OM-OM Pilihan Ayah Ku

OM-OM Pilihan Ayah Ku
Dia darah daging ku.


__ADS_3

Kevin tengelam dalam lamunan nya sendiri. iya bahkan tak melirik ke arah dini yang sudah menghilang dari pandangan matanya.


Pikiran nya seperti terhipnotis pada beberapa helai rambut yang dini berikan.


Jantung kevin berdebar tak karuan. pikiran kalut.mencoba menerka beberapa kejadian yang terlewat.


"Apa memang cara ku selama ini memang salah?"


" bagaimana jika anak itu adalah darah daging ku?"


"Tidak.aku harus membuktikan nya terlebih dahulu.!" ucap Kevin yang telah sadar dari lamunan nya.


Kevin meletakan beberapa helai rambut itu kedalam saku baju. Lalu beranjak dari kursi yang iya duduki mengayunkan kedua kakinya pergi dari caffe.


Kevin melajukan deru mobilnya membelah jalan.tujuan nya saat ini hanya satu.iya harus membuktikan tanda tanya dalam hati nya,apakah anak tiara adalah anak kandung nya?


*


*


*


Kevin menyerah kan beberapa helai rambut anak Tiara dan beberapa helai rambut nya kepada dokter. meminta dokter untuk segera melakukan tes DNA.


setelah beberapa jam menunggu.Dokter pun keluar dari ruang laboratorium dan menyerah kan selembar kertas kepada Kevin.


Kevin membaca selembar kertas yang di berikan doter.tangan Kevin bergetar,matanya berkaca kaca lalu mengusap kasar wajahnya.ketika membaca Kalimat yang tertera.


"Probalitas Kevin sebagai ayah biologis Aira 99.99%.


seperti tak ada tenaga untuk berdiri,kevin lalu duduk di lantai lorong rumah sakit sambil mengacak kasar rambut nya.diremas nya kertas itu sambil menyeka bulir bulir bening yang kini melintas di permukaan pipinya.


"Maaf kan aku tiara!? Aku memang seorang laki laki tak berguna.aku sungguh gagal dalam segala hal. aku gagal membahagia kan mu. aku gagal sebagai seorang ayah." Pekik Kevin dalam hati sembari menangis. Iya tak perduli pada pandangan orang yang lalu lalang berjalan melewati lorong rumah sakit.


Kevin berdiri dari duduk nya,memantap kan hati untuk menemui tiara.iya bergegas menuju kerumah Tiara untuk menemui anaknya.

__ADS_1


*


*


*


Kevin menambahkan kecepatan mobil nya untuk sampai di rumah Tiara.dan yang benar saja iya sampai lebih cepat saat mengebut.


tak heran, karena sampai saat ini Kevin masih hapal dengan jalan menuju kediaman Tiara.


Ting.." suara bel rumah berbunyi beberapa kali.seperti sedang berpacu dengan waktu, tak henti hentinya Kevin menekan bel rumah tiara.


Tiara yang berada dalam kamar keluar menemui seseorang yang sibuk menekan bel.


"Iya sebentar.siapa sih, yang tekan bel rumah berkali kali? gak sabaran banget!" ketus Tiara dalam hati karena merasa sedikit kesal


Tiara pun dengan cepat mengayunkan kedua kakinya menuju pintu utama lalu meraih gagang pintu dan membuka nya.


mata tiara menghunus tajam saat mendapati Kevin yang berdiri di depan pintu.bagai sebilah pedang yang siap menikam kapan pun iya bergerak.


"Oh, ku pikir siapa? ternyata seorang bajingan yang berani menampakan diri kembali? apa mau mu?! hardik Tiara kasar dengan mendongakkan kepalanya,menatap tajam kearah Kevin.


"Aku minta maaf Ra, aku tahu aku salah. aku tak pantas di maaf kan?!. tapi Ra, izin kan aku untuk bertemu anak ku?" pinta kevin dengan wajah sendu dan mata yang berlinang air mata.


"Apa? Anak mu? kau bilang anak mu?" tanya Tiara sedikit terkekeh.


