OM-OM Pilihan Ayah Ku

OM-OM Pilihan Ayah Ku
Terpaksa Bersujud.


__ADS_3

Kevin menatap tajam wajah dewina.wanita yang berprofesi sebagai dokter sekaligus sahabat nya itu, tampak diam membisu.bungkam seribu kata.


"Win? bagaimana hasil nya? tanya Kevin pada dewina yang saat ini. tak berbicara sepatah katapun.


Dewina memaksakan kedua sudut bibirnya untuk melengkung ke atas.namun, kedua bola matanya tak bisa berbohong tentang bulir bulir bening yang kini mencoba tumpah di permukaan pipinya.


"Kangker kamu sudah masuk stadium empat Vin.dengan minum obat kamu bisa bertahan sepuluh bulan lagi." Jelas dewina dengan bibir yang bergetar karena menahan tangisnya.


"Lalu, kalau aku tidak meminum obat?" tanya Kevin penasaran.


"Mungkin,kamu hanya bisa bertahan selama tiga bulan saja." jawab dewina kembali.yang kini sudah menetes kan bulir bulir bening dari kelopak matanya.


Kevin terkekeh.iya mencoba tersenyum.namun siapa pun yang melihat itu. adalah sebuah senyuman yang sangat getir.


"Sudah.jangan nangis dong?! kan kita bisa bertemu di alam baka?.cuma ya,... aku yang diluan log out dari dunia ini.hahaha" Celetuk Kevin tertawa.


Kevin menyeka pipi dewina yang basah.iya mencoba menghibur sahabat nya itu.yang selama ini selalu berada di samping nya.saat duka maupun suka.


"Bercanda mu gak lucu Vin! bentak dewina pelan.mengerucutkan bibirnya.


"kamu gak bakalan mati secepat itu Vin.masih ada satu cara lagi selain obat.kamu bisa tranplansi jantung?." usul dewina kembali dengan senyuman.


Kevin menunduk kan kepala nya,saat mendengar sebuah usul dari dewina.lalu melempar kan sebuah senyum yang sedikit di paksa kan saat kembali menatap sahabatnya.


"Makasih ya win.tapi... aku akan menerima takdir Tuhan ini dengan hati yang lapang.ini sudah jadi suratan dari yang di atas.nasib aku sudah di tulis kaya gini sama Tuhan." pungkas Kevin menjelaskan pada dewina,bahwa dirinya sekarang mencoba ihklas.


"Vin..." bantah dewina.


"aku juga yakin.kamu bakal nemuin seorang laki laki yang baik. ehh.... salah, kebalik.


maksutnya, laki laki itu akan beruntung mendapat kan serorang perempuan seperti kamu."


Dewina tersenyum mendengar ungkapan dari Kevin.sementara Kevin beranjak dari kursinya untuk pulang kerumah.


"Ya sudah.aku balik dulu ya? " Kevin pamit sebelum keluar dari ruang dewina.sementara dewina mengangguk pelan kepalanya.

__ADS_1


Kevin keluar dari ruangan dewina.setelah membuka pintu lalu menutup kembali ruangan tersebut.dengan cepat Kevin melangkah kedua kakinya.menuju halaman pakrir rumah sakit dan masuk ke dalam mobil miliknya.


sepanjang perjalan pulang.kevin tak henti nya menitih kan bulir bulir bening,dari kelopak matanya.pikiran nya terus tertuju pada Aira,anak kandung nya.


Kevin tertawa kecil.sehebat itu patah hati yang Tuhan berikan padanya? bahwa saat dirinya sudah menerima dengan lapang dada.tuhan kembali menghadirkan Aira dalam hidupnya.kevin merasa ini sedikit tak adil.


di pertengahan jalan pulang kerumah.kevin memutar arah pulang.menuju kediaman Tiara.iya sangat rindu kepada anaknya.


...----------------...


[ Kediaman Tiara ]


Hari berganti hari.tak terasa sebulan berlalu sejak pertemuan Kevin dengan anaknya secara diam diam.


seperti rutinitas Aira setiap hari. bermain di taman bunga pada pekarangan rumahnya.hadiah yang diberikan reval untuk putrinya.


lalu,Dari luar pagar. Kevin memperhatikan anak nya sedang berlari lari. bermain di temani tiara yang sedang duduk di teras rumah.kevin keluar dari dalam mobil.memberanikan dirinya datang kembali kerumah Tiara.


