
Hari berganti hari. waktu terus berjalan.pagi tetap menemui petang untuk menjadi malam.Namun tubuh tiara, seperti takan pernah lelah menjenguk reval yang masih terbaring.
Tiara selalu menyempat kan diri datang ke rumah sakit, untuk melihat perkembangan kesehatan reval.tak ada yang di utama kan nya selain kekasih hati nya itu.
tiara selalu berbisik pelan di telinga reval setiap kali datang menjenguk.berharap sang suami mendengar suara nya dan terbangun dari koma.
~Sayang..., ayo bangun? aku disini menunggumu..." ucap tiara lirih, lalu pergi keluar dari ruangan itu.
keesokan hari nya, tiara datang kembali keruang icu. menjenguk reval dan berbisik pelan lagi di telinga suaminya.
~Sayang..., akhir akhir ini aku belajar memasak dari Bi ijah.kata bi ijah,masakan ku sudah mulai enak.! ayo bangun sayang, aku ingin kau mencicipi masakan ku" tiara mengecup kepala reval. dan pergi berlalu dari kamar itu.
Tiga minggu berlalu, tiara selalu hadir dan hadir menjenguk reval Tampa pernah absen sedikitpun.sejak hari terjadi nya kecelakaan seluruh perasaan tiara luruh membawa air matanya.ternyata reval sungguh sangat berharga untuknya.reval telah menjadi obat pelipur lara sejak ayahnya terkasih meninggal.
*
*
*
Sudah lima bulan berlalu sejak kecelakaan itu.reval masih belum tersadar dari koma nya. hanya keajaiban dari sang pencifta yang mampu membuat reval untuk tersadar.
tiara berjalan menyusuri lorong rumah sakit. seperti biasanya.tiara akan menemui reval di ruang icu.dengan langkah pelan tiara berjalan sambil memegang perutnya yang mulai membuncit.
Usia kehamilan tiara memasuki tujuh bulan. tersisa dua bulan lagi sebelum dia melahir kan.tiara sangat berharap reval ada di samping nya saat dia berjuang.namun melihat kondisi reval yang belum sadar. dia mengubur dalam dalam keinginnanya.
berbeda seperti hari hari biasanya.tiara memasuki ruang icu dengan wajah lesu.tiara menarik kursi yang berada di samping ranjang. lalu duduk mengahadap reval.kali ini tiara tak berbisik. iya memegang tangan reval yang terpasang selang infus itu.
~Sayang, bangun lah.! aku tak tahu sampai di mana kekuatan ku untuk tetep bersabar.aku selalu berharap tuhan memberikan keajaiban untuk dirimu. aku sangat mencintai mu rev. tolong bangun lah.aku sangat membutuh kan mu saat ini. bagi ku kau adalah obat penyembuh, sekarang aku sangat sakit." tiara menangis tersedu sedu sambil menutup wajah nya dengan kedua tangan.
suasana hening di dalam kamar kini menjadi sedikit berisik oleh tangisan pilu tiara.hatinya kini benar benar di penuhi keputus asaan dan rasa hampa.
__ADS_1
Kosong. bagai wadah tak berisi air.tak ada kehidupan baginya.
tiara masih dengan posisi duduk disamping ranjang reval.dengan pipi yang masih basah berlinang air mata.tiara menggenggam erat tangan reval yang terkulai tak berdaya.
lalu keajaiban terjadi dihadapan tiara. tangan reval yang masih berada dalam genggaman nya, menggerakan jemari telunjuk nya secara pelan.
tangisan tiara langsung terhenti.matanya menatap reval penuh haru.keajaiban yang dia impikan serta doa yang selalu dia selip kan di setiap sujud nya. menuai buah yang manis.
Bergegas tiara keluar dari ruang icu. berlari menghampiri dokter.
dokter berjalan cepat menuju ruang icu. di iiring tiara dan suster perawat yang berjalan mengikuti dari belakang.
dokter meminta tiara keluar sebentar untuk mengecek kondisi reval. dokter mengaitkan stetoskop pada telinga nya dan mulai mendengar detak jantung reval.sementara tiara berjalan mondar mandir didepan ruang icu. nampak sedikit kekhawatiran di bola mata nya.tak berapa lama memeriksa dokter keluar dengan senyum di wajahnya. dan mengatakan kondisi reval baik baik saja.satu tingkat mulai stabil daripada kemaren.
*
*
*
~Selamat pagi, bagaimana keadaan nya Pak reval? ucap dokter melempar kan senyum pada reval.
Reval hanya tersenyum tipis.terlihat dari wajah dan tatapan nya iya begitu bingung.lalu tiara berjalan menghampiri reval sehingga jarak mereka menjadi dekat.
reval mengerut kan kening nya dengan memandang ke arah tiara, dari ujung kaki hingga rambut.sementara tiara di penuhi sorot mata berbinar binar.dengan perasaan yang sangat bahagia.
~Sayang, syukurlah kamu sudah Sadar." ucap tiara dengan mata berkaca kaca.lalu menghampiri reval.
~Kamu siapa? aku tak mengenal mu!" reval menepis kasar tangan tiara yang memegang bahu nya.
~aku tiara, isterimu rev?" ucap tiara Heran.
__ADS_1
~Bu tiara, bisa ikut keruangan saya sebentar" Ajak dokter.
dokter dan tiara keluar dari kamar rawat reval .dan menuju ruang dokter.sesampai di ruangan, dokter menjelas kan reval mengalami amnesia.cidera pada otak nya membuat reval tak bisa mengingat dengan baik.
~Maksut dokter , suami saya mengalami amnesia ? tanya tiara penasaran.
~iya bu,Pak reval untuk saat ini tidak mengenal siapa dirinya.dan apa yang pernah iya alami." jelas dokter dengan teliti.
~Jadi,dia tidak dapat mengingat saya adalah isterinya dok. ?tiara menutup rapat kedua mulut nya.raut wajah nya terlihat tak percaya.
~Benar bu, jadi saran saya jangan memaksa Pak reval untuk mengingat semuanya dulu.karena Pak reval butuh tahapan waktu untuk mengingat kejadian yang pernah dia alami.
...----------------...
[ Shinta Dan kemarahan nya ]
Shinta berjalan keluar dari rumah ayah nya. dan masuk ke mobil dengan membanting keras pintu mobil nya.masih terngiang ngiang perkataan ayah nya di kepala shinta.
~Jangan menekan kata ayah pada dirimu! kau tak pantas disebut seorang ayah..." maki shinta pedas pada ayah nya .
~Benar! aku memang tak pantas di panggil ayah oleh mu. karena aku memang bukan ayah kandung mu! " bentak ayah shinta kembali dengan mata berkaca kaca.
~Ap- apa.! shinta tiba tiba gagap tak percaya.
~Aku bukan ayah kandung mu! aku tak pernah menikah dengan ibu mu! kau adalah anak kakak ku, yang sudah meninggal sebelum kau di lahir kan. aku selalu berusaha menjadi pengganti ayah mu. merawat ibu mu yang sakit. apa pernah kau melihat dari sudut pandang ku ? sampai hari ini aku begitu kecewa! kata kata mu sungguh melukai hati ku shinta." ayah shinta menahan tangis nya.
tampa mengucap maaf.shinta berlari keluar rumah dengan air mata yang mengalir. iya sungguh tak percaya dengan pengakuan ayahnya barusan. iya begitu terpukul.
~Pantas saja kau tak pernah menyayangiku." lirik shinta dalam hati.
Bersambung...
__ADS_1