OM-OM Pilihan Ayah Ku

OM-OM Pilihan Ayah Ku
10 juta.


__ADS_3

Dua hari telah berlalu semejak pertemuan dini dengan Kevin.dengan persiapan matang, dini mulai menjalani misinya untuk membantu Kevin mendapat kan sehelai rambut anak Tiara.


"Oh Tuhan, aku cuma ingin membantu keinginan terakhir Kevin. bukan untuk uang sepuluh juta ya Tuhan..." guman dini dalam hati ketika sudah sampai di sebuah mall berbelanja.dini membeli kue dan Boneka untuk dia bawa saat kerumah Tiara.


Dini menatap layar ponsel nya ketika telah selesai berbelanja.menghubungi nomor tiara untuk bertanya, apakah dia bisa mampir sebentar?. Dengan dalih bahwa iya sangat rindu dengan teman lama.


sudut bibir dini melengkung ke atas. senyumannya kian melebar setelah mendapat kan jawaban iya dari tiara.bergegas dini pergi ke kediaman Tiara setelah berhasil mendapat kan alamat tempat tinggal nya.


"Saat nya misi dimulai... demi uang sepu- eh maksutnya demi menolong Kevin mencari kebenaran.!" dini menepuk nepuk pelan bibirnya yang mengerucut karena merasa salah berbicara.


...----------------...


Ting... suara bel berbunyi tanda bahwa ada tamu yang datang.bi Ijah bergegas pergi ke pintu utama untuk menyambut tamu.


"maaf, Anda siapa ya? tanya bi Ijah ketika membuka pintu dan mendapati dini sedang berdiri.


"Maaf Bu, apa benar ini rumah ibu Tiara clara?" tanya dini memastikan.


"Iya betul." angguk bi Ijah pelan.


"Saya dini Bu, teman bu Tiara! saya sudah janjian mau ketemu Bu Tiara. apa Bu Tiara ada? pungkas dini menjelaskan.


"Oh sebentar, saya panggil kan dulu ya. ayo silahkan masuk." ajak bi Ijah menujuk ke sofa ruang tamu.


Bi Ijah bergegas pergi memanggil tiara. menaiki anak tangga menuju lantai dua.sementara dini masuk kedalam rumah lalu duduk di sofa menunggu Tiara.


"Wah gede juga ni rumah si tiara! kirain tadi dia ngasih alamat palsu. hampir aja Aku jadi ayu ting_tong !?"


Tiara menuruni anak tangga satu persatu. Dengan langkah sedang dia menemui dini yang sudah menunggunya di ruang tamu.


"Hai dini," sapa Tiara.


"Hai juga tiara" dini berdiri dari sofa saat Tiara datang menghampiri.


"Kok berdiri. ayo duduk" tanya Tiara heran. lalu meminta dini untuk kembali duduk.


tiara dan dini telah duduk berhadapan. dini langsung memberi kan kue kepada tiara.sementara tiara melempar kan senyuman saat menerima bingkisan dari dini. tak lupa juga dirinya mengucap kata terimakasih.


"Sudah lama ya Ra. kita gak ketemuan? jadi kangen masa masa kita kuliah. kamu juga makin cantik, dan awet muda saja?!" puji dini tersenyum


"engak lah Din.awet muda darimana? sudah jadi ibu ini." kilah Tiara merasa malu mendengar pujian Dini.

__ADS_1


"iya loh, beneran cantik... pasti skin carenya mahal?secara kan suami kamu direktur terkenal.jadi pasti kesalon terus kan ya? "tanya dini mengintrogasi.


"Engak lah. aku jarang kok ke salon." Saut tiara memberi kan senyuman tipis


"Ngomong ngomong anak sama suami kamu mana Ra. kok gak ada nongol?" kepala dini celingak-celinguk. ketika melihat setiap sudut rumah tiara.


"kalau suami aku,lagi dikantor kerja.biasalah sibuk cari uang. kalau anak aku ada di kamar. lagi nonton tv !"


"anak kamu cantik juga ya, Ra?persis seperti kamu.boleh gak aku lihat anak kamu lagi? masih belum puas aku tu ngelihat wajah gempal anak mu " seru dini panjang lebar.


Tiara pun tersenyum ketika dini memuji anak nya.tiara pun memanggil bi ijah untuk membawa Aira bertemu dengan Dini.


Aira datang menghampiri ibu nya dan dini di ruang tamu.dengan rasa sedikit takut terhadap orang asing.aira pun bersembunyi di belakang Tiara.


