Noda Merah

Noda Merah
Semua Penipu


__ADS_3

Setelah lama menunggu akhirnya Julia mendapatkan kabar bahwa hasil tes DNA itu sudah keluar dan sudah bisa diambil di rumah sakit. Tidak berlama-lama lagi ia segera ke sana dan tentu saja tanpa sepengetahuan Putra.


Ketika masuk ke ruangan, Dokter memberikan sebuah amplop lalu ketika dibuka dengan cermat Julia membacanya karena ia takut ada yang terlewat. Mulutnya ternganga ketika tak kuasa menahan keterkejutan akan hasil yang diperoleh tersebut.


"Kenapa hasilnya Vita dan Putra bisa 98% cocok sebagai ayah dan anak ?." Batinnya dalam hati berkecamuk. "Dokter apakah tes ini sudah sesuai hasilnya ? Atau apa mungkin ada kekeliruan saat melakukan tes ini dan ini cuma hasil sementara iya kan Dok ?."


"Tidak nyonya kami tidak mungkin memberikan hasil tes sementara dan yang anda pegang itu memang benar hasilnya pak Putra dan saudari Vita adalah ayah dan anak kandung."


Tanpa mengucapkan selamat tinggal ataupun mendengarkan dokter lagi, Julia dengan pikiran yang kacau berjalan cepat bahkan hampir terlihat seperti berlari seolah membantah semua ini meski bukti yang ada di tangannya adalah valid.


"Tidak tidak mungkin Thalia dan Putra sudah selingkuh di belakangku." Air mata itu menetes bahkan ketika Julia berusaha berlari sambil menyembunyikan kesedihannya.


Seseorang dengan jas putih keluar dari ruangan dan hampir saja menabrak Julia jika saja dia tidak minggir tetapi belum sempat melihat wajahnya dengan jelas Julia sudah berlari jauh. "Itu seperti Julia istrinya Putra, atau aku salah lihat ya ?."


Keanehan yang terjadi adalah Julia menangis dan walaupun mereka tidak bertatapan muka tapi dokter itu dengan jelas melihat derasnya air mata yang membasahi pipi sehingga ia mengeluarkan handphone lalu mencari nomor putra.


"Halo Putra aku baru saja melihat Julia di rumah sakit tempatku bekerja dan sepertinya dia sedang menangis kalau aku tidak salah lihat."


"Apa kau yakin yang kau lihat tadi adalah istriku ?." Seru seseorang di seberang sana yang merupakan Putra.

__ADS_1


"Meskipun tidak terlalu jelas wajahnya tapi perawakannya memang mirip istrimu."


Putra langsung mematikan teleponnya ketika mendengar Julia berada di rumah sakit, ia bertanya-tanya mungkinkah Vita kembali sakit sehingga harus berobat ?. Tetapi jika iya kenapa tidak ada yang memberitahunya sama sekali.


Saat sampai di rumah Julia menangis tersedu-sedu bahkan ketika ia mengunci pintu untuk memastikan bahwa tidak ada yang masuk dan melihat keterpurukan yang dialaminya. Semua ini adalah musibah karena mendapatkan suami yang berselingkuh dengan temannya sendiri.


Suara tangis Vita tak didengarkan oleh Julia karena saat ini Vita adalah aib yang ia rawat karena Julia merasa ia telah ditipu habis-habisan oleh dua orang yang ia sayang. "Kau bisa diam atau tidak dasar bayi sial*n, teganya orangtua kandungmu menipuku!."


Julia hampir melemparkan bantal untuk membuat suara bayi itu terdiam tetapi ia urungkan dan memilih keluar dari rumah menuju ke tempat di mana ia bisa menenangkan diri. Kira-kira di mana tempat yang lebih baik untuk menenangkan diri, apakah di hotel ataukah di rumah orang tua ? nyatanya bukan keduanya.


