OM-OM Pilihan Ayah Ku

OM-OM Pilihan Ayah Ku
sebenarnya ...


__ADS_3

"drett...drett..." dering ponsel tiara bergetar di tengah percakapan nya dengan kevin.tiara lantas mengahlikan pandangan nya pada tas selempang miliknya.


"Sebentar ya, kev. aku angkat dulu." Sela tiara pada pembicaraan mereka.


"Iya. angkat aja dulu. siapa tahu ada yang penting" timbal kevin dengan tersenyum.


tiara membuka tas selempangnya dan mengambil benda pipih dari dalam tas nya. tertera nama reval dalam panggilan itu.


"Halo sayang... ada apa?" tanya tiara saat telepon nya sudah tersambung.


"Halo sayang. kamu dimana?"


"Ak- aku..." balas tiara gugup sembari menatap kevin. begitu pun sebaliknya dengan kevin yang juga menatap tiara.


"Iya kenapa...?" tanya reval memastikan


"Aku sedang bertemu teman sayang.kenapa? kilah tiara cepat memberi alasan


" Aira nyariin kamu. sekarang lagi nangis"


"iya sudah.aku sebentar lagi pulang. tunggu ya.? tiara langsung menutup telepon dari reval.


tiara tampak gelisah. alasan apa yang akan dia berikan pada reval saat sudah pulang kerumah nanti ? sementara kevin, menatap tiara yang masih memandang layar ponselnya sambil melamun.

__ADS_1


"Ra,? kamu kenapa? tanya kevin penasaran.


"Engak apa apa Kok" tiara menggeleng kepalanya lalu tersenyum tipis.


"aku pulang dulu ya.aira katanya menangis nyariin aku" balas tiara kembali untuk segera pergi


"iya. hati hati ya ra. dan terimakasih sudah mau datang menjenguk ku."


tiara berdiri dari kursi. dan akan segera keluar dari ruangan kevin. sementara Dewina yang sedang duduk diluar ruangan. sedikit terkejut saat tiara sudah keluar dari ruangan kevin.


"Ra, sudah mau pulang ya? tanya dewina saat melihat tiara menutup pintu ruang rawat kevin.


"iya Win, tadi suami aku nelpon.katanya anak aku nangis nyariin aku." tutur tiara memberi penjelasan.


tiara dan dewina pun berlalu dari rumah sakit menuju kediaman tiara. tak sampai beberapa lama mereka berdua telah tiba di depan rumah tiara.


Reval yang berada dari dalam rumah pun berjalan keluar sambil mengendong aira yang sesegukan karena menangis.tiara dan dewina berjalan menghampiri reval.


"Mama..." panggil aira dengan suara serak nya karena menangis.


"Kok anak mama nangis? mama kan cuma keluar sebentar?" tiara mengambil aira yang berada dalam pelukan reval.mengelus pelan ubun ubun anaknya itu.


reval menatap ke arah dewina lalu melemparkan senyumannya.

__ADS_1


"maaf ya Pak. tadi saya ngajakin tiara keluar." dewina tampak sedikit gugup saat memberikan pembelaan pada tiara.


"Oh engak apa apa kok. aku malah senang kalau tiara bisa hangout keluar. dan gak dirumah terus. cuma tadi anak saya menangis gak mau berhenti. jadi saya terpaksa telpon istri saya." ucap reval diiringi dengan sebuah senyuman.


"Ya udah ra. aku pamit pulang dulu ya"


dewina pun berlalu dari pandangan reval dan tiara.dan segera pergi dari kediaman suami isteri itu.kini reval dan tiara saling bertatapan mata.


"Ayo kita masuk dulu kedalam" ajak reval pada istrinya.


[ Ruang tamu ]


Reval dan tiara sedang duduk di sofa memandang Putri kecil mereka yang sedang asik bermain boneka.


sedari tadi reval tak banyak bicara.hanya bicara seperlunya saja.sedangkan tiara sedikit bingung harus memulai dari mana menjelaskan.


"Sayang. ada yang mau aku bicarakan." ucap tiara dengan wajah sedikit cemas.


"Silahkan..." balas reval singkat.


"Aku mau jujur kalau Aira itu..."


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2