
Beberapa hari ini tidak ada yang aneh dengan Putra dan keduanya hampir tidak pernah bertemu akibat pekerjaan Putra yang membuat lelaki itu kerap pulang ke rumah dalam keadaan sudah sangat larut. Justru Julia merasa ada yang tidak beres karena biasanya Putra akan membuatnya merasa tidak nyaman tetapi diamnya lelaki itu justru membuat Julia lebih ketakutan.
Dan benar saja ketika Julia sedang berada di taman ia disodori beberapa dokumen tanpa sepatah kata apapun dari Putra. "Apa semua ini ?."
"Kau cukup tanda tangannya saja dan jangan banyak bertanya."
Julia membaca terlebih dahulu dan terkejut karena itu adalah pengalihan aset yang atas namanya dari kedua orang tua Julia dan ingin dipindahkan atas nama Putra. "Kau sudah gila ya aku tidak mau menandatangani dokumen bodoh itu."
Lembaran dokumen tersebut dilempar ke arah Putra hingga terjatuh di atas tanah dan menyulut emosi Putra hingga ketika menjentikkan jari beberapa laki-laki berdatangan entah dari mana. "Aku sudah tahu ini tidak akan mudah dan kau memaksaku untuk melakukan cara kasar."
"Apa yang kau lakukan Putra ?." Tangan Julia diikat dan dibekap dengan sapu tangan yang sudah diberi bius hingga Julia semakin lama menurun penglihatannya, putra adalah yang terakhir dilihat dan dia tidak akan membiarkan ini semua.
"Bahwa dia ke gudang hutan sebelum pembantuku melihat."
"Baik tuan."
Putra berjalan diikuti oleh anak buahnya yang menggendong Julia dan berusaha untuk menyembunyikan keadaan wanita itu yang tidak sadar dari pembantu yang disuruh Putra pergi untuk membeli sesuatu ke tempat jauh juga security yang ia perintahkan agar meninggalkan rumah sementara.
__ADS_1
Seharusnya aman saja jika Putra menyembunyikan Julia di rumahnya sendiri namun lama-kelamaan pasti akan menjadi tanda tanya bagi orang yang tinggal di rumahnya jika Putra kedapatan menyiksa Julia untuk mendapatkan aset dari mertuanya.
Mobil itu males aja meninggalkan perkotaan yang padat penduduk menuju ke sebuah hutan yang kian tiada orang dan hanya ada pepohonan yang lebat disertai hewan-hewan yang masih terlindungi. Julia hanya tidur di mobil akibat pengaruh obat bius yang belum hilang hingga saat ia sudah sampai juga belum bangun hingga tidak bisa melawan ataupun melepaskan diri.
"Kunci dia di gudang dan jangan sampai lepas jika tidak kalian yang akan menerima konsekuensinya." Untuk sementara Julia akan aman di sini dalam sekapannya disaat Putra sibuk dengan urusan pekerjaan.
Julia mengerjapkan mata beberapa kali untuk menyelesaikan cahaya yang menembus jendela tanpa kaca tersebut dan hanya ada tiang seperti jeruji besi di penjara. "Aku ada di mana sekarang kenapa rasanya tubuhku kaku semua."
Saat di gerakan baik tangan maupun kaki Julia terasa sakit namun ia baru menyadari ketika melihat kedua tangan dan kakinya ternyata diikat dengan sangat kencang untuk memastikan dia tidak melarikan diri.
Ketika Julia terbangun harus sudah malam dan ia bisa mendengar suara Putra yang mendekat ketika sambil berbicara dengan anak buahnya dan menyuruh untuk membantu Julia duduk di kursi yang ada mejanya.
"Akan kupermudah agar kau tanda tangan."
"Apa kalau aku tanda tangan maka kau akan melepaskanku ?."
"Ha ha ha," Putra tertawa dengan keras seolah habis menonton film komedi yang sangat lucu padahal pertanyaan Julia tadi adalah serius.
__ADS_1
"Kau jangan bercanda sayang sudah terlalu banyak yang kau ketahui jadi aku tidak bisa membiarkanmu hidup karena tidak ada jaminan kau akan menyimpan rahasia ini rapat-rapat sampai ajalmu namun tenang saja akan ku bantu mempersingkat ajalmu."
"Kalau sudah gila Putra tidak mau." Ini adalah kesempatan Julia sudah tidak lagi terikat dan putranya fokus ke dokumen itu maka Julia memanfaatkan ini untuk pura-pura menandatangani dokumen tetapi ia menusukkan bolpoin tersebut ke lengan Putra.
"Ah kau berani-beraninya, kenapa pengen diam saja tangkap dia cepat !." Putra baru tersadar bahwa kunci mobilnya masih berada di dalam mobil dan di saat ia mendengar suara mobilnya pergi maka putranya menyadari kebodohannya sendiri dan meminta kunci mobil dari anak buahnya untuk mengajar Julia karena anak buahnya tidak dapat diandalkan.
Aksi saling kejar-kejaran tersebut terjadi di dalam hutan yang sempit akan jalannya hingga memperlambat Julia untuk segera melarikan diri tetapi ia masih lebih unggul daripada Putra karena lengan lelaki itu yang terluka membuat gerakannya lebih lambat
Hingga sampailah mereka di jalan raya namun naas Putra melajukan mobilnya lebih cepat dan menabrak mobil yang dikendarai Julia hingga terjatuh ke dalam sungai beserta mobil yang ditumpanginya.
Mobil dan juga penumpangnya tenggelam dan untung saja tidak ada orang yang lewat ataupun melihat semua ini jadi Putra tidak ingin berlama-lama dan menjauh dengan segera.
"Harusnya dia sudah mati kalau tenggelam, tapi dokumen itu belum sempat ditandatangani tapi Vita masih menjadi anaknya Julia secara hukum, harusnya jika dunia meninggal maka seluruh kekayaannya akan diwariskan ke Vita, bukan?."
Mengingat hal itu Putra merasa sangat senang dan ia bisa memanipulasi CCTV namun, baru sadar bahwa itu tidak ada CCTV di jalan tempat Julia terjatuh jadi ini akan lebih mudah.
"Selamat jalan Julia aku senang atas kepergianmu, seperti janji yang kau ucapkan di pernikahan bahwa kita akan berpisah karena maut yang memisahkan."
__ADS_1