
💕Sesuatu yang di takdir kan untuk mu,akan tetap menjadi milikmu. sedangkan yang tidak. akan pergi menghilang.💔
Tiara berjalan menuju lemari untuk mengambil semua keperluan nya. karena dia akan pergi berlibur bersama keluarga kecil nya ke sebuah pulau.yang dimana wisatanya sangat terkenal di Indonesia. siapa lagi kalau bukan pulau Bali?
Dua hari Sejak Tiara menyarankan kepada reval untuk pergi berlibur.akhirnya hari yang ditunggu pun datang juga.
Reval berdiri di depan pintu.melihat ke dalam kamar nya.lebih tepat nya melihat Tiara yang sedang asik memasukan baju ke dalam Koper.
"Sudah siap semua sayang? tanya Reval. melihat jam, yang melingkar pada pergelangan tangan nya.
Hampir tiga jam lebih reval menunggu Tiara memasukan keperluan mereka ke dalam Koper.namun sampai saat ini belum ada tanda tanda akan selesai.
"Iya,iya.sebentar lagi sayang" Jawab Tiara mengulangi kembali jawabannya dua jam lalu. saat Reval menanyakan apakah dia sudah selesai?
Reval berjalan masuk ke dalam kamar. lalu duduk di atas tempat tidur.memandangi Tiara yang masih sibuk memasukan alat Mack up nya serta memilih milih pakaian yang akan dia kenakan saat di pantai.
"Kita hanya akan berlibur sayang.bukan untuk pindah rumah? pilih saja yang nyaman untuk di pakai.kamu bisa beli yang baru saat kita mendarat di bali" protes reval sambil bersedekap dada memandangi Tiara yang kini menoleh ke arah nya.
"Jadi maksut mu,aku tidak boleh membawa alat Mack up ku ini? tanya Tiara memicing kan sudut mata nya.
"Bukan sayang.hanya saja aku tak ingin kita ketinggalan penerbangan.jadi,bisakah kau cepat cepat mengemas pakaian mu? desak reval kembali.
Melihat Tiara memasukan barang nya dengan wajah cemberut kedalam koper.membuat reval keluar dari dalam kamar. karena tak mau beradu mulut lagi pada Tiara.
Tak berselang lama.akhirnya Tiara keluar dari dalam kamar.menuruni anak tangga satu persatu dengan tatapan kesel kepada reval. yang kini sedang duduk menunggu nya di ruang tamu.
"Ayo pergi!" ketus Tiara singkat.
"Jangan marah marah sayang... kan kita mau pergi liburan? mau ngilangin penat dan beban pikiran? " bujuk reval pada Tiara sembari memasang wajah sendu.
"iya,iya.tapi janji ya? sampai di Bali beliin yang aku minta?" pinta Tiara.dengan melebar kan sudut bibirnya melengkung ke atas, lalu memperlihat kan jari kelingking nya.
"Iya.janji" reval membalas senyuman isterinya dengan menautkan jari kelingking nya pada jari kelingking Tiara.
Tiara dan reval bergegas keluar dari rumah untuk pergi kebandra.supir pribadi mereka memasukan koper di bagasi. sementara reval mengendong aira dalam pelukan nya dengan di susul Tiara yang mengekor dari belakang.
sementara itu, Kevin yang sudah dua hari itu mematai perumahan Tiara.datang lagi kembali. berharap iya dapat bertemu dengan anak nya.
mata Kevin tertuju pada tiara dan reval yang keluar dari rumah sembari membawa koper.seperti akan berpergian jauh.
__ADS_1
"Keterlaluan kamu tiara! kamu tak ingin aku menemui anak ku.lalu ingin membawa nya jauh jauh?!" ketus Kevin kesal.
Tiara dan reval Kini keluar melewati pagar rumah mereka.melewati Kevin yang bersembunyi di balik pohon tak jauh dari rumah Tiara.kevin sengaja tak memakai mobil dan menyewa motor seorang ojek.iya takut Tiara tahu kedatangannya karena membawa mobil.
