
Reval merasa bahagia ketika bangun. membuka mata di pagi hari, melihat tiara dalam kungkungan nya.
dilihat nya wanita yang masih terlelap di dalam pelukan nya.lalu membelai rambut tiara yang terurai.sehingga wanita yang berstatus isterinya itu membuka perlahan matanya.
~Pagi,sayang." ucap tiara tersenyum.
~Pagi juga, sayang. Eh, Gak Om om lagi ni.?" Balas reval dengan nada mengejek.
Reval segera beranjak dari tempat tidur nya. membuat kan tiara sarapan pagi.tampa disuruh reval sangat berinisiatif memanjakan isterinya yang sedang hamil itu.sementara tiara beranjak bangun dan meregangkan pelan tubuh nya.lalu bergegas mandi.
tiara baru selesai mandi.dan mengoleskan handbody ketubuh nya. reval yang telah selesai menyiap kan sarapan datang kekamar memanggil isterinya.
dilihat nya perut tiara yang makin membuncit, lalu menghampiri tiara untuk sekedar mengelus elus perut istrinya.
~Hai adek... sehat sehat ya,di dalam." Belai reval pada perut tiara.sambil berbisik di depan pusar isterinya.
tiara tersenyum melihat perlakuan reval yang menyayangi dirinya,dan juga anak yang berada dalam kandungan nya.membuat tiara banyak banyak mengucap kan syukur di dalam hati.karena tuhan menjadikan musibah tak terduga itu, suaktu keberkahan yang berwujud kebahagian seorang isteri.
__ADS_1
~Ra, kalau nanti anak nya lahir.entah itu cowok atau cewek. kita nambah satu lagi ya. biar kalau jalan masing masing pegang satu." ucap reval yang masih membelai perut tiara
~ini aja belum berojol. mau nambah lagi...!" balas tiara sambil geleng geleng kepala.
~Maksutnya aku, kalau nanti anak kita sedikit gede gitu." reval memberi saran.
~Iya sayang..." tiara menarik kedua sudut bibir nya melengkung ke atas.
...----------------...
perut tiara tiba tiba sedikit sakit.segera tiara masuk ke dalam rumah. berjalan menuju kamar nya.lalu mengistirahat kan tubuhnya sebentar di atas ranjang.
tiara mengeliat hebat takkala perutnya mengalami sedikit kontraksi.lalu di rasakan nya sebuah cairan hangat keluar dari area sensitif nya.tiara meraba pelan namun menjadi kaget saat melihat cairan yang keluar berwarna merah.walapun cairan itu hanya sedikit.
~Bi ijah...." teriak tiara pada asisten rumah tangganya.yang baru dua minggu bekerja di rumah nya.
Bi ijah yang sedang asik beberes di dapur. segera bergegas menghampiri tiara.namun saat masuk ke dalam kamar bi ijah terkejut melihat darah di tangan tiara.
__ADS_1
~Astafirulah... itu kenapa nyonya tangan nya.?" ucap bi ijah saat masuk kedalam kamar tiara.
~Bi, temanin saya kerumah sakit dulu periksa." sambil memegang perut nya tiara panik.
Bi ijah dengan sigap memapah tubuh tiara keluar dari rumah.lalu memanggil suami nya. yang menjadi supir peribadi di rumah tiara.
tak lama tiara sampai di rumah sakit.dokter dengan segera menangani tiara.Bi ijah yang menunggu di ruang tunggu.menelpon reval yang bekerja di kantor.
~tut...tut...tut...". suara panggilan yang terhubung.
~Halo bi, ada apa?" Ucap reval yang mengangkat panggilan telepon dari Bi ijah.
~Halo tuan, saya sedang di rumah sakit bersama nyonya. nyonya pendarahan!" Ucap bi ijah dengan Suara panik.
~Ya sudah, saya akan segera kesana...!" Ucap reval khawatir.
Bersambung...
__ADS_1