NODA DI BALIK CADAR ISTRI KONTRAK

NODA DI BALIK CADAR ISTRI KONTRAK
Marah!


__ADS_3

"Tidak usah basa-basi. Mandikan suamimu" pintanya saat sudah melepas kemeja yang dipakai nya.


Almira membulatkan mata sempurna karena terkejut. Namun ia sama sekali tidak kekurangan akal untuk menjawabnya.


"Biasanya orang yang dimandikan itu, karena dia anak kecil, lansia yang tidak bisa apa-apa, cacat fisik dan orang meninggal. Kau di posisi mana?"


Dam


Alex membeku. Ada-ada saja alasan wanita ini untuk menolak permintaan darinya.


Almira melanjutkan ucapannya, "Kau bukan anak kecil, bukan lansia, tubuhmu sehat dan kau juga masih hidup. Apa kau masih kurang bersyukur dengan semuanya?"


"Apa dimandikan itu harus ada salah satu kriteria itu? Ada juga karena dia malas mandi sendirian, karena itu dia membutuhkan teman mandi"


Kening Almira mengernyit heran mendengar pria ini berbicara. Semuanya tidak jelas dan melenceng dari pemikiran Almira.


"Aku tidak bisa memandikan dirimu karena kau bisa mandi sendiri"


"Kau membantah diriku ya? Aku dengar seseorang berkata jika perkataan suami itu tidak boleh dibantah" sergah Alex berkacak pinggang melihat Almira yang menaruh tas pinggangnya di atas sofa.


"Sepertinya kau juga belum mendalami perkataan itu. Kita boleh membantahnya jika itu salah"


"Memandikan suami itu salah?" bantah Alex kembali.


"Tidak salah! Dengan catatan istri mau dan suami memiliki kekurangan hingga tidak bisa beranjak dari tempat tidur. Kalau tanpa alasan, bukankah itu namanya tidak bersyukur dengan pemberian Allah?" tegas Almira sesuai pemikirannya.


Alex menelan ludahnya kasar. Oke untuk kali ini Alex akan diam jika sudah menyangkut nama Allah. Ia tidak akan membantah karena merasa kalah.


"Siapkan pakaianku saja!" titah Alex melangkah kesal masuk kedalam kamar.


Setelah melihat Alex masuk, entah mengapa Almira tertawa seakan terhibur dengan respon pria itu.


"Ada-ada saja dia itu" gumam Almira mengambil baju di almari.


Namun belum juga sampai tiba-tiba pintu kamar terbuka dengan keras hingga membuat Almira terpelanjat sampai menoleh.


"Maaf, siapa ya?" tanya Almira yang bingung.


"Who are you" tanya wanita ini balik yang tidak lain adalah Angela. "Hei, kau siapa tiba-tiba masuk kedalam kamar Alex, hah?"


"Aku ini---"


Srett


Angela menarik pergelangan tangan Almira dan menghempaskan nya ke lantai. Almira yang bingung hanya bisa menatap tanpa suara.


"Kamu pasti pekerjaan disini kan? Nggak sopan banget sih kamu masuk ke kamar Alex? Dasar pelayan rendahan"


"Kamu siapa?" tanya Almira melihat Angela yang murka berdiri didepannya.

__ADS_1


Angela kembali menghina, "Pelayan rendah!"


"Maksud pelayan rendah itu apa ya? Siapa disini yang pelayan? Saya? Seharusnya saya yang bertanya dengan anda, siapa anda dan bagaimana bisa anda berada di rumah suami saya?"


Deg


Angela membatu seketika. Seakan otot syarafnya tidak berkerja hingga membuat wanita ini membisu begitu saja.


"Su-suami mu?" gagap Angela.


"Ada apa ini?" tanya pria yang baru saja keluar dari kamar mandi. Si Alex mendengar keributan dari luar, ia pun memutuskan untuk mengecek.


"Ada apa ini? Mau mandi saja tidak nyaman" omel Alex.


"Alex, dia istrimu?" tanya Angela memastikan.


Alex mengangguk dan menjawab, "Iya, dia istriku Almira"


Tutur kata itu membuat Angela seakan terbius obat dan ingin pingsan. Wanita yang diperlakukan dengan buruk ini adalah istri Alex, Angela merasa tidak enak.


"Apa yang kau lakukan dengannya, Angela? Jangan bilang kau menyakiti Almira" tuduh Alex.


