
Dewina keluar dari ruang Kevin.menemui ibunda Kevin dengan wajah yang sendu.
"Bagaimana dengan kondisi Kevin, win? " tanya Ibunda Kevin.
"kita sama sama berdoa ya ma?. agar Kevin bisa ngelewatin masa kritisnya." hibur dewina pada Ibunda Kevin,merangkul bahunya.namun, siapa pun yang melihat kedua bola mata dewina.pasti tahu dirinya sedang menahan tangis.
"Kasihan Kevin win? dia sangat menderita.seandainya bisa di tukar,biar Mama saja yang sakit..."
"Hush... Mama gak boleh gitu." desis dewina meletakan telunjuk pada bibirnya.
"kalau jadi Kevin pun. dia pasti memilih dirinya yang sakit,bukan Mama.jadi sekarang kita berdoa saja untuk kesembuhan Kevin ya ma? sambung dewina kembali pada kata katanya, melempar kan senyuman yang sedikit di paksa kan.
Dewina dan ibunda Kevin duduk di bangku.yang berada di luar ruang rawat Kevin.kedua nya saling rangkul dan menghibur.
"Win. ada yang Mama mau kasih tahu sama Wina." ucap Ibunda Kevin. yang perlahan melonggarkan pelukannya pada dewina.
"Apa itu ma? tanya dewina penasaran.
"Ternyata Mama sudah jadi seroang nenek.tiara ternyata hamil anak dari kevin."
sontak saja,berita itu membuat dewina sedikit membelalak kedua matanya.
Apa? Tiara hamil? anak Kevin? tanya dewina dalam hati.ketika mendengar berita itu dari ibu Kevin.
namun pikiran dewina melayang layang.lalu terbesit ingatan,pada saat acara reuni beberapa bulan lalu.
"Apa jangan jangan? lirih dewina kembali dalam hatinya.
"Lalu ma?. tanya dewina dengan raut wajah seolah tak tahu. saat dewina kembali saat tersadar dari lamunan nya.
"Mama ingin sekali bertemu dengan cucu Mama.tapi Kevin tidak mengizinkan sama sekali.dia sangat takut menyakiti hati Tiara. padahal Mama sangat tahu,kevin masih mencintai tiara." keluh Ibunda Kevin.
dewina tersenyum tipis. tau tak harus berkata apa kepada Ibunda kevin.
"Win.. apa kamu bisa bantuin Mama? pinta Ibunda Kevin dengan wajah memelas.seolah tak tahu meminta tolong pada manusia mana lagi.
"bantuin apa ma?"
"tolong bujuk Tiara win. kamu kan pernah berteman dengan Tiara dulu."
"Tapi Ma, mungkin sekarang Tiara gak akan mau ma. Mama kan tahu kalau Kevin beralasan kembali sama Wina.saat membatalkan pernikahan mereka" elak dewina sedikit keberatan pada permintaan Ibunda Kevin.
"lalu Mama harus bagaimana win? Mama hanya ingin yang terbaik untuk Kevin.untuk yang terakhir dalam hidupnya."
dewina tertunduk.memikirkan setiap kata yang terucap dari mulut Ibunda kevin.sebenarnya dia merasa sedikit bersalah. saat tahu kebenaran bahwaTiara hamil.
"Apa kah saat ini adalah saat yang tepat untuk menebus kesalahanku ya?? lirih dewina dalam hatinya.
dewina beranjak dari kursinya.
__ADS_1
"Ma.wina pergi sebentar ya? Wina ada urusan mendadak" saut dewina lalu pamit pada Ibunda Kevin.
dewina berjalan di lorong rumah sakit dengan derap kaki cepat.berencana pergi kerumah Tiara untuk menuntaskan kesalah fahaman ini.
dewina sadar, bahwa selama ini hatinya terkunci oleh perasaan cemburu kepada Tiara.
"Aku gak boleh seperti ini ! aku harus nolongin Kevin sama tiara. aku harus selesaikan salah faham ini.ya Tuhan... maaf kan aku.maaf kan aku tiara.aku sungguh jahat." guman dewina. menyesal karena menyetujui rencana Kevin. saat menjadikan dirinya alasan pembatalan pernikahan kedua sahabatnya itu.
Dewina melajukan mobilnya menuju kediaman tiara.iya sangat siap dengan segala makian yang akan Tiara berikan.saat kedua nya bertemu nanti.
...----------------...
Reval memasangkan dasi pada kerah bajunya.bersiap siap untuk pergi ke kantor.sementara itu,Tiara yang baru saja selesai mandi.berjalan masuk ke dalam kamar.
"Kamu kerja hari ini sayang?" tanya Tiara pada suaminya.
Reval menganguk kepalanya.bahwa dirinya berkata IYA.
"Kepala kamu masih sakit Sayang? apa kamu ambil cuti lagi? usul Tiara.
"tidak perlu sayang.aku ini seorang direktur yang harus memantau pekerjaan karyawan.aku tidak boleh lama lama berlibur "
reval sudah bersiap siap untuk pergi.namun saat akan meraih gagang pintu.iya membalik kan badannya.menghampiri Tiara yang sedang mencari pakaian di lemari.
"Sayang. aku berangkat kerja dulu ya? ucap reval meminta pamit.lalu mencium leher Tiara dan menjalar pada belahan dada Tiara yang tertutup dengan handuk.
