
Seketika Ibunda Kevin menutup mulutnya yang menganga dengan telapak tangan kanan.tampak dari sorot mata Ibunda Kevin, iya begitu terkejut dengan pengakuan anaknya.
bagaimana tidak,setelah lama mengetahui hubungan asmara antara Tiara dan Kevin yang kandas.ternyata meninggalkan benih yang membuat dia merasa sangat bahagia.
kata kata yang selama ini sangat iya nantikan.sebuah panggilan Nenek untuk dirinya yang kini sudah tak berusia muda.
"kamu serius Vin? kamu gak bohongin Mama kan? " tanya Ibunda Kevin.dengan netra yang sedih.
"Serius ma... buat apa coba Kevin bohongin mama?! Kevin juga udah lakuin tes dna.dan emang benar, anak Tiara adalah anak kandung kevin.bahkan anak Tiara juga punya riwayat alergi yang sama dengan Kevin ma?. " jawab kevin dengan wajah serius.sembari menggenggam tangan ibundanya.
"Jadi, kapan kamu ngajakin Mama ketemu cucu Mama?" pinta Ibunda Kevin dengan netra yang bahagia.
"Ma... Kevin juga ingin ngajakin Mama ketemu anak Kevin..tapi, Mama sendiri kan tahu? bagaimana luka yang Kevin berikan untuk Tiara? apa lagi Tiara hamil sebelum menikah sama Kevin?
"ya udah,kamu nikahin Tiara kan bisa! jadi kalian bisa hidup bersama anak kalian ? Mama juga bisa main sama cucu Mama kan vin..? usul Ibunda Kevin.
"gak semudah membalik telapak tangan ma...lagian Tiara juga sudah berumah tangga.kevin gak mau ngehancurin rumah tangga Tiara." elak Kevin.tak setuju dengan permintaan ibunya.
"tapi Vin...? anak kamu itu kan juga cucu Mama?! jadi mama juga berhak ketemu dia?" desak Ibunda Kevin.
Kevin menarik napas panjang.bingung bagaimana meyakinkan ibunya, bahwa itu adalah yang terbaik.
sementara ibunda Kevin menarik tangan nya yang berada dalam genggaman Kevin.berjalan keluar dari kamar anaknya dengan perasaan tidak puas atas apa yang Kevin putus kan.
...----------------...
Kevin dan ayahnya sedang asik melahap makanan di atas meja.seperti biasa,mereka. melakukan rutinitas pagi sarapan bersama.
"Mama kemana pah...? tanya Kevin yang sedang menyodorkann sesendok nasi kedalam mulutnya.merasa heran dengan ketidakhadiran ibunya pagi itu..
"Ada tuh dikamar. lagi siap siap mau pergi keluar katanya." balas ayah kevin sambil menyesap secangkir teh panas.
"mau pergi arisan lagi pah? bukan nya Minggu kemarin sudah ya? lagian emang ada ya arisan pagi pagi buta begini ?" Kevin tertawa sembari mengeleng geleng kepala nya.
tak berapa lama.ibunda Kevin sudah selesai bersiap siap. dan berjalan pergi melewati Kevin dan ayahnya yang sedang asik sarapan.
ayah kevin menghentikan derap langkah kaki isterinya yang begitu cepat.
__ADS_1
"Mah... mau kemana sih? gak sarapan dulu?
ibunda Kevin menghentikan langkah kakinnya.berbalik memandangi Suaminya. "aku mau pergi keluar sebentar pah.. Mama ada urusan.!
"Mau kemana sih? kamu aneh loh ma.dari semalam juga aneh?
seketika Kevin melirik ibu nya.begitu pun ibunda Kevin.
"Mama mau kerumah Tiara pah.." celetuk Ibunda Kevin cepat.
"mau ngapain lagi sih mah...? tanya Kevin khawatir.
"ya mau ngeliatin cucu Mama lah Vin!." jawab Ibunda Kevin dengan nada ketus.
Kevin mengusap wajahnya dengan kasar.sedang kan sang ayahnya menatap kevin dan istrinya dengan tatapan bertanya.
"Ada apa sih sebenarnya? jangan buat papah bingung?!
"papa tahu gak ? selama ini kita sudah punya cucu.tiara, ternyata punya anak. anaknya adalah darah daging Kevin pah" pungkas Ibunda Kevin antusias.
"iya pah..." saut Kevin.
