OM-OM Pilihan Ayah Ku

OM-OM Pilihan Ayah Ku
Sebuah Fuzzle


__ADS_3

❤️ kau tahu bagaimana otak,mulut,dan hati bertengkar tentang cinta ?


❤️Otak berkata.aku takan memikir kan nya lagi.itu membuat ku pusing.


❤️mulut berkata.aku takan menyebut nama nya lagi di setiap Doa ku.


❤️hati berkata.aku masih mencintai dirinya.


Kevin terlihat begitu lesu.wajah nya menampakan kekecewaan karena gagal menemui anak nya.Dengan langkah gontai, iya mau tak mau mengayunkan kedua kakinya pergi dari rumah Tiara.


Sementara dari Luar rumah reval baru saja pulang dari kantor dan akan memasuki halaman rumah.


pandangan mata reval tak sengaja menangkap mobil yang terparkir di luar pagar rumah istrinya.


"Mobil siapa? Apa Tiara sedang ada tamu?" Guman reval dalam hati saat menatap mobil Kevin.


Lalu Kevin yang baru saja keluar dari pagar rumah juga menatap ke arah mobil reval yang baru saja pulang.tidak ada senyum yang terlukis di wajah kevin.iya sedikit benci kepada reval yang kini menjadi suami tiara.


"Ck.. ternyata om om itu yang menjadi ayah tiri dari anak ku!? " desis Kevin saat mobil reval melewati nya.


saat hendak membuka pintu mobil nya,Kevin kembali memandangi ke arah rumah tiara. di lihat nya seorang anak kecil yang pernah Tiara bawa saat reuni. sedang menunggu Reval yang baru saja pulang dari kantor.


Hati Kevin seperti teriris melihat anak nya tertawa dalam pelukan reval.


"lihat saja Tiara, aku akan mendapat kan anak ku kembali."


Kevin merasa sedikit aneh pada pikiran nya.tak biasanya dia bersikap egois untuk mendapat kan sesuatu.kevin dengan cepat melaju pergi dengan mobilnya.


"Sudah pulang sayang..? Sapa Tiara yang baru saja keluar dari dalam rumah menemui reval dan aira yang masih berada di halaman depan.


Reval menurun kan Aira yang berada dalam gendongan nya. gadis kecil itu pun berlari ke ruang keluarga untuk menonton televisi.


sementara tiara berjalan mendekat ke arah reval. mengambil tangan reval lalu mencium punggung tangan suaminya.


"Iya sayang.ngomong ngomong, siapa laki laki yang baru saja keluar dari rumah kita? apa dia tamu mu? bukankah dia juga pernah hadir pada acara reuni mu? tanya Reval seolah mengintrogasi.


Tiara mengatup kan kedua bibir nya sambil mencoba tersenyum tipis. setelah mengusir Kevin dari rumah hatinya menjadi sedikit was was saat mendapati reval yang kala itu baru saja pulang.


" Iy- iya.. dia teman ku! dia datang kemari untuk menanyakan kabar ku" kilah Tiara karena tak tahu beralasan apa.


reval mengernyit kan kening nya .seperti merasa ada sesuatu yang aneh


"sudah,gak usah dipikirkan.kamu baru saja pulang kerja. pasti lelahkan?" sanggah Tiara cepat lalu menggegam tangan reval.

__ADS_1


Reval tak melanjutkan pertanyaan.kini dia dan Tiara sedang berjalan beriringan, menaiki anak tangga menuju lantai dua kamar mereka.


Setelah sampai di dalam kamar. Tiara melepas kan dasi yang masih melekat di kerah baju reval.


reval menanggal kan semua baju nya ketika masuk kedalam kamar mandi.sementara Tiara pergi ke dapur membuat kopi untuk suaminya.


Reval berdiri di bawah shower, lalu menyalakan shower. sehingga bulir bulir bening jatuh mengguyur seluruh badan reval.


sekelebat percakapan seperti berbisik di telinga reval.ingatan seperti fuzzle yang terputus membuat kepala nya sedikit pusing.


sudah hampir seminggu lebih, reval merasakan nyeri pada bagian kepala nya.iya sendiri juga enggan memberi tahu Tiara tentang kondisi nya saat ini. reval takut Tiara akan cemas dan merasa khawatir.


Reval mengambil handuk menutupi bagian bawah tubuh nya. tak butuh waktu lama untuk selesai membersihkan badannya dari keringat.


reval mengeringkan kepala nya dengan handuk agar rambut nya cepat kering.lalu merebah kan tubuh nya di atas tempat tidur,memejam kan mata nya sebentar.


"Saya terima nikah nya.."


"Maaf rev, beri aku waktu."


"itu bukan anak ku."


reval seketika terbangun dari tidur nya. keringat yang bercucuran padahal iya baru saja selesai mandi.Reval mengusap kasar wajah nya.


