OM-OM Pilihan Ayah Ku

OM-OM Pilihan Ayah Ku
Tes DNA.


__ADS_3

Clek..Suara pintu terbuka pelan.kevin melangkahkan kedua kakinya masuk ke dalam kamar. lalu merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur.mata Kevin fokus menatap langit langit rumah dalam kamarnya sambil berpikir.


teringat kejadian di caffe beberapa jam yang lalu saat suami Tiara datang menjemput. yang tak lain, adalah Om Om yang pernah tak sengaja dia temui beberapa kali.


"Dunia ini memang sempit ya? ternyata laki laki itu adalah suami tiara." guman kevin dalam hati.


Tiba tiba saja wajah Anak Tiara terlintas dalam lamunan kevin dan membuat dia sedikit ingat dengan percakapan Tiara pada anak nya dan teman nya di caffe.


"Kalau di lihat lihat. anak Tiara wajah nya mirip Kevin ya?"


"Aira gak boleh makan itu..nanti badan nya gatal gatal !?"


Kata Spontan dari teman teman nya.dan kekahwatiran Tiara pada alergi anaknya. yang hampir sama dengan riwayat alergi kevin.membuat dirinya menarik suatu kesimpulan.


"Apa mungkin anak Tiara anak aku? karena kalau dilihat lihat emang gak mirip sama Om Om itu sih?" guman kevin kembali dalam hati.


Kevin lalu merubah posisinya yang baring menjadi duduk bersila di atas tempat tidur nya.lalu mengambil benda pipih yang berada didalam saku celana nya.


Kevin membuka Grub alumni pada Wa.mencari cari nomor dini karena dini terlihat akrab dengan Tiara saat di caffe.


"Ini dini bukan? tanya Kevin memastikan lagi walau telah melihat wajah dini pada foto frovil.


"iya, ini siapa ya?


" ini aku Kevin!.


" kenapa Vin.?


" bisa aku minta waktu kamu besok? ada yang mau aku tanyain?


" Ok. kalau besok aku free.aku kabarin ya Vin.


"Ok."


Kevin meletakan ponsel itu di atas kasur lalu kembali merebah kan tubuhnya.mata Kevin mulai memberat dan akhirnya iya tertidur.


...----------------...

__ADS_1


malam telah menemui fajar.cahaya matahari mulai timbul dari ufuk timur. Kevin membuka perlahan matanya, karena cahaya matahari yang masuk melalui celah jendela.melihat sebuah pesan di layar ponselnya.kemudian Kevin mengetuk tanda baca pada pesan tersebut.


"Vin,besok pagi aku cuma bisa jam Delapan.aku kerja setelah itu." balas dini kembali pada pesan Kevin.


terlihat pesan yang di kirim dini adalah pukul 22:00 malam.Kevin menatap jam pada dinding kamar nya. melihat sudah pukul tujuh.segera Kevin membalas pesan dini untuk bertemu di sebuah caffe.lalu segera mempersiapkan diri untuk mandi dan pergi ke caffe.


*


*


*


Kevin sudah tiba di caffe.iya duduk di bangku menunggu dini yang belum datang.tak berapa lama dini pun hadir menampakan Batang hidung nya.


"udah lama kamu nunggu Vin? sapa dini yang kemudian menarik kursi lalu duduk.


"gak sih. baru tujuh menit yang lalu." saut Kevin.


"ngomong ngomong.kamu ngajak ketemuan ada apa ini?" tanya dini menatap kevin.


kevin menatap dini seakan ragu untuk bertanya namun iya tak punya pilihan lain selain bertanya.


"Engak Vin. kenapa ? pungkas dini spontan


"lalu, kok kamu tahu Tiara bakal datang semalam di acara reuni.? tanya Kevin kembali mengintrogasi.


"Aku gak sengaja lihat akun media sosial dia. terus ngajakin datang ke reuni."jelas dini kembali sambil menatap aneh pada mimik wajah Kevin.


"oh gitu ya Din."


dini mengernyit kan kening nya.tak mengerti apa yang sedang terjadi antara Kevin dan Tiara.namun perasan nya mengatakan ada sesuatu yang menganjal.


"sebelumnya maaf ya Vin, aku sedikit kepoan orangnya? kamu dan Tiara ada masalah gitu?


"panjang ceritanya din." saut Kevin dengan wajah sendu.


Dini terdiam sejenak mendengar jawaban Kevin.iya bingung akan bertanya apa lagi.

__ADS_1


"Din, kamu bisa bantuin aku gak? pinta kevin dengan wajah memelas.


"bantuin apa Vin? aku tanya masalah nya aja kamu gak mau kasih tahu." ketus dini kesal.


"Bisa gak kamu dekatin Tiara. lalu ambilin aku sehelai rambut anak nya?


dini membelalak kan matanya merasa aneh pada permintaan kevin.


"untuk apa Vin? anak Tiara kan masih kecil? gila kamu ya main santet santet aja." celoteh dini menggeleng kepalanya.


Kevin menarik napas panjang seperti sedang kesal.lalu sedikit bingung,bagaimana. menjelas kan situasi rumit itu kepada dini.


"Aku kasih sepuluh juta.tolong dapettin rambut nya anak Tiara? pinta kevin kembali dengan sedikit memaksa.


dini berdiri dari kursinya dan meninggal kan Kevin yang masih duduk.iya tak ingin berbuat dosa pada seorang anak kecil.ketika dini melangkah kan kakinya. Kevin mau tak mau terpaksa mengatakan maksutnya.


"Aku ingin tes DNA.tolong Din" ucap Kevin sendu.


dini lalu duduk kembali kekursi. meminta Kevin menjelas semuanya. agar dia dapat memutus kan apakah dia bisa melakukan nya atau tidak.


Kevin mulai menjelaskan semua nya pada dini.tentang penyakit nya dan alasan dia meninggal kan Tiara pada hari pernikahan mereka.dini sedikit terkejut dengan apa yang Kevin cerita kan,sambil mengeleng geleng pelan kepalanya


"Cara mu itu jelas salah Vin! bentak dini pelan.


"cara apa yang benar Din? aku tidak bisa melihat Tiara bersedih setelah aku tiada.aku juga terpaksa melakukan itu semua.! ucap Kevin membela dirinya. sambil menahan dadanya yang mulai terasa sesak


"lalu, kalau anak Tiara adalah darah daging mu? kau mau apa?" tanya dini kembali dengan tatapan tajam.


"aku akan memperjuangkan hak ku Din.aku akan membahagia kan anak ku saat saat terakhir ku.please Din?". Kevin memohon pada dini dengan wajah meminta iba.


"Ok,Tapi aku gak bisa janji sepenuh nya.karena aku tidak terlalu dekat dengan Tiara."Hati dini sedikit terketuk. mau tau mau dia mengangguk kepalanya.mengabulkan permintaan kevin.


Kevin lalu melengkung kan kedua sudut bibirnya keatas karena mendengar dini akan membantu dirinya.


Dini pun mengambil ponsel dari dalam tas nya. dan mengubungi Tiara melalui akun media sosialnya.tak lupa dini juga meminta nomor ponsel milik Tiara.


"Jadi bagaimana vin sepuluh juta nya? tanya dini memain kan kening nya turun naik setelah berhasil mendapat kan nomor ponsel Tiara.

__ADS_1


"tenang Din. soal bayaran kamu gak usah khawatir. aku akan tepatin janji kok" Kevin meyakin kan dini dengan memperlihat kan kartu ATM miliknya .


Bersambung...


__ADS_2