Dengan cepat Kevin berlari ke arah motor yang dia sewa.lalu menyusul mobil Tiara yang kini sedikit jauh dari pandangan mata.dengan cepat Kevin melajukan kecepatan motor, menyusul mobil milik Tiara.
*
*
*
Reval dan Tiara sudah menginjak kan kakinya di bandara. tampak reval berjalan mengecek jadwal penerbangan mereka,meninggal kan tiara bersama anaknya.
"Ma.mau es krim?" pinta Aira merengek kepada ibunya.
"Jangan yang aneh aneh sayang.disini gak ada eskrim." kilah Tiara sambil menahan eskpesi wajahnya karena kebelet.
"Reval lama banget sih? aku udah gak tahan banget kebelet pipis." gerutu Tiara dalam hati.
"Aira, diam disini sebentar ya? Mama mau pipis dulu?" pinta Tiara karena sudah tak tahan.
"Gak mau. Aila mau ikut."
Dengan cepat Aira mengangguk senang.lalu dengan buru buru tiara pergi ke toilet umum untuk menuntaskan panggilan alam.
Kevin mendekati Aira yang sedang duduk di kursi tunggu.kevin menutup wajah nya dengan masker saat mendekati aira.iya sadar pada cctv yang terpasang.
sejak tadi kevin mendengar permintaan Aira yang merengek ingin makan es krim.
"Permisi adek. adek mau makan es krim ya? tanya Kevin dengan nada lembut.
"iya Paman. tapi mama sudah jalan, beliin aila es clim" jawab Aira spontan.
"iya, Paman tahu kok. sekarang paman diminta mama kamu untuk ajak kamu pergi ketempat nya.mama kamu beli banyak es krim.
"benal kah Paman?" tanya Aira tak percaya.
"iya. ayo kita ketempat Mama.Es krim nya enak banget loh? Bujuk Kevin mengulur kan tanyanya
__ADS_1
Aira adalah seorang anak kecil yang polos.tentu dia tak mengerti dengan kebohongan orang dewasa.dengan bibir melengkung ke atas,Aira mengikuti Kevin keluar dari bandara.
*
*
*
Kepala Tiara Celingak-celinguk.matanya menatap ke sana kemari kesegala penjuru bandara.sementara reval berjalan menghampiri Tiara.
"Mana Aira sayang? tanya Reval saat tak mendapati ke hadiran aira disamping tiara.
dada Tiara langsung berdegub kencang saat reval menanyakan itu.
"Ta- tadi ada disini sayang." jawab Tiara gagap. menunjuk pada kursi tunggu yang berjejer.
"Hah! maksutnya? tanya Reval yang sedikit panik.
"Aku kebelet pipis. lalu aku ketoilet sebentar karena udah gak tahan" kilah Tiara kembali dengan bulir bulir bening yang sudah mengalir di pipinya.
"lalu kamu meninggal kan anak ku sendiri disini? pekik reval pada Tiara.
"maaf kan aku. aku tidak menyangka akan jadi begini!" ucap Tiara yang kini tak dapat lagi membendung air matanya.
Reval dan tiara lalu bergegas ke ruang cctv untuk memeriksa rekaman anaknya yang entah pergi kemana.
*
*
*
"Paman kita mau kemana? tanya Aira yang masih menggandeng tangan Kevin.
"Katanya mau ketempat Mama? mau makan es krim? jawab kevin tersenyum memberi alasan kepada Aira agar tetap mengikuti nya.
"Ayo naik.kita pergi ke tempat Mama,kita naik motor ya? karena tempat es krim nya sangat jauh." bujuk Kevin yang kini menggonceng Aira dengan posisi Aira duduk di depan nya.
Kevin pun melajukan motornya meninggal kan bandara.iya tak tahu harus kemana dahulu.karena dalam rencana nya dia hanya ingin bertemu anak nya bukan ingin menculik nya.
__ADS_1
"Aku tidak perlu takut.ini anak ku? aku sedang tidak menculiknya" sanggah Kevin dalam hatinya.
Bersambung...