Noda Merah

Noda Merah
Ku Ikuti Rencanamu


__ADS_3

"Kenapa bisa selama itu ? Tidak bisakah kau bekerja dengan cepat ? Baiklah kuberi waktu satu bulan dan aku tidak mau mendengar ada masalah ataupun mundur lagi."


Thalia menutup panggilan telepon dari seseorang yang mengabarkan penjualan asetnya mau tidak mau mundur dari jadwal yang di janjikan. "Kenapa kerja begini saja tak becus."


Waktu awal bilangnya paling lambat satu bulan tapi ia baru di beritahu kalau bisa sampai memakan waktu dua bulan. Tentu saja Thalia marah karena sudah merasa tak nyaman tinggal lebih lama di negara ini karena sudah nyaman tinggal di luar negeri.


Di sisi lain Putra mengendarai mobil seorang diri menuju ke apartemen Thalia dengan pikiran yang mencoba merangkai semua fakta. Ia merasa ini semua harus di selesaikan hari ini juga karena jika berkaitan dengan Thalia maka kehidupannya terancam.


Kepergian Julia saat siang dengan terburu-buru membuat Putra merasa yakin bahwa ini ada hubungannya dengan Thalia. Apartemen yang telah lama tidak ia singgahi kini ia kemari lagi, saat menekan kode sandi ternyata sudah di ubah jadi Putra menekan bel dengan tak sabar.


Ting tong ting tong ting tong


"Siapa orang tidak ada kerjaan yang menekan bel seperti itu." Ia mengomel ketika jalan menuju ke pintu depan dan langsung terdiam melihat kedatangan Putra. Thalia berdiri di ambang pintu dan tertabrak ketika Putra langsung nyelonong masuk.


"Sudah lama tidak kesini tapi sepertinya banyak yang berubah." Putra duduk di sofa dan menaikkan satu kakinya seperti tempat ini adalah miliknya. "Kau tidak mau menyambut ku seperti dulu ?." Tanyanya dengan raut wajah seperti menghina.


"Kau sudah tidak di terima lagi disini, sebelum aku mengusir mu.....harusnya kau sudah faham." Thalia membuka pintu dengan lebar seolah mengusir Putra tanpa suara tapi ketika lelaki itu mendekat bukannya pergi malah menutup pintu dengan keras. "Apa yang kau lakukan ?!."


"Yang kulakukan ? Harusnya aku yang bertanya seperti itu padamu apa yang kau lakukan dengan istriku dan Dokter Carlos di belakangku ?." Putra membuat Thalia terjepit antara dirinya dengan tembok jadi mau tak mau wanita itu harus menjawab karena kemarahan nampak pada wajah Putra. "Jawab Thalia."


"Tidak ada, Julia hanya bertanya soal Dokter yang bagus untuk kandungan kepadaku."


"Untuk apa dia bertanya pada wanita yang bahkan tak pernah dengan........" Tunggu Putra baru teringat, Thalia pernah mengandung dan karena itu pula mereka memutuskan hubungan hingga tak bertemu sampai saat ini.


Putra melepaskan Thalia dan berkeliling kedalam mencari keberadaan bayi yang seharusnya sekarang sudah lahir tapi di manapun ia mencari tak ada tanda akan hadirnya bayi dimanapun.


"Dimana bayi itu ?." Tak mendapat jawaban Putra kembali menanyakan kembali dengan penekanan kata. "DI MANA BAYI YANG KAU KANDUNG ?."


"Bukannya kau minta untuk menggugurkan kandungan, aku sudah melakukannya." Thalia sedikit gemetar saat mengatakan itu dan berharap Putra tak menyadarinya.

__ADS_1


Putra tersenyum dan menggeleng seolah tak percaya. "Kau kira aku bodoh ? Kalau begitu terserah kau mau berbohong sampai kapan tapi rahasiakan ke Julia aku pernah kesini atau aku akan membongkar kalau kita pernah bersama dan pertemanan kalian akan usai saat itu juga."