Ting tong


Suara bel rumah yang bunyikan dan menunggu seseorang membukakan pintu, entah kenapa Julia memilih tempat ini dan memilih mempercayai seseorang yang tinggal di sini sebagai tempat bersandar, oang yang ia percayai adalah Darren, teman baiknya.


Cara memastikan hal itu ketika melihat Julia dengan jelas dan benar saja saat ini wanita yang ia cintai tersebut sedang merasa sedih. "Ada apa ceritakan padaku, " Iya melihat bahwa mereka masih berada di luar hingga menyuruh Julia untuk masuk terlebih dahulu dan berada di ruang tamu. "Kenapa kau menangis ?."


"Darren aku tidak tahu lagi siapa yang harus kupercayai karena setelah aku melakukan tes DNA dan hari ini hasil tesnya keluar ternyata mereka ayah dan anak ?." Julia menceritakan hal tersebut sambil menangis hingga Darren tidak mengerti arah pembicaraan tersebut ke mana tetapi ia berusaha sabar dan masih mendengarkan.


"Mereka berdua licik karena selingkuh dariku dan membuatku mengurus anak mereka, mereka sangat jahat tapi aku tidak bisa menceritakan hal ini kepada orang tuaku."

__ADS_1


"Tunggu sebentar Julia pelan-pelan sebenarnya siapa yang berselingkuh ? Dan anak siapa yang kau urus aku tidak mengerti."


Semua ini terlalu rumit Julia sendiri bahkan tidak tahu harus mulai dari mana karena ia juga bersalah telah membohongi semua orang dan jika diceritakan pasti akan panjang. "Sebenarnya Vita bukanlah anak kandungku tetapi anak hasil perselingkuhan Putra dan Thalia."


*****


Ketika berada di luar negeri kehidupan Thalia benar-benar sangat enak dengan bergelimang uang dan juga kemewahan yang ia dapatkan. Tetapi Thalia ingin menetap di luar negeri jadi ia ingin menjual semua yang ia dapatkan dari laki-laki di tempat kelahirannya, semua akan ia jual baik dari mobil hingga apartemen.


Pesawat yang ia naiki kini sekarang sudah mendarat tetapi pandangan matanya seolah bosan dengan negara ini karena sudah tidak ada keinginan lagi untuknya tinggal. "Kira-kira kalau dijual apartemen dan mobilku belum lagi barang-barang yang kumiliki yang masih tertinggal di apartemen laku berapa ya ?."


Semua itu akan ia gunakan untuk tambahan hidup di luar negeri, persoalan anak ia sama sekali tidak perduli dan yakin bahwa Julia bisa menangani anaknya dengan baik bahkan mungkin lebih baik dari dirinya.


"Jadi kapan semua barang-barangku bisa laku terjual dan aku mendapatkan uangku ?." Saat ini Thalia berbicara dengan seorang laki-laki yang berada di depannya, laki-laki tersebut dipercaya untuk menjual semua aset yang dimiliki dan ingin segera kembali ke luar negeri setelah semua uang didapatkan.


"Karena cukup banyak semua ini tidaklah singkat, mungkin paling cepat bisa 1 sampai 2 minggu dan paling lambat bisa 1 bulan lebih."


Julia tidak menyangka akan memerlukan waktu selama itu padahal ia ingin segera kembali tetapi tidak apa sambil mengobati rasa rindunya yang sangat sedikit dengan tempat kelahirannya ini. Toh nanti juga ia tidak akan kembali lagi ke sini jika sudah benar-benar menetap di luar negeri.


"Baiklah urus semuanya, secepat mungkin aku ingin selesai."

__ADS_1


"Baik nona Thalia."


"Selama itu aku harus apa di sini ? Apa aku harus mengabari Julia untuk bertemu anakku tapi aku yakin dia bisa merawatnya dengan baik jadi tidak perlulah aku menjaganya, anak itu juga pasti hidup dengan damai bersama dengan keluarga tukang tipu, suaminya tukang selingkuh sedangkan istrinya penipu, lucu sekali."


__ADS_2