iya, Tante Mimilia?" ucap Alex diseberang telpon.


"Arsen, dia sudah sadar dari komanya" kata Mimilia menahan haru serta tangis bahagia.


Alex terdiam sejenak. Betapa dahsyatnya kabar dari Mimilia sampai membuat pria ini nyaris bagai patung hidup.


"Ar-arsen sadar?"


"Iya Alex. Arsen sudah membuka mata dan dokter sedang memeriksa didalam" kata Mimilia menambahi informasi.


"Tante Mimilia, Alex sangat bahagia sekali mendengar kabar ini. Alex tidak tahu harus bagaimana untuk memperlihatkan kebahagiaan ini" kata Alex tidak sanggup berkata-kata.


Ia teramat terharu mendengar kabar tersebut. Ini adalah sebuah rahmat dari tuhan sahabatnya.


"Oh iya sampaikan juga kabar baik ini kepada Angela juga ya, aku yakin anak itu sangat menanti kesembuhan kakak nya"


"Baiklah Tante Mimilia, Alex akan memberitahu Angela. Kalau begitu Alex tutup dulu telponnya"


"Iya Alex. Selamat malam" ucap Mimilia menutup telponnya.


"Selamat malam" balas Alex juga menutup telponnya.


Sehabis itu raut wajah Alex berubah sejenak setelah ia menyadari sesuatu. Jari-jarinya bergerak menuju galeri ponsel dan melihat foto wanita sedang memakai cadarnya.


Kembali ke Sidney Australia.


Mimilia masuk kedalam ruangan, melihat dokter sedang memeriksa keadaan anak nya.


"Pendengaran masih bekerja, penglihatan juga masih bekerja. Sekarang coba anda jawab sedikit pertanyaan saya, coba katakan nama anda" kata dokter itu meminta.


Dan Arsen nampak linglung serta lemas, namun pria ini mencoba untuk menjawab pertanyaan si dokter.


"A-ar-- sen" lemas Arsen menjawab.

__ADS_1


"Bagus, sekarang coba gerakan tangan anda" kata si dokter itu lagi dan Arsen melakukannya. "Coba gerakan kaki anda, tuan"


Wajah dingin serta judes Arsen langsung tergambar jelas, jelas sekali jika pria ini tidak suka diperintah.


"Keluar" lirih Arsen.


"Anda masih lemah dan harus berbaring"


"Keluar aku bilang" tekan Arsen dengan tatapan yang Menajam, nyaris membuat para anggota medis ketakutan.


"Dokter, biar aku yang bicara dengan anak saya. Saya akan coba bicara dengannya" kata Mimilia mencoba membuat para anggota medis paham.


"Baiklah, kalau ada sesuatu bisa panggil saya. Tolong dijaga kesehatannya" pinta dokter itu segera keluar dari ruangan.


Setelah itu Mimilia segera memeluk Arsen, "Arsen, mommy sangat merindukan dirimu. Kau tahu, telah melewatkan 6 tahun untuk koma hiks hiks"


Arsen melepas pelukan mommy nya dengan pelan.


"Berapa lama aku tertidur?" tanya Arsen lemas.


"Sekitar 6 tahun!" balas Mimilia.


Arsen diam. Otaknya mengingat kembali kejadian enam tahun lalu yang membuat dirinya bisa koma.


"Wanita si4lan itu..."


"Ada apa Arsen? Wanita siapa yang kau maksud, dan ada apa dengan wanita itu?" tanya Mimilia penasaran.


Arsen merebahkan kembali kepalanya di bantal, "Dia yang membuatku seperti ini"


Arsen yang sempat emosi setelah mengingat kejadian dulu, mulai agak tenang.


______


"ALEX!!!!"


Kepala Alex seketika menjauh dari telpon yang ada di tangan nya. Telinganya agak sakit dan harus di usap supaya sakitnya reda.


