NODA DI BALIK CADAR ISTRI KONTRAK

NODA DI BALIK CADAR ISTRI KONTRAK
Kontrak Berakhir


__ADS_3

Almira menelan ludahnya dengan susah payah. Matanya terbuka dan menutup dengan cepat, secepat kegugupan dalam dirinya setelah melihat wajah pria itu terpampang disana.


"Bagaimana Al, kamu mau?" tanya ustadz Niam lagi saat Almira hanya diam.


"Tidak bisa ustadz, soalnya Almira datang diantar sama suami" lirih Almira menjawabnya.


"Oh kamu sudah menikah. Astaghfirullah maaf Almira, saya benar-benar tidak tahu dengan status mu saat ini. Saya pikir kamu masih melajang" sesak sebenarnya Niam mengatakan itu.


Namun, dia sudah menyerahkan semuanya kepada Allah dan insyaallah dia menerima semuanya.


"Kalau begitu Almira pergi dulu ustadz, soalnya suami lagi nunggu. Terimakasih atas tawarannya, permisi assalamu'alaikum"


Ustadz Niam mengangguk pelan, "Walaikumsalam"


Almira membuka pintu apotek berjalan keluar. Ia harus segera menemui suaminya yang sudah kembali ke mobil lebih dulu.


"Maaf tuan, nunggu lama ya" ucap Almira setelah masuk kedalam mobil.


Alex hanya diam. Almira pikir suaminya ini sedang marah karena menunggu terlalu lama.


Padahal Alex marah karena melihat dirinya mengobrol dengan seorang pria.


"Pria tadi tampan juga"


Almira menoleh penasaran, "Siapa?"


"Orang tadi. Brewokan, memakai baju putih, sarung dan berpeci. Idaman banget ya?" sindir Alex mengendarai mobilnya.


"Oh ustadz Niam? Dia itu saudaranya sahabat aku... dia baru kembali dari Mesir"


"Tidak ada yang tanya. Mau dia ke Mesir, Arab, India, I don't care!!!" kata Alex menekan.


Almira memilih diam. Setahu dia, diam juga mendatangkan kebaikan didalam pertengkaran dan ia sedang mengamalkannya.


_____


Setelah menghabiskan waktu tempuh sekitar 30 menit, Almira dan Alex sampai di kediaman Moa.


"Tuan Alex juga akan menginap disini?" tanya Almira setelah melihat Alex juga turun dari mobilnya.


"Iyalah, memangnya kenapa? Ini rumah orang tuaku, kenapa kau protes?" balas Alex sewot.


Ia pun langsung masuk begitu saja.


"Astaghfirullah, tuan Alex itu kenapa ya? Masa iya gara-gara lihat aku ngobrol sama ustadz Niam? Tapi, kayaknya memang gara-gara obrolan tadi deh" monolog Almira hanya menduga-duga.


Setelah itu ia menyusul Alex masuk kedalam.


Sehabis itu Almira masuk kedalam kamarnya, melihat si pria sewot itu sedang duduk bersandar di kepala ranjang dan mengisi kesibukan dengan bermain ponsel.


"Tuan, bagaimana jika Ronald melihat?"


"Biarkan saja! Malah bagus, dengan begitu aku akan katakan jika aku ini ayahnya. Lebih jelasnya Ayah sambung" kata Alex tidak takut.

__ADS_1


"Akan sulit Ronald menerima status hubungan kita. Dia masih kecil dan belum tahu apa-apa. Tolong tuan mengertilah" ucap Almira memohon dengan mata yang berkaca-kaca.


Alex pun segera bangkit lalu mendekati Almira. Dengan begitu ia akan dengan jelas melihat kedua mata mengembun Almira.


"Ronald akan sering berinteraksi dengan mamah dan papah. Secara langsung atau tidak langsung, mamah dan papah akan memperlihatkan foto ku karena mereka mengira aku adalah ayahnya. Menurutmu, apa Ronald tidak akan tahu?"


"Tapi---"


"Aku adalah ayahnya juga. Aku berhak diakui dan dipanggil ayah oleh Ronald. Jadi, sebelum dia tahu dari orang lain. Perkenalan aku terlebih dahulu" kata Alex menuntut.


Almira tidak tahu harus menjawab apa. Disatu sisi ia tidak bisa terus-terusan menyembunyikan hubungan ini pada anaknya, sisi lain ia juga merasa takut.


"Kenapa kau tidak mau memperkenalkan aku kepada Ronald? Aku yakin bukan karena takut Ronald tidak menerimanya" tanya Alex.


