
~Hei mbak...! jangan gila dong.!" bentak pria yang menggunakan kacamata di wajahnya.
~Lepasin gak?!. jangan ikut campur ! ini bukan urusan kamu.!" bentak shinta kembali sambil memberontak.
~Mbak pikir,dengan bunuh diri masalah jadi selesai .?! engak mbak.! masih banyak cara untuk menyelesaikan masalah, tanpa harus mengakhiri hidup ! ingat mbak ! bunuh diri itu dosa.astafirulahhalazim..." celoteh pria itu panjang lebar.
~Kamu anak kecil. jangan banyak ceramah deh..! kamu gak ngalamin yang saya alamin. "saut shinta tajam.
~Pasti berat ya jadi mbak.? Pria itu memeluk shinta yang mulai terisak.
beberapa menit kemudian shinta mulai tenang. dan berhenti menangis.
~Oi...udah selesai belum drama nya, aku juga ada urusan lain ni.?" teriak seorang lelaki dari dalam mobil.
Pria itu melepas kan pelukan nya dari tubuh shinta.dan meminta shinta agar tidak mengulangi perbuatan nya. karena apa yang di lakukan shinta adalah perbuatan dosa yang di benci pencipta.
~Maaf mbak, saya pergi dulu ya, mbak jangan sampai nekat bunuh diri lagi."
shinta mengangguk pelan.lalu lelaki itu masuk kedalam mobil dan berlalu meninggal kan shinta yang berada di tepi jalan.
*
*
*
Aduh...! mata ku ternodai oleh kebucinan mu Ben," ejek laki laki itu sambil tertawa.
~Berisik kamu vin.." saut Ben ketus kepada lelaki yang bernama kevin.
~Eh,gak sopan ya sama abang sendiri? apa karena baru masuk kuliah.merasa udah gede kamu ya"
~ya elah, abang sih pake ngejekkin aku.padahal kan aku tadi lagi cari pahala" saut Ben memberi alasan.
__ADS_1
~Pintar kamu mengelak." celutuk kevin kembali.
Ben dan kevin bersepupu. mereka sangat dekat. banyak orang yang mengira kalau Ben adalah adik kandung kevin.hari ini Ben akan masuk kuliah untuk pertama kalinya setelah lulus dari SMA.dan kevin mengantar adik sepupu nya itu ke universitas tempat iya pernah belajar dulu.
*
*
*
Kevin melaju dengan mobilnya.dan tak lama iya sampai di tujuan.kevin masuk ke halaman parkiran rumah sakit.
kevin berjalan pelan melewati lorong rumah sakit dan perawat yang sedang lalu lalang.sampai akhirnya iya berhenti di depan ruang kardiologi.
kevin masuk ke ruangan kardiologi dan menemui Dewina yang sedang duduk di meja nya.kevin menarik kursi yang berada di depan meja dewina lalu duduk.
dewina yang melihat kedatangan kevin melebarkan kedua sudut bibir nya.kedua bola matanya berbinar binar.
~Wah...,makasih banget ya win.memang Sahabat aku yang paling baik..." kevin mengerling mata nya. memuji dewina.
~Cuma baik doang ni? gak di tambah cantik,manis, dan imut gitu " protes dewina sambil tersenyum tipis.
~hmmm, Boleh juga" kevin mengangguk setuju.
~ ya udah, tensi darah dulu sini" dewina memasang kan alat tensi darah pada lengan kevin.
tak berapa lama setelah memeriksa kondisi tubuh nya.kevin lalu keluar dari ruangan untuk menebus resep obat di apotek rumah sakit.
...----------------...
Tiara dan reval baru saja keluar dari ruang dokter.berita mengembirakan tampak terlihat dari mata tiara. bahwa kondisi reval mulai stabil.Walaupun saat ini reval belum bisa mengingat dengan jelas.
tiba tiba perut tiara terasa sakit saat akan pergi ke apotek untuk menebus obat suaminya.
__ADS_1
~Aduh..." ucap tiara pelan sambil memegang perut nya.
~Kamu kenapa ?Kamu mau melahir kan? tanya reval dengan sorot mata yang terlihat cemas.
~Aku mules, pengen BAB. kamu tunggu dulu di situ ya" tunjuk tiara pada kursi yang berada di depan apotik rumah sakit.
tanpa banyak bicara tiara berlalu meninggal kan reval untuk pergi ke toilet wanita. sementara reval berjalan menuju kursi untuk mengantri obat.
*
*
*
Kevin baru tiba di depan apotik rumah sakit lalu menyerah kan resep obat. dan duduk di samping reval.
Kevin dan reval tak sengaja melakukan kontak mata.membuat kedua nya mengangguk pelan, dan melempar kan senyum ramah.
Kevin adalah pemuda cerdas yang suka bersosialisasi.iya mudah berbaur. dia juga menghormati seseorang yang lebih tua usia nya daripada dia.
~Sakit apa Pak? tanya kevin berbasa basi.
~Hilang ingatan," jawab reval sembari melempar senyum tipis.
~Hebat ya bapak, hilang ingatan tapi bisa berobat sendiri." ucap kevin memuji.
~saya gak sediri.saya kesini sama isteri. kamu sendiri sakit apa? tanya reval kembali.
belum sempat kevin menjawab. petugas apotek sudah memanggil namanya.kevin beranjak dari tempat duduknya untuk mengambil obat.lalu melempar kan senyum ramah nya lagi kepada reval sebelum iya meninggal kan apotek itu.
~diluan ya Pak" sapa kevin sebelum pergi.
Bersambung...
__ADS_1