
Pagi sudah berganti menjadi senja.reval tengah asik dengan tugas baru nya menjadi pengasuh. iya menimang nimang pelan anaknya, yang sedang berada dalam kungkungan.
reval melebar kan kedua sudut bibirnya melengkung ke atas.kedua bola mata nya berbinar binar memandang wajah polos anaknya.tak percaya dengan dirinya yang kini memiliki dua perempuan dalam hidupnya.
Bayi mungil itu mengeliat pelan saat hidung reval menyentuh wajah nya.sontak membuat reval sangat geram terhadap bayi perempuan itu.
reval meletakan anaknya kembali ke dalam ranjang tempat tidur agar sang anak dapat beristirahat dengan baik.lalu mengahlikan pandangan pada tiara yang berada di samping ranjang anaknya.
Sudah hampir pukul 10 malam.sang anak tiba tiba menangis.rupanya anak itu sedang mengalami demam karena suntikan imunisasi tadi pagi.sedangkan tiara tak bisa berkutik karena tubuhnya juga mengalami deman.
Dalam sekejab mata.Profesi reval berubah menjadi seorang dokter yang merawat isteri dan anaknya.Atas intruksi dari suara tiara juga,reval memberikan sebuah obat penurun panas yang di berikan dokter sesudah imunisasi di lakukan.
*
*
*
[ Empat tahun kemudian. ]
Hari hari berlalu dengan cepat. tak terasa Putri mereka sudah beranjak menjadi balita yang sangat cantik.dengan tubuh gempal dan lesung pipi di sebelah kanan. membuat anak itu sangat manis ketika tersenyum.
Tiara sedang menyesap secangkir teh di halaman rumah nya.pandangan nya fokus tertuju pada putrinya yang tengah asik memetik bunga di halaman rumah.Kebun bunga mini yang sengaja di bangun reval untuk putrinya, agar putrinya merasa selalu bahagia dan melepas senyuman nya dengan lebar.
Suara mobil reval terdengar dari luar pagar, lalu membunyikan Klakson nya beberapa kali agar satpam peribadi membuka nya.setelah terbuka, reval masuk ke halaman rumah bersama mobilnya.
Reval langsung turun dari mobil lalu melihat ke arah kebun bungga mini itu dan memanggil nama anak nya
"Aira..." seru reval tersenyum.
Aira yang tengah asik memetik bunga itu mengahlikan pandangan nya ketika mendengar Suara reval memanggil nya lembut.segera iya berlari ke arah reval yang berjalan cepat sembari melebar kan kedua tangan nya.
"Cantiknya anak ayah.tambah gembul ya pipinya" puji reval sambil mencubit pelan pipi putrinya.
"Ayah pelgi kemana? ailaa kan lindu? " mata aira berkaca kaca,lalu menitih kan cairan bening dari kedua bola matanya ketika memandang wajah reval.
__ADS_1
"Aduh.. jangan nangis ya. ayah kan pergi kerja cari uang" reval menyeka air mata putrinya.
" Tapi kenapa lama pelginya.? aila kan kesepian.aila juga gak ada teman main " celetuk putrinya dengan cepat.
"Kan ada mama yang temani aira? balas reval yang kini berjalan menghampiri tiara yang sedang duduk di kursi.
Reval baru saja pulang dari luar kota.selama satu minggu itu dia berpisah dengan anak nya dan istrinya. Rasa rindu tentu juga di alami reval.
reval menyerah kan buah tangan yang dia bawa dari luar kota berupa makanan,baju dan juga susu ke sukaan anaknya pada bi ijah.
Aira sedang merasa haus, lalu tiara meminta bi ijah membuat kan susu untuk anaknya.Bi ijah bergegas pergi ke dapur membuat kan susu untuk aira.Saat bi ijah membuka kaleng susu,ternyata susu aira sudah habis.segera iya membuka kotak susu baru yang di beli reval dari luar kota.
tak berselang lama bi ijah keluar membawa dot yang berisikan air susu lalu memberikan pada aira yang sedang haus.aira menjenguk susu itu dengan lahap.
satu jam kemudian aira menggaruk Garuk permukaan kulit nya yang kemerahan.sontak membuat reval dan tiara kaget.
"Loh yang? kulit aira Kok jadi memerah gini ? Tanya reval Heran
"engak tau yang," jawab tiara sambil menggeleng kepalanya.
*
*
*
Reval melaju dengan mobilnya,membelah jalan dengan kecepatan sedang.Beberapa menit kemudian dia dan tiara sampai di halaman rumah sakit.
Reval pergi keloket pendaftaran dan bergegas ke ruang Poli anak.dengan derap langkah kaki cepat.reval pun sampai di depan ruang Poli anak.
[ Ruang Dokter ]
"Makanan apa yang terakhir di konsumsi anak bapak? tanya Dokter yang melihat permukaan kulit anak mereka.
"Terakhir kali hanya minum susu dok" jawab tiara sambil memangku anaknya.
__ADS_1
"Iya dok, susu dengan merek yang sama. hanya saja rasanya sedikit berubah." sambung reval.
"maksut kamu yang?" tanya tiara kembali karena memang tak sempat melihat oleh oleh yang di bawa reval.
"Aku tadi beli susu rasa Kedelai untuk si adek" dengan raut wajah bersalah reval menjawab pertanyaan tiara.
tiara merasa sedikit kaget dengan apa yang dia dengar.dadanya sedikit bergemuruh ketika iya harus melupakan sebuah kenangan pahit.
"susu kedelai? Kevin kan alergi kacang kedelai? guman tiara dalam hati.
Lamunan tiara terbuyar kan saat dokter berbicara dan memberi tahu kan penyebab gatal pada kulit putrinya mereka.
"gatal kemerahan pada kulit anak bapak,seperti nya alergi pada rasa susu yang diberikan.biasanya orang tua juga bisa menurun kan riwayat alergi pada anak nya sendiri." jelas dokter.
"tapi saya tidak ada riwayat alergi dok?" sela reval.
"Kalau ibu nya gimana ? apa punya riwayat alergi ? tanya dokter.melirik ke arah Tiara.
Lidah tiara terasa kaku. iya sangat takut jika reval merasa aneh pada putrinya.iya takut reval tahu bahwa anak itu bukannya anak kandung reval. sebab tiara merasa tak tega melihat perasaan kecewa pada wajah reval yang sudah sangat menyayangi anaknya.
"Seperti nya iya dok, saat saya kecil saya pernah Gatal Gatal karena mengkonsumsi kacang kacangan.saya juga tidak tahu susu yang suami saya beli itu rasa kedelai." kilah Tiara sambil memandang reval.
"Baiklah,pak Bu. saya akan berikan resep ya"
dokter pun menulis kan resep pada selembar kertas kecil.dan memberikan nya pada reval untuk di tebus di apotek depan rumah sakit.
setelah mengambil selembar resep yang di berikan dokter, Reval dan Tiara beranjak dari kursi.Reval meraih gagang pintu lalu membukanya, di ikuti Tiara dari belakang.
"Maaf ya sayang, aku gak tahu kalau kamu alergi kacang kedelai. seandainya aku tahu, aku gak akan beli susu rasa kedelai." ucap reval dengan wajah sendu.
"iya gak apa apa sayang, salah aku juga sih,dari awal gak kasih tahu kamu, kalau aku alergi kacang kedelai" Tiara membuat senyum tipis yang terpaksa.
"Maaf kan aku yang, aku terpaksa bohong.dengan kondisi kamu yang masih hilang ingatan. aku gak tega buat jujur." lirih Tiara dalam hati.
Bersambung...
__ADS_1