"Iya sayang" balas Tiara yang kini belum*t bibir suaminya itu.
"Pulang kerja.jatah lembur untuk aku ya? dan terimakasih istriku... karena telah memilih aku.." ucap reval yang kembali meremas dua gunung terendah di dunia.
"Sudah sana... nanti terlambat masuk kantor.pemimpin itu harus jadi contoh untuk bawahan.termaksut hadir tepat waktu."
reval Kini melanjutkan langkah kakinya keluar dari kamar.melanjutkan perjalannya ke kantor.
...----------------...
Tok..tok..tok... bunyi ketukan pintu terdengar dari luar kamar tiara.
Suara yang tak asing terdengar sedang memangil Tiara.
"Permisi nyonya.di luar ada orang yang menunggu " teriak bi ijah pelan dari balik pintu.
" bilangin sebentar ya bi." pinta tiara pada bi jah.agar tamu itu menunggu sebentar.
Tiara keluar dari kamar.ketika dirinya selesai bersolek.lalu menuruni anak tangga satu persatu.dengan cepat melangkah kan kedua kakinya agar sampai keruang tamu.
saat sampai di ruang tamu. Tiara tertegun dengan tamu yang sudah menunggu nya.wajah yang paling iya ingat di masa lalu.dimana wajah itu pernah menjadi salah satu penghibur ketika iya sedih.siapa lagi kalau bukan dewina yang pernah menyandang kata sahabat dari Tiara.
"Dewina.?! ucap Tiara spontan saat melihat dewina berdiri di hadapanya lagi. menatap dewina dengan tatapan tajam.
__ADS_1
Ya. ada banyak luka dari hati Tiara.semua itu dia salurkan melalui tatapan matanya yang begitu benci pada dewina.
"Tiara, apa kabar.?" sapa dewina dengan wajah sendu.lalu berdiri saat Tiara datang dan menyodorkan tangan nya.
Dengan cepat. Tiara menepis tangan dewina.menerima perlakuaan Tiara yang kasar. membuat dewina hampir ingin menangis.namun dia berusaha menahan nya.karena telah berjanji akan menerima konsekuensi nya.
"Apa mau mu menemui ku lagi,hah?! kemarin kekasih mu yang memaksa masuk! lalu sekarang kau ?! kalian berdua sungguh tak tahu malu !" hardik Tiara kasar dengan netra yang mulai memerah.dan napas yang memburu.
"Tiara tenang... aku kesini ingin meminta maaf. bukan untuk mencari ribut dengan mu.tolong dengar kan aku??
"apa win? minta maaf ? hahahahahahaah jangan bercanda kamu win.kamu sungguh lucu ya? " Tiara tertawa terbahak bahak dengan pengakuan dewina.
"Aku tahu aku salah... tolong,maafkan aku dan Kevin?." lirih dewina sedih.tak lupa mengikut sertakan nama Kevin.sehingga membuat Tiara sedikit muak
"aku bisa memaaf kan kamu dan Kevin.dengan satu syarat.!" balas Tiara dengan memperlihat kan jemari telunjuknya.
" syarat apa Ra?" tanya dewina dengan senyuman yang mulai sumringah.
"Hidup kan kembali ayah ku !!" hardik Tiara dengan intonasi tinggi.
" Maaf Ra.aku bukan Tuhan.tentu saja aku tak bisa menghidupkan ayahmu kembali"
Tiara menarik napas panjang.lalu mendekat ke arah dewina dan menarik tangan dengan kasar.menyeret dewina keluar dari dalam rumahnya.lalu menolak nya saat sudah berada di depan pintu.
"pergi... jangan pernah menampakan wajah mu di depan Ku lagi." usir Tiara pada dewina yang kini jatuh tersungkur dilantai.
"Tiara.dengar dulu penjelasan ku?" mohon dewina.yang kini berdiri dari lantai.
"penjelasan apa win?! bahwa kau telah berhasil mendapatkan kevin?! aku tak perduli win!" hardik Tiara kasar lalu meraih gagang pintu dan akan menutupnya.
Dengan langkah cepat.dewina berhasil menyelipkan jemari nya pada sela pintu.saat Tiara akan menutup pintu.
"Kevin sekarat Ra.tolong beri dia kesempatan terakhir untuk menebus semua dosanya padamu? " pinta dewina menahan rasa sakit pada jemari nya saat terjepit pintu.
tiara menghentikan aksinya untuk menutupi pintu.iya sedikit penasaran dengan perkataan dewina yang tiba tiba itu.
"Apa maksudmu ? perlahan Tiara membuka pintunya.
"Sehari sebelum pernikahan kalian.kevin sedang berada dirumah sakit."
"lalu,mengapa dia tak memberitahukan ku?dan seenaknya membatalkan pernikahan?! karena dia win.karena kelakuan kalian berdua aku harus kehilangan ayah ku untuk selamanya.!"
"aku minta maaf Ra.tapi aku terpaksa melakukan semuanya."
"seharusnya dia memberitahukan ku.bukan meninggalkan ku..." Tiara kembali meraih gagang pintu dan akan menutup nya.
Dengan cepat dewina berlutut dihadapan Tiara.
"umur Kevin hanya menghitung bulan Ra? dia terkena kangker jantung stadium 4.tolong ra... untuk terakhir kalinya biarkan dia melihat anaknya. Kevin sedang kritis dirumah sakit."
__ADS_1
Bersambung...