NODA DI BALIK CADAR ISTRI KONTRAK

NODA DI BALIK CADAR ISTRI KONTRAK
Anak Daddy Alex


__ADS_3

Deg


Jantung Almira seakan ingin copot rasanya. Alex tidak sabaran dengan memperlihatkan suara serta wujudnya didepan Ronald.


"Hai jagoan" sapa Alex melambaikan tangan kearah Ronald.


"Ow, kita pernah bertemu di taman rumah sakit. Kau paman yang tidak mengucapkan salam, kan?"


Alex tertawa akan ingatan anak ini yang tajam, "Kau masih mengingatku rupanya"


"Tentu saja aku masih ingat" balas Ronald bangga.


Almira hanya melihat Alex dan Ronald dengan bingung. Namun setelah itu ia memutuskan bertanya.


"Tuan Alex pernah bertemu dengan Ronald?" tanya Almira agak berbisik.


Alex hanya mengangguk.


"Tapi, kenapa paman ini ada di kamar bersama ibu? Ibu bilang laki-laki dan perempuan tidak boleh berada di kamar" kata Ronald dengan polos.


Alex berlutut mensejajarkan tingginya dengan Ronald, "Benar sekali! Lain halnya jika mereka sudah menikah"


"Tu----" Almira tidak jadi melanjutkan ucapannya saat Alex mengangkat tangan nya supaya ia diam.


"Apa ibu dan paman sudah menikah?" polos Ronald menanyakan hal demikian.


"Iya! Ibu sudah menikah dengan paman. Jadi, sekarang ini paman adalah ayahnya Ronald dan Ronald bisa memanggil paman dengan sebutan Ayah"


"Apa paman orang yang baik? Apa paman akan membahagiakan ibu? Apa paman akan memberikan uang kepada ibu dan tidak akan membuat ibu bekerja?" rentetan pertanyaan dari Ronald pada Alex.


Entah kenapa!.


Alex tersenyum, "Tentu saja! Paman akan membuat ibumu tidak bekerja dan hanya berias saja. Tapi, kenapa Ronald menanyakan ini untuk ibu? Untuk Ronald?"


"Ibu sering lelah bekerja! Sampai-sampai ibu jarang bermain dengan Ronald.. jika ibu tidak bekerja pasti ibu akan memiliki banyak waktu bermain dengan Ronald" jelas Ronald membuat Almira berkaca-kaca.


"Paman akan membuat ibu bermain terus dengan Ronald. Bahkan, paman akan bergabung dengan kalian. Apa boleh?"


Ronald mengangguk dengan senyuman, "Boleh"


"Jadi, Ronald bisa memanggil paman dengan panggilan ayah?" pinta Alex langsung to the point.


"Paman harus meminta ijin dulu dengan ayahku. Panggilan itu milik ayahku dan tidak sembarangan bisa memilikinya" tolak Ronald dengan mulut manyun.


Tapi Alex tidak marah! Ia memikirkan sebuah ide cemerlang.


"Bagaimana kalau Ronald panggil paman dengan sebutan Daddy? Panggilan Ayah kan untuk ayah Ronald, dan Daddy untuk Daddy nya Ronald ini" kata Alex mengusulkan.


Ronald menempelkan ujung telunjuknya di dagu seraya berpikir. Ia sangat lucu jika berpose seperti itu, Alex nyaris mencubit bibirnya yang manyun itu.


"Baiklah, Daddy"

__ADS_1


Alex mencubit pipi Ronald gemas, "Nah ini baru anak Daddy Alex"


Alex tersenyum senang memperlihatkan gigi-gigi rapi didalam mulutnya. Dalam sekejap ia terharu karena telah memiliki keluarga lengkap, walau Ronald bukan anak kandungnya.


_______


Rumah sakit.


Pagi ini di jam tujuh tepat, Angela sudah merasa baikan dan memutuskan untuk kembali ke rumah. Dibantu oleh Andre, Angela merasa amat kesal.


"Sudahlah Andre!!! Aku muak melihat dirimu sumpah" tolak Angela mendorong Andre menjauh dari kursi rodanya.


"Emangnya kau bisa memencet tombol di lift? Dorong-dorong kursi roda... kayak orang yang penting tahu nggak. Menyedihkan" hina Andre supaya Angela nurut.


"Mending sendiri daripada ditemani dirimu" ucap Angela memutar bola matanya malas.


Andre hanya tersenyum.


"Permisi-permisi!!!" suara perawat meminta Andre untuk segera menepi, karena perawat itu membawa brankar rumah sakit berisi bapak-bapak tua yang kejang.


Selain itu ada juga gadis berhijab menangis tersedu-sedu didekat brankar itu.


