OM-OM Pilihan Ayah Ku

OM-OM Pilihan Ayah Ku
Janji.ini rahasia?


__ADS_3

Reval memakirkan mobilnya di halaman rumah. saat mereka berdua tiara baru saja pulang dari kantor polisi.


dengan cepat tiara menolak pintu mobil lalu turun.iya tak melihat ke arah reval yang masih berada didalam mobil.


tiara memeluk tubuh putrinya dengan erat.hatinya begitu takut.sedih bercampur rasa khawatir.


Rintihan tangis tiara terdengar keras.bulir bulir bening semakin lebat mengalir.membasahi permukaan pipinya.


"Aira kemana saja? kamu baik baik saja kan sayang? mana? mana nya yang terluka nak?" tanya tiara sembari memeriksa semua bagian tubuh anaknya.


"Mama kenapa nangit? katana mau beli es klim?" Aira menatap Heran dengan tiara yang menangis histeris.


mendengar pertanyaan polos dari aira.membuat tiara begitu menyesali aksinya, yang meninggal kan aira sendiri saat itu.


"Aira dengar mama ya! Jangka pernah mau di ajak jalan sama orang tidak dikenal?" jelas tiara dengan wajah tegas.kedua tangan nya memegang lembut permukaan pipi aira.kini,kedua mata mereka saling berpandangan.


"Tapi,katana paman itu teman mama?"


"Pokoknya gak boleh! Aira gak boleh jalan sama orang yang gak dikenal! mengerti !?" bentak tiara keras. sembari menatap manik manik hitam pada bola mata milik aira.yang kini mulai barkaca kaca.


"Sudah lah sayang... biar aira istirahat dulu.dia pasti lelah? dia hanya anak anak yang tidak tahu apa apa ?" bujuk reval meredam kemarahan tiara.


"Justru itu sayang... aku ngajarin dia agar dia lebih waspada!" kilah tiara.


reval hanya terdiam. mendengar intonasi marah pada nada suara tiara.reval lalu mengahlikan pandangan matanya pada aira.


"Ayo nak.kita makan dulu.kamu pasti lapar kan?setelah itu mandi ya,lalu tidur ?" celoteh reval riang.agar anak nya tak menangis.


Sebenarnya,reval tak kalah panik nya dengan tiara.hanya saja iya tak ingin memperkeruh suana hati tiara yang sedang bersedih.


Reval melangkah kan kedua kakinya,menaiki anak tangga menuju lantai dua.iya mengusap lembut rambut aira.anak yang berusia lima tahun itu memeluk erat tubuh sang ayah karena merasa bersalah.


Tiara tak lama menyusuk reval saat amarahnya sedikit mereda.tiara masuk ke kamar anaknya dan meminta maaf pada Aira.kejadian ini tak semuanya salah Aira.dia juga merasa bersalah karena meninggal kan anaknya.


"Dek.maafin Mama ya?Mama udah marah marah sama Aira? Mama khawatir banget sama kamu sayang?Mama takut kehilangan kamu" Tiara mengusap pelan kepala anaknya .kini gadis bertubuh gempal itu sedah lelap tertidur karena merasa lelah.


reval yang berada di samping Tiara pun ikut membelai pelan tubuh anaknya.


"Ayo.kita pergi ke kamar.kamu juga perlu istirahat sayang" Ajak reval.manarik pelan tangan isterinya.

__ADS_1


Tiara memang merasa lelah.namun karena panik saat Aira menghilang. iya lupa dengan tubuh nya yang juga butuh istirahat.


Tiara dan reval berjalan beriringan ke arah kamar.sampai saat mereka berdua berada di dalam kamar.kedua nya pun sama saja merebah kan tubuh mereka.


"Sayang...?" panggil reval pelan.membelai rambut Tiara.


Tiara yang tidur membelangkangi reval.kini berbalik arah memandang wajah suaminya.


"Ada apa sayang ? tanya Tiara yang kini berhadapan dengan reval.


"Aku ingin mengatakan sesuatu?boleh ? pinta reval dengan wajah malu malu.