"Aira kenapa takut? ini Tante loh.ayo kenalan dulu" bujuk Tiara pada anaknya.


"iya kenapa takut adek manis.tante kan cuma mau kenalan aja? " sapa dini kembali sehingga membuat Aira sedikit melengkung kan sudut bibir nya ke bawah.


aduh...! Ini bocah susah banget ngedeketin nya.? terpaksa pake jurus Mbah Gugel ni!


Dini lalu mengeluarkan Boneka kecil dari dalam tas nya dan membujuk Aira agar tidak takut.tak beberapa lama aira mulai memberanikan diri mendekati dini karena tergoda oleh boneka yang di bawa dini.


"Ra, aku haus banget? boleh minta air putih?


"duh jangan Ra, kasian loh dia bolak balik.kamu aja deh yang buatin? pengen juga ngerasain minuman buatan kamu..". bujuk dini kepada tiara.


tiara pun lalu bergegas pergi ke dapur untuk membuat dini segelas jus.sementara dini di ruang tamu bermain boneka dengan Aira.


dini segera mengeluarkan gunting dari dalam tas nya saat melihat tiara berlalu masuk ke dapur.


"Adek jangan bergerak ya, Tante rapihin dulu rambut belakang nya ya,. berantakan sedikit ni" bujuk dini lembut.


aira hanya mengangguk pelan karena fokus memainkan boneka yang diberikan dini.


"srett..." dini pun berhasil memotong ujung rambut Aira lalu memasukan rambut dan gunting itu kedalam tas.tak berselang beberapa lama Tiara keluar dari dapur membawa segelas jus untuk dini.


"Ayo Din, diminum" Tiara meletakan segelas jus itu di atas meja.


"iya Ra, makasih" balas dini dengan senyuman yang tidak merasa sungkan.


Dini pun meneguk segelas jus yang telah di suguhkan oleh Tiara dan meneguk nya habis dalam sekali tegukan.

__ADS_1


"haus ya Din? aku buat lagi jus nya? tanya Tiara yang kini sudah berdiri dari sofa.


”engak Ra, ini udah cukup kok.” melihat Tiara yang berdiri.cepat cepat dini menghentikan Tiara.Mau tak mau Tiara kembali duduk ke sofa.


Sejam berlalu semejak dini datang berkunjung.dini pun melihat jam pada pergelangan tangan nya


"Ra, kayaknya aku pulang dulu deh. aku lupa buat nemenin mamaku ke salon.? dini mau tak mau terpaksa memberi alasan menemani ibu nya agar bisa segera pamit dari kediaman Tiara.


"Ya udah, gak apa apa kok. lain kali mampir aja kalau pengen kesini lagi." Tiara melebarkan kedua sudut bibirnya.


dini melekat kan jari telunjuk dan ibu jari nya membetuk huruf O.lalu berdiri dari duduknya dan bergegas pergi dari rumah Tiara.


*


*


*


Dini sedang duduk di sebuah caffe menunggu kedatangan Kevin setelah dirinya berhasil mendapat kan rambut anak Tiara.Merasa kesal karena menunggu.dini mengambil benda pipih dari dalam tas nya dan menelpon kevin.


"Halo Vin? sudah dimana kamu?


"Sebentar. aku masih di perjalanan."


20 menit berlalu. akhirnya Kevin menampakan Batang hidung nya pada dini.sementara dini melengkung nya kedua sudut bibir nya ke atas.nalar mata nya terlihat bahagia.


Gimana? sudah dapat? tanya Kevin yang kini duduk berhadapan dengan Dini.


"Sudah dong!." Seru dini memperlihat kan ujung rambut anak Tiara yang dia Gunting sedikit.


Kevin tersenyum dan akan meraih ujung rambut itu.dengan cepat dini memasukan rambut itu ke dalam tas nya.


Eyts.. enak aja main comot comot! duit sepuluh juta nya dulu?" dini menengadah kan tangan nya pada Kevin


Kevin menatap tajam kepada dini. hatinya begitu kesal ketika dini memasukan cepat cepat rambut itu dalam tas.


"Sudah masuk belum? tanya Kevin melihat layar ponsel nya.


"Nah, ini baru nama nya transaksi! seru dini ketika mendapati bukti transfer pada rekening nya.


Dini pun memberi kan rambut itu pada Kevin. dan pergi berlalu meninggal kan Kevin yang masih duduk menatap rambut itu.

__ADS_1


Yes,10 juta sudah masuk ! kesalon dulu ah perawatan.


Bersambung...


__ADS_2