
“Ajak ibu juga ya bi” kata Ronald dengan sangat antusias.
“Iya, nanti kita telpon ibu ya” jawab Irene mengangguk lalu menggandeng tangan Ronald sembari menunggu Elma.
Tin
Tin
Tidak berselang lama datanglah motor scoopy milik Elma yang segera berhenti didepan mereka.
“Assalamualaikum, cowok tampan dan bibi nya yang pas-pasan” sapa Elma membuka helm nya.
“Ih apaan sih kamu Elma! Nggak boleh gitu… nanti ditiru sama Ronald gimana?” tegur Irene membuat Elma membekap mulutnya.
“Ups! Ronald jangan niru omongan tadi ya? Nggak baik”
“Tidak kok bi… Ronald kan sudah pintar” balas Ronald menyengir melihat Elma.
Elma yang gemas segera mencubit kedua pipi anak itu, “Hem anak manis, tampan, pintar sekali”
“Ayo berangkat! Udah telat nih” kata Irene setelah memeriksa jam di tangan nya.
“Ok” balas Elma membiarkan dua orang ini menaiki motor scoopy miliknya. “Sudah?”
“Sudah”
“Berangkat” ucap Elma dengan nada melengking untuk menghibur Ronald.
Diperjalanan, motor scoopy miliknya melaju dengan kecepatan yang normal. Elma memang selalu berhati-hati menaiki motornya, terlebih saat bersama dengan Irene dan Ronald.
Namun, Irene yang dibelakang itu sangat tidak sabaran. “Ma, ayo cepetan… nanti Ronald telat sekolah. Terus, aku harus ke kampus”
“Iya-iya sabar”
“Kencengin nggak motor mu, atau aku aja deh yang nyetir” seru Irene dibelakang Elma.
“Jangan dong! Kita ini harus tertib berlalu lintas” alasan Elma.
“Kencengin dong bi”
“Tuh, Ronald aja minta kencengin loh” tambah Irene saat Ronald yang ditengah-tengah itu minta meninggikan kecepatan motornya.
“Iya bi… Ronald bosan lama banget”
“Iya-iya” kata Elma menancap gas.
Saat bujukan mereka berhasil, Elam menancap gas sampai motor scoopy itu melaju kencang. Hal itu membuat Ronald dan Irene begitu amat senang.
Setelah lama diperjalanan akhirnya mereka sampai di sekolahan. Irene turun melepas helm nya dan Ronald tidak terkecuali.
“Terimakasih bibi Elma”
“Sama-sama Ronald” balas Elma tersenyum.
“Kami masuk dulu ya! Assalamualaikum”
__ADS_1
“Walaikumsalam” balas Elma melambaikan tangan nya kearah Ronald yang juga berperilaku demikian.
Setelah itu Elma kembali melajukan mobilnya ke tengah jalan, namun sepertinya ini hari yang sial saat ada mobil melaju dan menyerempet motor nya sampai mengeluarkan suara,
Gubrak
Mobil mewah itu segera berhenti untuk mengecek kondisi Elma yang sedang terduduk melihat siku kaki dan tangan.
“Aduh! Mobil itu nggak liat-liat kalau jalan astagfirullah” ucap Elma mengusap siku tangan nya yang kotor dan bolong.
Pemilik mobil itupun keluar, namun bukan untuk mengecek keadaan Elma melainkan badan mobilnya yang lecet.
“Sialann, heh… kalau naik motor itu pakai mata” sentak pemilik mobil itu.
“Aduh mas, kok malah nyalahin saya sih? Motor saya juga lecet loh karena jatuh… ini siku saya juga lecet… jangan gampang marah-marah ya mas” bantah Elma tidak terima.
Pria itu melihat Elma yang membenarkan motornya seorang diri. Kasian juga sih! Apalagi dia harus minta ganti rugi sama wanita ini.
Kayaknya nggak banget deh!. Lagipula ini salahnya juga karena kurang hati-hati.
“Ehem, kamu mau diganti rugi berapa?”
“Nggak usah deh” tolak Elma tidak mau ada urusan lagi dengan pria seperti dia. Lebih baik menghindar saja.
Namun pria itu segera memberikan kartu namanya, “Ambil, telpon aku jika butuh sesuatu. Bye”
“Eh mas—” panggil Elma terpotong saat melihat pria itu melambaikan tangan nya tanpa berbalik, “Sangat sombong”
Setelah itu Elma membaca nama di kartu tersebut, “Andre William”
Nb : Eh, apa ada kesalahan dengan nama Andre ya? Lupa author 😭
Saat ini Almira sedang duduk didalam kamarnya. Wanita ini masih memikirkan pengakuan Alex yang menerima Ronald sebagai anaknya.
“Apa itu sebuah keberuntungan untukku? Atau, itu adalah ujian yang engkau berikan untuk hidup kami? Apa yang sebenarnya engkau rencanakan ya Allah” monolog Almira merenungi.
