OM-OM Pilihan Ayah Ku

OM-OM Pilihan Ayah Ku
Hari melahirkan


__ADS_3

Satu bulan sudah berlalu. tak terasa usia kehamilan tiara sudah memasuki sembilan bulan. tinggal menunggu beberapa hari lagi untuk melahirkan.


raut wajah tiara berseri seri melihat perut nya yang membuncit.tiara membelai lembut perutnya. iya sangat menantikan hari spesial itu. dimana dia akan melahirkan malaikat kecil dari rahim nya.


Reval sedang duduk santai di ruang tamu sambil menonton televisi. terdengar dari bilik kamar mereka. suara tiara memanggil namanya.reval bergegas masuk menghampiri panggilan istrinya.


reval berjalan menuju kemar lalu meraih gagang pintu dan membukanya. saat pintu terbuka terlihat tiara sedang santai berbaring menyamping di atas kasur. menggunakan baju tidur model dress.


~Ada apa ? tanya reval lembut.


~Badan aku pegel. pengen di manja." tiara menggoda reval dengan suara anak kecil yang ingin di manja.


walapun reval belum bisa mengingat tentang tiara.hatinya tak bisa menolak apa yang di minta tiara. iya tak bisa bersikap kasar atau acuh tak acuh terhadap tiara.


Reval berjalan menghampiri tiara yang berada di atas kasur. lalu duduk di samping tiara dan memijat pelan tangan tiara


~Kamu dan aku benaran suami isteri ya?" tanya reval tiba tiba .


~Memangnya kurang? bukti surat nikah yang aku kasih lihat kemaren ?"cibir tiara dengan wajah protes.


Reval menggeleng pelan mendengar protes dari tiara.iya tak berani membantah ucapan tiara.


~Jadi bayi yang kamu kandung itu anak aku ya? tanya reval lagi


~Iya." celetuk tiara cepat.


deg.. jantung tiara terasa nyeri.tiara menyunggingkan bibir nya lalu tersenyum tipis.ada kata kata yang menyakit kan dari pertanyaan reval namun iya tak bisa menyalah kan reval.


tiara menganggukkan pelan kepalanya. mengatakan sebuah kebohongan besar bahwa bayi itu adalah darah daging reval.iya tak tahu harus menjelaskan seperti apa kepada reval yang sedang hilang ingatan.


~Jadi itu hasil dari kita main kuda kudaan ya?" tanya reval memastikan kembali rasa penasaran nya.


tiara melirik ke arah reval.merasa mengerti arah pembicaraan suami nya.dan memuncul kan ide jail dalam kepala nya.

__ADS_1


tiara berbalik menghadap kebelakang. dimana posisi reval sedang memijit punggung nya.


~Kamu nanya kaya gitu,pengen main kuda kudaan ya ?" tiara mengerlingkan mata nya dengan sorot mengoda.


~Enggak, maksut aku tu?" jawab reval salah tingkah.


Yakin,? gak mau ? " tiara mengangkat baju tidurnya yang berbentuk Dres hingga kedua paha nya terlihat.


mata reval melotot tajam memandang ke arah paha tiara. tiara tertawa puas dalam hati melihat ekspresi kaget dari wajah reval.lalu reval menujuk ke arah baju tidur bagian belakang.


~Baju kamu berdarah ra?" tunjuk reval pada baju yang terkena noda merah


tiara menatap baju tidurnya.raut wajah tiara berubah menjadi panik.sejak tadi pagi iya memang merasa sedikit mulas. namun tiara hanya beranggapan rasa sembab yang iya rasakan di baju nya karena terkena air ketika membilas area sensitifnya.


Dua jam berlalu. tiara mulai merasakan sakit di bagian punggung dan pusarnya. beberapa kali tiara bolak balik dari kamar mandi. untuk membuang panggilan alamnya.tiara mengerang kesakitan saat perutnya mengalami kontraksi.


reval tak tega melihat wajah tiara yang merintih kesakitan.cepat cepat reval memanggil bu ijah dan supirnya. untuk membawa tiara kerumah sakit.


