
"Duduklah! Mamah ingin bicara dengan dirimu"
Alex menghela nafas memijat pelipis mata nya, “Jangan sekarang ya mah! Alex ada meeting di kantor dan nggak bisa lama-lama”
“Nggak bisa Alex. Mamah mau menuntut jawaban dari kamu” tegas Vara bersidekap melihat Alex yang sudah duduk di kursi.
“Almira siapkan sarapanku” perintah Alex.
Almira segera mengangguk menerima perintah Alex. Wanita ini segera mengambilkan nasi ke piring suaminya dan beberapa lauk.
Vara menatap wajah Almira dan Alex bergantian. Lalu ia melihat Angela yang memiliki wajah asing belum Ia kenal.
“Dia siapa, Lex?” tanya Angela masih dengan raut wajah serius.
“Dia Angela, adik Arsen” jawab Alex.
Mendengar itu membuat Angela menyalami punggung tangan Vara dan menciumnya, “Hallo tante, aku Angela adiknya kak Arsen”
“Oh, adiknya Arsen si anak bule itu ya? Cantik juga kamu” puji Vara membuat Angela berbunga-bunga.
Namun, bukan pujian yang ingin Vara ucapkan. Kedatangan wanita setengah baya ini kemari karena ada sesuatu yang ingin dipertanyakan.
“Alex” panggil Vara memulai pembicaraan.
“Hm” balas Alex menjawab panggilan Vara. Namun dengan posisi sedang makan.
“Kau sudah punya anak dengan Almira?”
Uhuk
Uhuk
Alex langsung tersedak makanan nya sendiri. Pria ini terkejut, bahkan Almira dan Angela yang dengar juga bersikap sama.
“Mamah ini ngomong apa sih?” tanya Alex setelah minum air. “Anak apa yang mamah maksud?”
“Mamah tahu kalau Almira sudah punya anak dan ayahnya pasti itu kamu Alex. Kau yang menghamili Almira. Karena itu, kalian terpaksa melakukan pernikahan ini” ucap Vara dengan nada tinggi.
Ribuan pertanyaan tersimpan didalam benak Almira. Wanita bercadar ini teramat terkejut bahkan sangat, membuat Alex melihat kearahnya.
“Tunggu, tolong jelaskan semuanya mah”
Vara mengeluarkan ponsel miliknya, “Mamah punya bukti kalau ada anak kecil memangil Almira dengan sebutan ibu. Nih”
__ADS_1
Vidio yang ada dilayar ponsel itu terputar, menampilkan Ronald yang memanggil Almira saat sedang menelpon Alex waktu itu.
“Kan, kalian sudah punya anak sebelum menikah kan?” tegas Vara.
Alex yang sudah tahu jika Almira itu memiliki anak hanya bisa diam melihat Almira. Wanita itu terlihat gelisah dengan meremat kesepuluh jari-jarinya tanpa sepatah kata, membuat Alex tidak tega.
“Iya, Alex dan Almira sudah memiliki anak sebelum menikah. Kami sengaja menyembunyikan anak kita berdua” ucap Alex memilih mengaku, walau itu bohong.
“Tuan”
“Shutt, kau tenang saja” sela Alex. “Mamah sudah tahu kan? Ini jawaban yang ingin mamah dengar kan?”
Sedari tadi Vara menahan amarahnya, namun sudah cukup untuk saat ini. “Alex, mamah kecewa dengan dirimu! Kau seperti anak kecil yang tidak tahu memakai kond0m… seharusnya sebelum kau melakukan itu, belilah dulu pengaman di warung atau toko. Dasar kau”
Vara yang kesal itu memukul bahu Alex. Namun pria ini hanya diam membiarkan.
“Mamah kecewa!!!” sentak Vara melenggang pergi begitu saja setelah mendaratkan tatapan hina ke wajah Almira.
“Tuan, ini semua tidak benar” tolak Almira menggelengkan kepalanya.
Namun, Alex malah mengangguk santai. “Kau tenang saja”
Almira semakin gelisah. Niatnya ingin membuat Alex tidak tahu tentang Ronald, justru malah terbongkar dan yang lebih parah. Pria ini mengaku-ngaku sebagai ayahnya.
Tiba-tiba Angela yang sudah lama menyimak itu langsung mendorong bahu Almira kasar, “Kau lakukan apa kepada Alex waktu itu?”