Tiara memiring kan kepalanya,memandang Kevin sambil bersedekap dada.posisi Kevin saat ini sedang berlutut dihadapan Tiara. kevin mengapit kan kedua tangan.memohon belas kasih dari Tiara.


"Ra, aku sudah tahu semua itu.hasil tes DNA membuktikan itu semua.kau tak perlu berpura-pura Ra? Kevin memperlihat kan selembar kertas pada Tiara.dengan secepat kilat Tiara menyambar kertas itu dari tangan Kevin dan membaca nya.


"Dari mana dia dapat DNA Aira? apa jangan jangan dia bersengkol dengan dini? aku memang sedikit curiga saat dini datang tiba tiba.?oh jadi begitu cara mu kev? " Guman Tiara dalam hati ketika tak bisa mengelak kebenarannya.


Tiara mendekat ke arah kevin.menghampiri Kevin yang sedang berlutut.tiara pun berjongkok dan berbisik di telinga Kevin.


"Oh, ternyata kau sudah tahu ya.? tapi sayang, aku takan membiar kan mu untuk menemui darah daging mu.sampai kamu mati?!" bisik Tiara dengan menekan kata mati begitu jelas.

__ADS_1


"Tapi Tiara?, dia darah daging ku! kamu tak berhak memisahkan seorang anak dengan ayah nya." bentak Kevin putus asa.


Tiara berdiri dan menjauh dua langkah dari hadapan Kevin.


"Kamu meninggal kan ku, di hari kita akan menikah kev?! gara gara kamu, ayah ku meninggal karena serangan jantung! lalu, aku hamil?! apa kamu bertanggung jawab? setelah lima tahun berlalu,kamu datang meminta hak mu? dimana otak mu kev? " Tiara menunjuk ke arah Kevin dengan tatapan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Aku terpaksa Tiara,aku punya alasan yang tak bisa aku jelas kan saat itu? kilah kevin


"Lalu apa alasan mu kev.?" Teriak Tiara, dengan membentak kasar kepada Kevin.


"bahwa aku." saut Kevin ragu mengatakan kebenaranya.


"Pergi dari hadapan ku kev.! Aira anaku ku! bukan anak mu ! tidak Sudi rasa hati ku, kau mengaku dirimu seorang ayah dari anak yang aku kandung !" hardik Tiara kasar


Kevin terbelalak kaget dengan intonasi tinggi dari Nada suara Tiara.Terkejut pada kata kata kasar yang di lontarkan Tiara.


Gadis manis yang baik hati dengan bahasa yang lemah lembut,kini berubah menjadi pisau tajam yang siap menghujam hati siapa pun yang menyakiti nya. sedalam itu kah luka yang di berikan Kevin kepada tiara?


Kevin beranjak berdiri,setelah beberapa menit berlutut lalu menghampiri Tiara dan meraih tangan tiara.


raut wajah Tiara berubah sendu.dengan cepat iya menghempas kan tangan kevin yang sudah meraih jemari nya.


"Jangan kelewatan batas kev! aku seorang wanita yang sudah bersuami.jangan lancang.!"


" Tapi kamu Seorang ibu dari anak ku" kilah kevin membujuk Tiara.


"Plakk" satu tamparan mendarat di pipi Kevin.


Air mata yang sedari tadi meluncur deras membasahi pipi kevin. iya seka cepat cepat sambil tersenyum.


"baiklah,aku sudah meminta mu dengan cara baik baik.terpaksa aku melakukan cara yang tidak kamu suka!?aku akan kembali mengambil anak ku!. bagaimana pun caranya Ra!. ancam Kevin yang mulai putus asa.


"Silahkan. aku tak takut dengan ancaman mu kev.! sekarang cepat pergi dari hadapan ku! aku begitu muak melihat mu sekarang." Tunjuk Tiara pada Pagar pembatas di depan rumahnya.


Kevin lalu melangkah kan kakinya meninggal kan tiara yang masih berapi api.dengan wajah sedikit kesal iya mau tak mau mengurung kan Niat nya hari itu untuk bertemu aira.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2