"Andre memang sialan!" maki Alex. Ia kembali mendekatkan telponnya, "Kenapa menelpon?"


"Berita hot! Kau sudah mendapat kabar dari Tante Mimilia atau belum? Arsen siuman ALEX!!!" teriak Andre di kata terakhirnya.


"Aku tahu" balas Alex acuh.


"Lex, bagaimana dengan hubunganmu dengan Almira dan anak Arsen? Dia akan mencari anaknya begitu dia tahu" kata Andre begitu amat cemas.


"Arsen tidak akan mengenali Almira yang sudah berhijab dan bercadar. Kau tenang saja" balas Alex santai.


"Tapi, Arsen sudah agak lama hidup dengan Almira. Dia pasti tahu bentuk tubuhnya"


Yang dikatakan Andre mungkin bisa terjadi. Tapi, Alex mencoba untuk menepis semuanya serta tenang.


"Kau tenang saja. Dia tidak akan tahu tentang Almira. Kau tidak perlu khawatir dengan kisah keluarga ku. Oh iya aku membutuhkan bantuan mu" kata Alex.

__ADS_1


"Apa?"


Beberapa jam berlalu.


Angela yang tadi tidur kini telah bangun. Matanya mengedar melihat ruangan plafon rumah sakit yang putih dilengkapi dengan lampu.


'Astaga aku ada dimana ini? Apa aku ada di rumah sakit? Jika iya, siapa yang membawaku kemari?' batin Angela dalam hati.


Angela mencoba untuk duduk. Ia melihat punggung pria yang kokoh menghadap luar kearah jendela.


'Apa dia Alex? Apa jangan-jangan Alex yang membawaku kemari' Angela hanyut dalam pikirannya, 'Astaga dia benar-benar Alex? Aku tahu dia tidak akan tega dengan diriku'


Angela turun dari ranjang dan mencoba berjalan pelan-pelan kearah pria itu. Ia memiliki niat untuk mengejutkan dirinya.


Dia mengendap-endap seperti pencuri dan...


Hap


Angela memeluknya dari belakang, bahkan sangat erat.


"Aku tahu kau yang membawaku kemari kan! Bilangnya saja ingin membuatku kapok, tapi kau saja tidak tega begini. Thank you Alex sayang" kata Angela mencium punggung berbalut jas itu.


"Iya"


Deg


Agak aneh! Setahu Angela suara Alex itu terdengar berat-berat sexy. Tapi suara ini tidak ada berat-beratnya.


Angela membalikan tubuh pria itu dengan cepat.


"Aaarkkk" teriak Angela mendorong Andre yang tadi ia peluk. "Ihhhhhhh pahit pahit pahit"


"Sama-sama Angela sayang" kata Andre mencoba meraih pinggang Angela yang segera menepisnya.


"Stop! Kenapa bisa dirimu disini? Seharusnya Alex...tidak mungkin jika kau yang membawaku kemari" ucap Angela menggelengkan kepalanya.


Bukanlah menjadi harapan Angela jika pria ini yang membawanya kemari.


"Tidak mungkin kau!!!!" tolak Angela lagi.


Dan Andre menaikan kedua bahunya, "Hanya aku yang kau lihat. Tidak ada Alex disini"


"DIMANA ALEX!!!!!"


Pria yang Angela cari ada didalam mobil yang tengah berjalan pelan melintasi jalan raya. Pria ini sedang sibuk mencoba menghubungi wanita yang ia nikahi beberapa Minggu lalu.


"Lama sekali mengangkat telpon ku? Kau lagi dimana sih?" sentak Alex kesal dengan respon Almira yang lama.


"Aku ini lagi di rumah macan soalnya macan mengajak aku sama Ronald menginap di rumahnya"


Alex agak lola mencerna nama hewan yang Almira maksud. Mulutnya terus komat-kamit seperti mengingat-ingat.


Alex segera sadar, "ORANG TUAKU?"

__ADS_1


to be continued


__ADS_2