Wajah Almira menunduk sedih, "Sebelum tidur, Ronald sering bertanya kepada ku. Apa dia tidak punya ayah? Apa dia tidak bisa seperti temannya yang diantar oleh ayahnya"


"Dia begitu membutuhkan sosok ayah"


"Aku tahu. Saat dia tahu bahwa kau ayah sambungnya, mungkin kasih sayangnya akan sepenuhnya diberikan kepadamu. Tapi, bagaimana nasibnya setelah kau pergi?"


Alex mengerutkan keningnya bingung, "Kenapa aku pergi?"


"Kita hanya menikah kontrak dan kau bisa memutus kontrak itu kapan saja dan meninggalkan Ronald"


Benar sekali! Kenapa Alex lupa dengan kontrak pernikahan itu. Ia baru sadar masih terikat kontrak dengan wanita bercadar ini.


Alex mengusap wajahnya dengan kasar, "Begini saja. Bagaimana jika aku berjanji tidak akan meninggalkan Ronald ataupun dirimu?"


"Diluar dari ketentuan kontrak"


"Mengapa kau melakukan ini? Mengapa kau kekeh ingin menjadi ayah Ro-ronald?" gugup Almira menanyakannya.


"Aku sudah terlalu sayang dengan hubungan ini. Kau menunjukan ku jalan yang baik dan aku merasa bersyukur. Aku tidak butuh pernikahan 1 tahun, ku butuh pernikahan seumur hidup... denganmu" kata Alex meraih salah satu tangan Almira.


Lalu ia mengecup punggung tangan istrinya itu.


"Aku akan menjadi suamimu seutuhnya dan ayah Ronald seutuhnya. Apa kau mengijinkannya, Almira?"


"Sejak pertama aku memang sudah menerimamu menjadi suamiku. Entah karena suka ataupun tidak, aku telah menerimamu sebagai suamiku" kata Almira pertanda telah menerima Alex.


Bibir Alex menyungging sebelah. Tangan Alex terulur meraih punggung wanita bercadar itu kedalam pelukannya.


Drett


Ponsel Almira berdering didalam sakunya. Ia pun mengambilnya saat Alex tidak melepas pelukannya.


"Assalamu'alaikum, iya macan? Ronald membuat kesalahan ya?"


"Tidak! Malam ini Ronald biar tidur di kamar ku... soalnya Ronald sudah ketiduran karena lelah bermain dengan opa nya" kaya Vara diseberang telpon.


"Sudah tidur?"


"Iya. Lihatkan, tanpa pelukanmu Ronald bisa tidur juga" sombong Vara diseberang telpon.

__ADS_1


"Kalau tidak merepotkan sih tidak masalah, macan" kata Almira menerima.


"Oke bye" ucap Vara singkat lalu menutup telponnya dengan tiba-tiba.


"Dimana Ronald? Ayo kita menjemputnya" ajak Alex nyaris menarik tangan Almira.


"Ronald sudah tidur di kamar macan. Agak aneh sih mendengar Ronald tidur dengan orang yang baru ia temui" gumam Almira.


"Oh bagus kalau begitu"


Almira langsung menoleh, "Kenapa bisa bagus?"


"Kita punya waktu berdua lagi" ucap Alex sambil mengangkat tubuh Almira di dadanya.


Almira panik berusaha turun dari gendongan Alex, tapi pria ini dengan cepat membawanya serta menurunkannya diatas kasur.


"Tuan aku---"


"Shuttttt" Alex menempelkan jari telunjuknya ke bibir berbalut kain cadar milik Almira. "Aku tidak akan melakukan apa-apa. Aku hanya ingin tidur di sampingmu"


Selepas ia mencopot sepatunya, pria ini bergegas tidur disamping Almira dengan posisi memeluk tubuh ramping istrinya.


Almira tidak memberontak, justru ia membiarkan.


_______


05:30


Adzan subuh telah berkumandang di ponsel Almira sebagai peringatan pada manusia yang sudah bangun untuk bersegera menunaikan sholat.


Almira memincet tombol off lalu menyiapkan dua sajadah depan dan belakang.


Tiba-tiba...


Krek


"Ibu!!!"


kepala Almira segera menoleh melihat kearah pintu kamarnya yang sudah terbuka. Wajah Ronald murung dengan bibir manyun.


Ia memeluk Almira.


"Ada apa Ronald?" tanya Almira agak terkejut.


"Ibu, opa dengan Oma tidak mau bangun untuk sholat. Mereka masih tidur" adu Ronald.


Almira tersenyum kecil, "Mungkin Oma dengan Opa sedang lelah, jadi mereka susah untuk bangun"


"Ronald sholat dengan ibu saja ya"


"Tidak boleh!!!" suara bariton dari kamar mandi menolak permintaan Ronald dengan tiba-tiba.


Deg

__ADS_1


TBC


__ADS_2