OM-OM Pilihan Ayah Ku

OM-OM Pilihan Ayah Ku
pengakuan


__ADS_3

Tiara dan dewina duduk saling berhadapan.sudah lama sekali bagi kedua wanita itu tidak bertutur sapa.


Dewina menangis sesegukan ketika menjelaskan kepada tiara alasan dia menolong Kevin selama ini.dewina juga menceritakan tentang perasaan Kevin yang tak pernah melupakan Tiara.


"Kevin sangat mencintaimu Tiara. dari awal hingga sampai saat ini,namamu selalu dia sebut sebut ketika bersama ku.aku sadar akan semua hal itu.bahwasanya perasaan tak bisa memaksa atau dipaksakan." pungkas dewina dengan intonasi lirih.


Tiara menarik napas dalam,lalu menghembuskan pelan.sebelum menjelaskan pada dewina,tenang apa yang dirasakan nya saat ini.


"Win... dulu aku memang sangat mencintai Kevin.dulu dia adalah sebagian dari dunia ku. tapi sekarang berbeda win. seiring berjalan nya waktu, perasaan ku sudah mulai memudar terhadap nya.aku sangat mencintai suami ku.walapun aku mengetahui alasannya sekarang. aku masih belum bisa memaafkan Kevin seutuhnya."


"Iya. aku tahu itu Tiara.bahwa tidak mudah memaafkan seseorang yang pernah membuat luka di hati. tapi, bisakah kamu memberi satu kesempatan saja? agar Kevin dapat meminta maaf padamu tanpa adanya penyesalan ? " dewina memohon pada Tiara dengan menggegam tangan milik Tiara


"baik lah.. akan aku coba" balas Tiara menggegam tangan dewina dengan memberi senyuman.


...----------------...


[ Rumah sakit ]


Tiara melangkah kan kedua kakinya. beriringan dengan derap langkah kaki dewina.kedua wanita itu tampak sedikit terburu buru ketika berjalan di lorong rumah sakit. kedua nya sedang menuju ke ruangan Kevin.

__ADS_1


Kevin baru saja sadar beberapa jam lalu.kini dia sedang menatap langit langit rumah sakit dalam ruangan nya. bulir bulir bening jatuh dari sudut mata Kevin.menangis, meratapi takdir yang Tuhan berikan.


pintu ruang inap kevin terbuka dari luar.Kevin menoleh, namun merasa sedikit tak percaya bahwa tiara berada di belakang dewina.dengan cepat Kevin menyeka air mata yang mengalir di permukaan pipinya.kevin tak ingin terlihat menyedihkan.


"Tiara?" ucap Kevin yang spechles saat Tiara sudah mendekat ke ranjang. sementara tiara hanya tersenyum.merasa sedikit canggung pada pertemuan ini.


"Bagaimana keadaan nya bro?" hibur dewina sembari memperlihatkan telapak tangan nya pada Kevin untuk mengajak tos.kevin terseyum.lalu menepuk pelan telapak tangan dewina.


Kevin mengernyitkan keningnya ketika kembali memandang Tiara.tak percaya Dengan emosi Tiara yang sangat stabil. dan sedikit ramah.


"Apa kabar Tiara?" tanya Kevin dengan wajah sedikit malu malu menatap wajah Tiara.


”Aku keluar sebentar ya vin, Ra." sela dewina di tengah obrolan Tiara dan kevin. sementara Kevin dan Tiara serentak menganggukan kepala.


dewina sengaja keluar dari dalam ruangan itu.memberi kesempatan kepada Kevin untuk menjelaskan semuanya kepada Tiara.serta meminta maaf.


"Anak ku... eh, maksutnya anak mu kemana Ra?" tanya Kevin kembali di sertai salah tingkah.


"Aira aku tinggal kan dirumah kev," sambung Tiara.

__ADS_1


Kevin terdiam.tak tau harus memulai percakapan mulai dari mana.


"Ra, aku ingin bertanya sesuatu, apakah Aira itu...?" tanya Kevin dengan perasaan ragu


"ya, dia sebenarnya memang anak mu Vin..." jawab Tiara tegas.


Kevin tersenyum saat mendapati kebenaran dari mulut Tiara langsung.


"Ra, dapat kah aku bertemu dengan nya lagi? pinta kevin kembali


"maaf, aku tidak bisa berjanji kev.terlebih lagi kamu sempat membuat kekacauan di rumah ku kemaren.aku tidak yakin suami ku akan mengizinkanya." tolak Tiara dengan nada halus.


"apa kah suami mu tahu kalau Aira bukan anaknya?"


"sebelumnya dia tahu.tapi karena dia sedang lupa ingatan dia lupa bahwa Aira bukan anak kandungnya" balas Tiara cepat.


"apa dia sangat menyayangi Aira?"


"dia sangat menyayangi aira. aku tak tahu bagaimana reaksinya, kalau sampai tahu Aira bukan anak kandung nya." ucap Tiara lirih lalu memandang ke arah lain.

__ADS_1


"tenang saja Tiara.aku tidak akan menyulitkan posisi mu. tapi bisa kah kau pertemuan kan aku dengan aira lagi? Sebagai seorang sahabat dari ibunya?" tatap Kevin penuh harap.


__ADS_2