Reval dan tiara akhirnya sampai dirumah sakit.segera mereka keloket pendaftaran. lalu saat memeriksa kondisi tiara. dokter menyarankan agar tiara berjalan jalan kecil karena masih pembukaan satu.


Reval berjalan pelan mengiringi langkah kaki tiara.tak tau harus berbuat apa,reval hanya bisa memberi semangat untuk istrinya itu.


Aduh...! ya Allah sakit...!" rintih tiara sembari memegang perutnya.


~Sakit ya ra.? sabar ya, entar kalau udah lahiran, sakitnya akan hilang Kok" reval membelai pelan rambut tiara untuk memberinya semangat.


~Ya sakit lah rev.kamu mah,gak pernah ngerasain lahiran! jadi gak akan ngerti gimana sakit nya? udah ah' gak usah nanya lagi !.." ucap tiara kesal


~Ya, aku emang gak pernah melahirkan ra. aku kan seorang laki laki?" sambung reval lagi.


~ih...bawel banget sih itu mulut" tiara mentoel toel mulut reval.


~Kalau sakit, kamu pukul aja badan aku. biar sakit nya nular?atau, kamu jambak aja rambut aku. aku udah pake shampo anti rontok kok." reval menyodorkan kepala nya di hadapan tiara.

__ADS_1


tak bisa berkata kata.tiara hanya memandangi reval yang hari ini sangat rewel daripada dirinya sendiri.air mata tiara mengalir karena menahan rasa sakit. namun dia mencoba untuk bungkam tak bersuara.


satu jam kemudian air ketuban tiarapun pecah.perutnya mulai mengalami kontraksi yang beruntun.segera reval membawa tiara keruang bersalin untuk melahirkan lalu menunggu di luar dengan rasa cemas.


dokter memberi aba aba kepada tiara untuk menekuk kan kedua lutut nya dan membuka lebar lebar belahan pahanya.tiara menuruti aba aba dari dokter hingga area sensitif nya terlihat.


sementara reval yang berada di luar ruangan menerobos masuk karena panik.iya terkejut melihat posisi tiara yang mengangkang dan memperlihat kan Ares sensitif nya.cepat cepat reval membuka jaket hitam yang dia kenakan. menutup perut tiara dan area sensitifnya.


~Loh ini kenapa ditutup Pak? tanya dokter yang baru memasang sarung tangan nya.


~Ini punya istri saya kenapa di Pajang Gini dok," jawab reval dengan wajah protes.


~harus begini Pak caranya, kalau di tutup bagaimana bisa saya lihat bayi nya mau keluar". jawab dokter menjelaskan.


tiara merasa malu terhadap tingkah laku panik reval.dan menyuruh reval untuk keluar saja,agar tak membuat kehebohan.namun reval menolak mentah mentah permintaan tiara, iya tetap berada di ruang itu menemani isterinya.


tiara mulai mengejan.menarik napas kasar dan mengejan lagi menuruti intruksi dari dokter.


~ayo ra, tarik napas pelan lalu hembuskan ra, ayo ra... dikit lagi ra,dikit lagi.kepala nya mulai keliatan.." celoteh reval panjang lebar


dengan segenap kekuatan dan semangat yang di beri suaminya. tiara berhasil mengejan dengan kencang. iya berhasil melahirkan malaikat kecil yang selama ini selalu iya nanti kan.


suara tangisan bayi terdengar dari ujung kaki tiara.begitu indah suaranya di pendengaran tiara.sementara reval menangis tersedu sedu disamping ranjang tiara.


~Ini bu, bayinya.. cantik seperti ibu nya". ucap dokter tersenyum lebar.


Dokter sudah membersihkan bayi tiara dan memakai kan sehelai kain pada tubuh mungil itu. lalu meletakan bayi mungil itu di samping tiara.


tiara dan reval memandangi bayi mungil itu dengan sorot mata penuh kebahagiaan.


~Cantiknya anak ayah," reval membelai lembut pipi bayinya itu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2