Andre merasa tidak asing dengan wajah gadis itu, sepertinya ia pernah melihatnya.


'Gadis itu bukannya dia gadis yang aku tabrak beberapa hari yang lalu' gumam Andre dalam hati.


"Angela, tunggu disini sebentar"


"Ih menyebalkan sekali. Bagaimana bisa dia meninggalkan aku sendirian dengan keadaan seperti ini. Ish... " kesal Angela ingin membanting apapun yang ia lihat.


____


Andre tidak memperlihatkan wujudnya, dan tetap didalam persembunyian dengan telinga yang tajam menguping pembicaraan.


"130 juta?" pekik Elma sangat-sangat terkejut. "Dokter, saya hanya punya uang 50 juta, itupun untuk biaya pernikahan saya. Apa dokter bisa memberikan saya keringanan waktu?"


"Saya bisa-bisa saja memberikan anda keringanan waktu. Namun, saya tidak yakin dengan kondisi pasien" kata dokter itu.


"Saya akan membayar semuanya!!!"


Dokter beserta Elma menatap pria berjas hitam yang tiba-tiba masuk dalam obrolan mereka.


"Anda?" ucap Elma langsung ingat dengan wajah Andre.


"Ini kartu kredit ku dan segera lakukan operasi"


"Baik" jawab dokter itu segera melakukan tugasnya setelah sang perawat mengambil kartu kredit Andre.


Ada rasa lega mengetahui ayahnya akan di operasi dan nyawanya akan dapat diselamatkan. Namun, ada rasa risih juga dengan pria ini.


"Terimakasih, secepatnya aku akan mengganti uang mu" kata Elma dengan kepala menunduk.

__ADS_1


Andre mengangguk santai, "It's okay"


"Tapi, kenapa anda melakukan ini kepada ku? Bukankah kita baru sekali bertemu"


"Sebagai tanda maaf ku karena sudah menabrak dirimu" jawab Andre atas pertanyaan Elma.


Elma mengangguk paham, "Oh itu... aku juga bersalah dalam kejadian itu tuan. Saya tidak bisa menggunakan itu untuk tidak mengganti uang mu. Katakan, apa yang harus saya lakukan?"


"Bagaimana jika kau menggantinya dengan bekerja di perusahaanku? Kebetulan--"


"Aku tidak bisa berbisnis, menjadi asisten pribadi ataupun sekertaris pribadi, maaf... itu semua bukan bidang ku" sela Elma.


Ia pikir nasibnya akan seperti pemeran utama di novel-novel, dimana ia akan dijadikan asisten, sekertaris untuk menebus kebaikan pemeran utama pria.


Memang lucu pemikiran Elma ini.


"Tenang saja! Aku masih cinta perusahaanku, sehingga tidak sembarangan memilih karyawan" ucap Andre terdengar menghina.


Elma menelan ludahnya malu.


"Kebetulan aku mencari OB. Bekerjalah sebagai OB di perusahaanku" pinta Andre.


Elma termangu. Ingatannya kembali ke waktu dimana ayahnya melarang untuk bekerja dengan alasan, tanggal pernikahan yang semakin dekat.


Tapi, jika ia tidak bekerja, bagaimana ia dapat menebus kebaikan Andre?


"Baiklah, aku mau menjadi OB di perusahaan mu. Kira-kira kapan aku harus masuk?"


"Mulai besok kau bisa langsung bekerja dan menemui pak Daniel. Dia akan memberitahu pekerjaanmu... good bye" balas Andre singkat lalu pergi.


'Maaf ayah! Elma melanggar perintah ayah. Tapi, Elma melakukan ini untuk ayah' monolognya dalam hati.


______


Terlepas itu, di rumah sakit tempat dimana Arsen dirawat. Mimilia sedang membantu anaknya mengganti baju pasien yang baru.


"Ada perawat yang resign lagi karena dirimu"


"Aku tidak peduli" balas Arsen acuh dengan informasi dari ibunya.


"Oh iya... Arsen jujur dengan mommy. Kau menghamili seorang gadis 6 tahun yang lalu kan?" tanya Mimilia dengan serius.


Namun Arsen terlihat tidak merasa bersalah, "Tidak"


"Kau tidur dengan gadis itu"


"Tapi dia tidak hamil" sentak Arsen membalas Mimilia, "Aku tidak bodoh sehingga sembarangan memakainya"


"Dia hamil Arsen!!!" bantah Mimilia mencoba meyakinkan anaknya yang tidak percaya.


"Mau dia hamil atau tidak, aku tidak peduli. Anggap saja itu bayaran setelah melayani diriku. Tapi, aku tidak akan memberikan wanita itu hidup dengan tenang setelah melukai diriku" tekan Arsen penuh dendam.

__ADS_1


TBC


__ADS_2