"Ha ha ha." Thalia tertawa karena ancaman yang bahkan membuatnya tergelitik, seharusnya Putra tau kalau pertemanannya dengan Julia memang telah usai saat mereka berdua selingkuh.


"Kau bilang berteman ? Aku tidak takut sama sekali karena kau yang harusnya takut jika Julia tau sebab kau suaminya Julia dan kau kalah Putra karena Julia lebih pintar darimu karena kau berhasil di tipu olehnya, dan ngomong-ngomong bayi yang kau cari ada di rumahmu."


Putra membulatkan bola matanya, ia kian memaksa Thalia untuk cerita. "Jangan bilang anaknya Julia adalah anak yang kau kandung."


"Memangnya kau pikir istrimu yang mandul itu bisa mengandung dan melahirkan ? Sekarang aku tidak takut kalau lagi karena kita bertiga saling menipu jadi tidak ada yang menjadi korban disini, bahkan Julia juga dengan sempurna menipumu kan ? Ha ha ha."


"Lalu bagaimana dengan hasil USG dan melahirkan ?."


"Tentu saja itu berkat Dokter Carlos yang membantu, kau pikir memang bagaimana lagi ? Silahkan saja laporkan aku kalau kau mau maka perselingkuhan kita juga akan terbongkar, mulailah takut Putra dan aku menunggu perceraian kalian."


Putra langsung pergi dari sana dengan kepalanya yang terasa pening, Julia dan Thalia bisa-bisa menipu hingga ia percaya. "Aku bukan orang yang mudah di kalahkan seperti ini, kalian berdua akan mendapat balasan atas apa yang kalian lakukan kepadaku."


Bukan rumah tapi Putra kembali ke kantor untuk menunggu hasil dari pencarian sambil mencari cara untuk membalas Thalia dan Julia. Dengan cepat Putra mendapat telepon dari orang yang ia percaya tersebut. "Bagaimana ?."


"Aku agak sulit menemukan informasi karena ini tentang data rumah sakit tapi akhirnya berhasil, nyonya Julia melakukan tes DNA antara tuan dengan nona Vita anak tuan dan tentu saja hasilnya positif, aku tidak mengerti kenapa nyonya melakukan itu, hanya itu informasi yang kudapat tuan."


"Cukup untuk penelusuranmu, oh iya aku ingin kau mengawasi seorang wanita yang tinggal di apartemen, akan ku kirim alamatnya lewat pesan."


Putra mematikan telepon, ia tentu tau kenapa Julia melakukan hal yang aneh tersebut tapi bagi Putra itu hal yang penting, ini berakhir dan perselingkuhannya telah di ketahui.


Habislah Putra jika ia di marahi oleh orangtuanya maupun keluarga besar mertua, tapi ini sudah malam harusnya jika Julia bicara tentang perselingkuhannya dengan Thalia maka Putra telah mendapatkan banyak telepon dari keluarga, tapi nyatanya sampai sekarang tak ada apa-apa.


Mungkin Julia memilih untuk menerima atau mungkin juga Julia akan diam sementara sambil memikirkan rencana kedepannya.


"Julia apa yang kau rencanakan, aku akan mengikutinya dan kita lihat siapa yang lebih pintar mengelabui kali ini."

__ADS_1


Putra pulang ke rumah dan tidak mendapati sang istri di sana. Tapi tak lama mobil Julia terdengar jadi ia memeriksa dan benar saja, Putra pura-pura tak tau apapun yng terjadi hingga memeluk Julia dengan mesra.


Tak ada perlawanan dari sang istri bahkan Julia juga berpura-pura semua tak terjadi apapun, mereka berdua saling membohongi entah sampai kapan tapi saat ini Putra selangkah di depan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa like, komen, dan tambah favorit.


Selamat puasa bagi yang menjalankan , bacanya pas udah magrib atau sebelum sahur ya biar marahnya nggak bikin batal 😅

__ADS_1


__ADS_2