"Ak-aku tidak tahu kalau dia istrimu. Lagian, aku tidak tahu wajahnya karena dia menutupnya dengan kain" kata Angela memilih mengalah.


"Cepat minta maaf"


"Kan aku nggak tahu kalau dia istrimu" bantah Angela menolak permintaan Alex.


Almira menggelengkan kepalanya karena memaklumi wanita itu.


"Aku tidak apa-apa. Dia tidak sengaja melakukan itu... sudahlah, jangan paksa dia untuk meminta maaf" kata Almira memilih untuk memaafkan.


"Jangan mengatakan itu Almira. Dia memang sering melakukan hal yang kurang sopan dengan orang yang lebih tua" kata Alex. "Ayo cepat minta maaf"


"Ihh Alex" bantah Angela menolak.


"Minta maaf atau kau tidak usah menginap di rumahku"


"Alex kok gitu sih" Angela yang tidak terima hanya bisa diam melirik kesal kearah Almira. Mau tidak mau wanita ini harus minta maaf jika ingin tetap bersama Alex.


"Maaf" lirih Angela tidak didengar.


"Kurang keras" perintah Alex lagi membuat Angela naik pitam tanpa bisa melawan.


"Aku minta maaf, puas??" kata Angela menekankan kata terakhirnya lalu keluar dari kamar Alex.


Almira hanya bisa mengangguk kecil mengiringi kepergian wanita muda itu.


"Kau tidak apa-apa?"

__ADS_1


"Aku tidak apa-apa. Ngomong-ngomong, wanita itu siapa?" tanya Almira memilih melepas niqab yang dipakainya.


"Dia adik sahabatku, Arsen" jawab Alex sengaja menekankan nama sahabatnya itu. Ia ingin tahu respon Almira setelah mendengar nama itu.


Dan respon Almira justru malah diam dengan wajah yang pucat tubuh gemetar, membuat Alex tersenyum miring.


"Kenapa wajahmu begitu?"


"Eh" Almira yang sadar segera memegang kedua belah pipinya, "Wajahku kenapa?"


"Cantik"


"Cantik?" ulang Almira terkejut.


Hal itu nyaris membuat Alex seperti kepiting rebus. Ia malah menjadi salah tingkah dan berulang kali berdeham melepas canggung.


"Semua wanita memang cantik" jelas Alex.


"Oh" Almira mengangguk memperlihatkan sedikit senyum tipis.


Alex mengusap leher bagian belakangnya yang mulai panas, "Ngomong-ngomong, apa kau marah jika aku membiarkan Angela menginap di rumah ini? Dia tidak memiliki keluarga di Indonesia dan hanya mengenal diriku saja"


"Tidak apa-apa. Aku menerima jika Angela itu menginap di Villa mu, toh kan villa ini memang milikmu. Jadi suka-suka dirimu saja" balas Almira memilih welcome.


"Syukurlah, aku harap kau bisa menjadi kakak yang bisa mengajarkan nilai-nilai kebaikan kepadanya"


"Aku akan menerima jika Angela memang mau menerimaku di sini. Setelah kejadian ini aku rasa jika Angela akan menjauh dariku dan susah untukku berinteraksi dengannya" balas Almira tersenyum kecut.


"Yah, kurasa juga begitu" balas Alex juga setuju dengan pendapat Almira.


Ia tanpa sadar menyusul Almira yang mengambil pakaian di almari. Kedua tubuh mereka hampir merapat semakin dekat.


"Jangan hitam yang biru tua saja" kata Alex menaruh kemeja hitam dari tangan Almira.


"Kau sudah tidak marah dengan diriku lagi ya?" ceplos Almira membuat Alex sadar.


"Masih" Alex langsung menaruh kemeja itu dengan kasar dan melenggang pergi.


Almira hanya tersenyum.


_______


Sementara itu Angela marah didalam kamarnya. Ia sangat kesal dengan sikap lembut Alex kepada istrinya itu.


"Sejauh ini Alex tidak pernah menekanku untuk meminta maaf dengan orang. Dia sama seperti kak Arsen yang menuntut diriku untuk selalu menang tanpa sekalipun mengatakan maaf"


Monolog Angela meremat kepala tangannya sendiri. Matanya yang merah merasa jengkel dengan wajah cantik Almira.


"Semenjak kedatangan wanita itu, Alex berubah terhadapku. Dasar!!!"

__ADS_1


To be continued


Maaf kalau ada typo 🙏


__ADS_2