"Pak, bisa buka gerbang nya sebentar.? saya ada perlu dengan ibu Tiara?" pinta kevin pada satpam rumah Tiara.dirinya saat ini sudah berada di luar pagar rumah Tiara.


Satpam rumah Tiara berlari Kecil menghampiri Tiara yang sedang duduk menyesap kopi.


"Maaf Bu.diluar ada orang yang mencari ibu.katanya ingin bertemu?"


Tiara mengernyitkan keningnya.lalu berjalan ke arah pagar.matanya membelalak saat melihat Kevin yang sedang berdiri menenatap kedalam rumah nya.lebih tepatnya menatap Tiara yang sedang berjalan menuju ke arah Kevin.


"Kamu? ada perlu apa lagi? aku kan sudah memperingatkan kamu jangan pernah datang kemari !?" pekik Tiara dengan nada tinggi.


Belum sempat Kevin menjawab maksut kedatangan nya.tiba tiba Aira memotong pembicaraan mereka.


"Paman es klim? ada apa Paman kecini lagi?Paman mau ngajakin aila jalan jalan ya?" tanya gadis kecil itu dengan senyum berbinar binar. ternyata Aira yang juga melihat Kevin datang. berlari menghampiri Kevin.


Tiara melirik ke arah aira lalu ke arah Kevin.


"Jangan bilang,yang menculik Aira hari itu adalah kamu Vin? tuduh Tiara dengan menunjuk ke arah Kevin.

__ADS_1


"Apa? menculik? Ra.itu anak ku!.aku juga berhak dengan dia." kilah kevin.tak terima di cap sebagai penculik.


"masuk !" bentak Tiara kepada aira anaknya.menyuruh nya masuk kedalam rumah.


aira melengkung kan kedua sudut bibirnya.kedua bola mata gadis kecil bertubuh gempal itu berkaca kaca.lalu berlari masuk ke dalam rumah.


"Sekali lagi aku tegasin sama kamu ya Vin! kamu itu bukan ayah dari Aira. selama nya gak akan! dan gak pernah bisa menjadi ayah dari anak ku! mengerti?" tegas tiara kembali dengan penuh emosi.


"Tapi Tiara... aku ayah biologis nya?" kilah Kevin memohon.


"Tapi tidak secara hukum! karena kamu dan aku tak pernah menikah! pergi kev.atau aku laporin kamu kepolisi atas tuduhan penculikan."ancam Tiara.


"Baik Ra. aku akan pergi. tapi tolong ra? untuk yang terakhir kali saja... biar kan aku memeluk aira?" pinta kevin dengan wajah sendu.


"Aku bilang tidak, ya tidak !." hardik Tiara kasar.


Kevin merasa putus asa.karena tak bisa membujuk Tiara untuk bertemu dengan anaknya. Kevin menjadi gelap mata sehingga iya memanjat pagar rumah Tiara menerobos untuk tetap masuk.


kini.kevin berhasil masuk kedalam rumah Tiara.semetara Tiara mencoba menghalau langkah Kevin untuk masuk kedalam rumahnya.


"aku bilang pergi ya pergi." bentak Tiara yang kini memegang erat tangan Kevin.namun kekuatan seorang lelaki lebih kuat dari seorang perempuan. sehingga Tiara pun tak bisa menahan langkah kaki kevin.


Aku cuma ingin ketemu anak ku sebentar Ra?" Kevin menghempas kan tangan Tiara dengan kasar karena telah memperlambat langkah nya.Tiara pun jatuh tersungkur di bawah kaki kevin.


Kevin merasa sedikit bersalah.namun iya tak merasa punya pilihan lain.selain masuk untuk bertemu anaknya.


Tiara memegang kedua kaki Kevin dan memeluk nya dengan erat.


"Lepas Ra.aku cuma mau ketemu anak ku sebentar."


Tiara melepas kan pelukan nya dari kaki Kevin.kini posisi Tiara berbalik menjadi bersudud di bawah kaki kevin.


"Tolong kev... jangan ganggu keluarga kecil ku... aku juga ingin berbahagia? bisa kah kau pergi sekarang? aku sedang memohon iba padamu..." lirih Tiara menangis pilu.hanya itu cara terakhir yang bisa dia gunakan untuk mengusir Kevin dari hidupnya.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2