"Jadi pah, niat Mama ini mau pergi kerumah Tiara. mau ngajakin anaknya Kevin untuk bermalam selama beberapa hari dirumah kita." sela Ibunda Kevin kembali.
"Mah !! Kevin kan sudah bilang sama mama? jangan ganggu rumah tangga Tiara mah?! kesalahan Kevin sudah banyak sama tiara!.
"kok kamu bentak Mama sih Vin? anak Tiara ya anak kamu juga kan? kamu juga berhak merawat anak kamu ?! " teriak Ibunda Kevin merasa kesal.
"Tapi kevin sekarat mah..! Kevin gak lama lagi juga bakal mati ?! makanya Kevin gak mau memperpanjangkan masalah ini ! "
plakk" Suara tamparan terdengar di ruang makan.dengan cepat, Ibunda Kevin mendaratkan telapak tangan nya dipipi kevin.membuat kulit pipi Kevin yang putih,kini menjadi kemerahan dengan cap lima jari.
"Beberapa kali Mama bilang kan ? stop ucapin kata mati dari mulut kamu Vin ?! kamu bakal selamat! Mama akan usaha kan yang terbaik untuk kesembuhan kamu." bentak Ibunda Kevin dengan intonasi tinggi.namun dengan rawat wajah sedih.
" Dan udah beberapa kali Kevin bilang kan mah? anak Mama yang bangsat ini. tidak pantas merusak kebahagian orang lain mah!jadi berhenti ganggu Tiara lagi.
Kevin berlalu dari ruang makan itu meninggalkan ayah dan ibundanya yang kini diam mematung sambil berpandangan.
__ADS_1
...----------------...
"Brakk.." Kevin menghempas kan pintu kamar nya dengan kencang.amarahnya begitu meluap luap. ketika mendapat tamparan pertama kali dari orang tua nya.
kevin sadar, bahwa Ibunda nya begitu kecewa terhadap keputusan yang iya buat.namun ketika mengingat Tiara yang bersujud di bawah telapak kakinya.dan meminta dirinya untuk pergi jauh jauh dari kehidupan tiara.membuat iya merasa sedih.
"ya Tuhan...terlalu berat cobaan mu untuk aku yang lemah ini Tuhan? kapan semua akan berakhir? lirih Kevin dalam hatinya.tak beberapa lama, bulir bulir bening keluar dari kelopak mata Kevin.
tiba tiba, dada Kevin merasa sedikit sesak.kevin meremas dada bagian kirinya karena merasa sakit.dengan napas yang terengah engah.iya berteriak memangil kedua orang tuanya.
"Ma... pah..."
di suasana ruangan makan Ibunda Kevin dan ayahnya sedang berbincang bincang terhadap keputusan Kevin.namun ketika mereka berdua mendengar suara teriakan Kevin.Dengan cepat keduanya berlari dan masuk ke dalam kamar Kevin.
"Vin... ada apa nak?" tanya Ibunda Kevin dengan perasaan panik
"Dada Kevin sakit banget mah..." Kevin merintih.memegang permukaan dadanya yang sakit.
Ayah dan ibunda kevin dengan sigap memapah tubuh Kevin masuk kedalam mobil.lalu membelah jalan dengan cepat untuk pergi kerumah sakit.Tak berselang lama, mereka pun sampai kerumah sakit.
Perawat yang melihat kondisi darurat dari Kevin karena sedikit susah bernapas.dengan cepat memasang alat bantu pernapasan pada Kevin.
Sedang kan Ibunda Kevin dan ayahnya menunggu dengan gelisah di luar ruangan.sementara itu dewina berjalan cepat menuju ruangan Kevin.tampak wajah dewina sedikit panik.
"Win..? tolongin Kevin win? mamah mohon ?"
pinta Ibunda Kevin. yang kini tak lagi bisa membendung air matanya.
"iya mah...sebentar ya. Wina masuk dulu melihat kondisi Kevin." dewina melepas kan pelan tangan Ibunda Kevin dari lengan nya. lalu masuk ke ruangan Kevin.
"Pah...bagaimana ini pah..? Mama belum siap kehilangan Kevin..." lontar Ibunda Kevin dengan suara serak karena menangis.
"kita serahkan semua nya sama tuhan aja mah... kita banyak banyak berdoa biar Kevin gak kenapa kenapa."
Bersambung...
.
__ADS_1