Clekk..Suara pintu terbuka pelan.tiara masuk membawa segelas kopi untuk reval.


tiara menatap reval yang diam mematung.melihat wajah reval yang kini bercucuran keringat.


"Kamu kenapa yang? kamu sudah mandi apa belum? kok keringatan?"


" Sudah sayang, aku cuma habis mimpi buruk"


"hem? kalau begitu pakai baju dulu."


Tiara berjalan ke arah lemari untuk mengambil baju reval.lalu memberikan baju yang dia pilih kepada suaminya.sedang Reval sendiri bergegas memakai baju itu.


reval dan Tiara duduk bersebelahan diatas ranjang tempat tidur nya. mata reval tertuju pada secangkir kopi yang berada di atas meja.Reval menyesap kopi buatan Tiara lalu menceritakan tentang mimpi nya tersebut.


"yang,aku tadi mimpi aneh tahu gak? aku mimpi, seorang pria yang sedang melangsungkan kan pernikahan. lalu berlanjut dengan seorang wanita yang menangis. setelah itu seorang pria yang membahas tentang anak.semua mimpi itu seperti fuzzle!"


Tiara menelan kasar Saliva nya. jantung nya berpacu dengan cepat mendengar pengakuan reval tentang mimpinya.


"Apa jangan jangan reval sudah ingat semua nya? duh! , bagaimana cara ku menjelaskan semua ini? dia pasti kecewa saat tahu Aira bukan anak kandung nya? ya Tuhan aku harus apa?.lirih Tiara dalam hati.

__ADS_1


"Tiara...!" pekik reval di telinga Tiara karena tak mendengar panggilan nya.Seketika lamunan Tiara pun terbuyar kan.


"Eh. iya yang." jawab Tiara dengan intonasi terkejut.


"Kamu kenapa sih? di ajak cerita malah bengong? tanya Reval heran.


Tiara menarik napas kasar dan menghembuskan nya perlahan.tiara membuka mulut nya untuk bertanya kepada reval.sejak kapan iya memimpikan hal tersebut.Reval mau tak mau sedikit mencoba jujur kepada Tiara .


"Akhir akhir ini. sekitar dua Minggu lebih kepala ku sering banget pusing.dan sering terlintas di pikiran aku tentang sebuah ingatan. aku gak mengerti apa arti semua mimpi itu. seperti sebuah fuzzle. penuh dengan teka teki.


Tiara pura pura mengangguk mendengar perkataan reval.


"Kamu mungkin lelah sayang.karena seharian kerja di kantor.." kilah Tiara.


"ya, kurasa mungkin begitu.kerjaan di kantor akhir akhir ini terlalu menumpuk." reval merebahkan kembali badannya di atas tempat tidur.


" apa kamu mau off dulu seminggu ini? bagaimana kalau kita liburan? " usul Tiara dengan senyum antusias.


Reval melirik ke arah tiara.menimbang nimbang saran dari isterinya.memang sudah lama dia tidak membawa keluarga kecilnya untuk pergi liburan.


"baik lah. aku akan coba minta fian handle kerjaan selama seminggu di kantor.kamu pikir kan saja kita akan pergi berlibur kemana?" ucap reval yang menyetujui saran dari isterinya.


Tiara melengkung kan kedua sudut bibir nya ke atas.nalar nya Tempak berbinar binar.


"Terimakasih ya sayang... kalau begitu kamu lanjut kan saja istirahat nya.aku ingin menemui Aira dulu"


Tiara bergegas turun dari ranjang.melengkah kan kedua kakinya dengan cepat menemui anaknya.Aira kini sedang asik bermain boneka dengan bi Ijah di ruang tamu.


"Aira.sini,ada yang Mama mau kasih tahu." Tiara memangil anak nya untuk duduk menemani nya di sofa.


"iya ma.ada apa? lontar Aira dengan wajah polos nya.


"Mama dan ayah akan ajak Aira pergi liburan.aira mau?


Aira mengangguk kan kepala nya dengan cepat.tanda bahwa iya setuju dengan ajakan mamanya.namun saat Tiara akan beranjak dari sofa dan pergi ke kamar. langkah kakinya nya terhenti karena pertanyaan Aira.


"Ma, yang tadi nemuin Mama itu ciapa?kok Mama malah malah telus ucil dia? tanya Aira dengan logat cadel khas seorang anak kecil


ternyata anak Aira mengintip dari balik tirai saat Kevin datang.tiara menarik napas panjang sebelum menjawab nya.


"Sayang,dengar ya? orang yang datang tadi itu.dia orang yang pernah jahat sama Mama? Mama gak mau kalau dia juga sampai jahatin Aira.


"makanya, Mama malah telus ucil dia? tanya Aira penasaran.

__ADS_1


"iya. sudah ya, jangan tanya lagi tentang orang itu. nanti Mama bisa menangis ni" ancam Tiara mengerucut kan bibirnya.


Bersambung


__ADS_2