“Dengan kerasnya aku menyembunyikan Ronald dari pria kejam itu. Tapi, engkau malah mendekatkan aku dengan sahabatnya” tambah Almira.
“Alex!! Ale---” potong Angela masuk ke kamar Almira dengan tiba-tiba. Lagi-lagi Angela masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. “Dimana Alex?”
“Alex sudah berangkat ke kantor” jawab Almira dengan nada yang hati-hati. “Kau membutuhkan sesuatu? Aku akan ke kantor nya untuk memberikan berkas yang ia minta”
“Jika aku yang mengantarkan berkasnya bagaimana?” tanya Angela dingin.
“Tidak apa-apa sih sebenarnya. Tapi, apa kau tahu dimana kantor nya?”
Angela menyelipkan rambutnya dengan sombong, “Tentu aku tahu dimana kantornya. Lagian, aku kan sudah lama mengenal Alex. Apapun yang ada pada Alex, aku pasti tahu”
Almira segera mengambilkan berkas yang ada di laci meja dan memberikannya kepada Angela.
“Ini berkasnya! Berikan kepadanya dan katakan salam ku untuknya”
Angela membuka matanya lebar-lebar dan membatin, ‘Dih, pakai salam segala lagi. Emang ini dijaman purba belum ada telpon? Wanita ini memang aneh’
“Kalau cuma salam, bukannya lebih baik di chat aja ya? Kalau nitip salam itu keknya kurang dapet nggak sih? Kesannya kek gimana gitu, mending langsung di chat aja… buang-buang waktu” balas Angela melenggang pergi.
__ADS_1
Almira yang dengar hanya menggelengkan kepalanya sabar. Wanita in ikan memang penuh dengan kesabaran.
Drett
Almira langsung mengangkat telponnya yang berdering saat ia cek ternyata Alex yang menelpon.
“Assalamu'alaikum?” sapa Almira.
“Walaikumsalam! Kau sudah sampai mana?” tanya Alex diseberang telpon.
“Maaf tuan, bukan aku yang akan ke kantor mu. Melainkan Angela… dia yang memilih untuk mengirimkan berkas kantor mu” jawab Almira polos.
Tentu Alex kesal, “Kok malah Angela sih?”
“Dia yang minta”
“Kok dia tahu?”
“Aku yang memberitahu” balas Almira lagi.
Alex menghela nafasnya jengah. Niatnya ingin membuat klien nya tahu perhatian Almira padanya, malah yang datang Angela. Gagal sudah rencananya.
“Ya Sudahlah” ucap Alex menutup telpon secara tiba-tiba.
Almira hanya diam menaikan kedua bahunya biasa.
Sementara itu di mobil yang dikendarai Angela. Wanita ini nampak bahagia mendapatkan berkas yang akan membuatnya bertemu dengan Alex.
“Daripada dia mending aku yang memberikannya. Aku tidak bisa membayangkan jika para kolega Alex melihat penampilan dari istri pengusaha Alexo Hedwin Moa… sungguh memalukan. Sangat tidak cocok!” kata Angela angkuh.
Setelah beberapa lama di perjalanan, akhirnya Angela sampai juga di tempat kerja si Alex atau lebih tepatnya perusahaan milik Alex. Wanita ini memarkirkan mobilnya dan segera masuk kedalam.
“Aku akan membuat kejutan untuk Alex!” antusias Angela melangkah masuk.
Namun tiba-tiba security menghadang perjalanan Angela, “Maaf nyonya! Ingin bertemu siapa?”
“Alexo Hedwin Moa… pemilik perusahaan ini. Aku ini adik teman nya dan hubungan kami sudah sangat dekat”
“Oh nyonya Angela ya?” pekik security itu seakan baru sadar. “Anda langsung lurus saja dan menemui sekertaris disana untuk menanyakan ruangan tuan Alex”
“Ok, thank you” balas Angela bergegas kesana.
“Nyonya Angela ya?” tebak sekertaris itu sebelum Angela memperkenalkan dirinya.
Angela yang dengar merasa semakin diatas awan, “Iya…”
“Anda bisa menaiki lift untuk ke lantai 15” ucap sekertaris itu dan Angela segera mengangguk.
Setelah mengucapkan terimakasih Angela bergegas masuk kedalam lift. Ia memincet nomor 15 sesuai dengan lantai yang ia tuju.
Ting
Pintu lift terbuka memperlihatkan ruangan luas yang tidak ada apa-apa nya. Hanya ada ruangan kosong yang belum jadi.
“Sepertinya ruangan ini masih setengah jadi. Tapi, kenapa sekertaris itu mengatakan kepadaku untuk datang kemari?”
__ADS_1
To be continued
Lanjut nggak nih?🤔