“Kau dan Almira ini sudah memiliki anak sebelum menikah?” tanya Angela berapi-api, “Pakaianmu saja yang tertutup, tapi kau membuka kaki mu untuk para pria”
“Angela!!!” bentak Alex membuat Angela terpelanjat.
“Memang begitu kan? Dia memberikan tubuhnya untuk pria yang belum menikahinya. Aku merasa jijik”
Sakit, sakit rasanya mendnegar wanita ini menghina dirinya. Wanita ini sangat tahu titik lemah Almira sampai tepat mengiris hati nya.
“Angela aku peringatkan kepadamu untuk jangan menghina Almira. Atau aku---”
“Apa” potong Angela menantang Alex lalu berganti menatap Almira, “Kau membela wanita sok suci ini. Wanita yang menutup nodanya dengan kain cadar di wajah nya. Cih… kau tidak ada bedanya dengan wanita rendahan di luar sana”
Penghinaan Angela mengingatkan dirinya dengan kejadian 6 tahun yang lalu, dimana pria itu melecehkan Almira berulang kali seperti julukan yang Angela lontarkan.
“Sungguh, aku bukan seperti wanita yang kau maksud. Aku bukan wanita rendahan… atau wanita bayaran yang kau pikirkan… kau, kau salah” kata Almira tersedu-sedu lalu pergi begitu saja.
“Almira!! Al—” panggil Alex terpotong saat Angela menahan tangan nya.
__ADS_1
“Lex, kau benar-benar memilih wanita itu? Wanita seperti itu hanya terlihat baik Lex… nyatanya dia menjebak dirimu”
“Stop!!” bentak Alex sekali lagi, “Kau harus mendengar ucapanku kali ini. Mungkin ini akan terdengar seperti ancaman. Namun, kau harus diberi pelajaran. Angela, jangan kau menghina Almira. Jika aku sudah bersuara maka kau akan langsung menyesal seketika”
Angela yang dengar langsung berwajah muram, “Alex, kau tega sekali mengatakan ini dengan ku?”
“Hilangkan persepsi burukmu terhadap Almira… dia adalah ibu dari anakku” tegas Alex semakin membuat Angela tercengang.
“Bulshitt” maki Angela berlari menaiki tangga menuju kamar nya.
Alex segera mengusap wajahnya kasar namun terasa lega. Pria ini juga merasa dilema dengan keputusan yang sudah ia ambil tadi.
Tidak lama ia memutuskan untuk menemui Almira di kamar nya. Wanita itu menangis tersedu-sedu setelah mendapat hinaan dari Angela. Alex tahu pasti sakit untuk Almira menerima.
“Almira!”
Almira yang mendengar itu segera menepis air mata yang membasahi kain niqab nya dan mencoba untuk berhenti menangis.
“Jangan kau ambil hati ucapan Angela… anak itu memang begitu orang nya. ucapannya yang ceplas-ceplos memang membuat orang sakit hati” kata Alex duduk disamping Almira.
“Iya tuan” balas Almira dengan lirih. “Ngomong-ngomong, kenapa kau mengaku sebagai ayah dari anak saya?”
“Kau benar memiliki anak?” tanya Alex pura-pura.
Karena sudah ketahuan, makai a tidak memiliki pilihan lagi selain mengangguk. “Aku memang sudah memiliki anak. Sengaja aku tidak memberitahu dirimu”
Alex mengangguk, “Tidak apa-apa! Aku sudah menikahimu… jadi, anak mu adalah anakku juga”
“Bagaimana bisa begitu, Tuan?”
“Bukankah memang begitu aturan agama? Pria yang menikah dengan wanita yang sudah memiliki anak, maka anak itu juga akan menjadi anaknya” kata Alex.
“Tapi—”
“Entah seperti apa masalalumu. Siapa ayahnya, aku tidak peduli” sela Alex begitu santai. “Jadi, jangan terlalu memikirkan itu lagi. Jatuhnya kau akan depresi!”
Almira tertawa kecil, “Kau ada-ada saja, Tuan”
_____
Di depan rumah susun, anak Almira akan segera kembali belajar setelah break lama. Anak itu terlihat semangat menunggu Elma di tepi jalan sambil menggendong tas ransel di punggung nya.
“Bibi, aku kan sudah sembuh… nanti kita mampir ke toko es krim ya?” pinta Ronald memperhatikan Irene yang sedang menatas dasi kupu-kupunya.
__ADS_1
“Siap Ronald” balas Irene memberikan jempolnya, “Nanti kita ajak bibi Elma juga ya?”
“Ajak ibu juga ya bi”