"apa itu? katakanlah"


"aku ingin kita nambah anak lagi.kalau bisa laki laki? Reval merasa sedikit lega ketika kata-kata itu terucap.


Tiara menarik napas kasar.lalu menghembus kan nya.jujur, iya masih belum siap untuk melahirkan lagi.bukan karena iya takut rasa sakit.tapi dirinya belum siap membuat aira berbagi kasih sayang saat adiknya masih bayi.mengingat Aira yang masih berusia lima tahun.tentu iya masih haus akan kasih sayang.


"Beri aku waktu ya sayang? kasian Aira masih kecil" tolak Tiara pada permintaan reval.semntara reval hanya tersenyum getir.menerima penolakan dari isterinya.


*


*


*


reval melambaikan tangan nya pada kedua perempuan yang masih berdiri menatap mobilnya.seperti biasanya,reval akan berangkat kerja ke kantornya.


sementara tiara dan aira.bermain di tanam bunga pada pekarangan rumah mereka.


tiara duduk di teras rumah. sembari memandangi aira yang berlari kesana kemari, mengejar kupu kupu yang hinggap di bunga.


mata aira sedikit berair menahan kantuk. beberapa kali tiara menutup mulutnya saat menguap.lama kelamaan mata tiara semakin memberat lalu terpejam.


Hush...hush..." desis kevin dari luar pagar rumah.melambaikan tangan nya kepada aira.


Aira memberhentikan lari nya saat mendengar panggilan itu.iya menatap lama ke arah kevin.antara ingin maju juga merasa takut akan pesan ibunya.


sampai saat dimana kevin mau tak mau membuka maskernya.dan memperlihat kan es krim yang dia bawa kepada aira.

__ADS_1


Aira tersenyum lalu menghampiri kevin yang berada di luar pagar.


"Paman es klim?" sapa aira dengan wajah tersenyum.


"iya sayang.apa kabar? saut kevin pada sapaan aira.sambil sesekali melirik kearah tiara yang tertidur.


"Paman bawa es krim.paman bukain dulu ya plastiknya." seru kevin sembari membuka es krim dan memberikan nya pada gadis kecil tersebut.


Aira melahap es krim itu dengan nikmat.sekarang wajah gempal itu sedikit belepotan karena cairan es krim yang meleleh.


Pribadi seorang ayah seperti datang tiba tiba dalam hati kevin. iya lantas menyeka es krim itu dengan tangan nya.membersihkan area mulut aira yang sedikit kotor karena cokelat.


"Kamu masih mau es krim gak?


"Mau" angguk tiara cepat.


"kalau begitu besok paman bawakan lagi ya? tapi ada syaratnya.?


"kamu nanti pergi Jalan ketaman lagi sama paman?" bujuk kevin tersenyum.


"Tapi Paman,kata mama... aila gak boleh bicala cama olang yang enggak dikenal?"


"tapi,aila sama Paman kan saling kenal?Paman juga gak nyakitin Aira kok?"


"tapi...kata Mama tetap gak boleh.nanti aila dimalahi lagi."


"ya udah.kalau begitu jangan kasih tahu Mama ya pertemuan kita? ini rahasia.janji ?" Kevin memperlihat kan jari kelingking nya pada Aira.


Aira tertunduk.diam tak berbicara.


"Kalau Aira ngerahasia kan pertemuan kita,entar Paman bawa in Aira es krim tiap hari? gimana? " bujuk Kevin.


"Iya udah deh." Aira pun memperlihatkan jari kelingking nya pada Kevin.sekarang dua jari kelingking itu bertautan.


hati kevin merasa bahagia karena mempunyai kesempatan untuk bertemu dengan Aira setiap hari.walaupun harus curi curi waktu agar tidak ketahuan oleh Tiara.


beberapa menit kemudian. Tiara terbangun dari tidur nya.iya terkejut mendapati Aira tak berada pada pandangan matanya.tiara memanggil nama putirnya.sekarang hatinya kembali takut.


tak beberapa lama.aira keluar dari taman bunga itu membawa beberapa tangkai bunga yang iya petik untuk ibunya.

__ADS_1


Hati Tiara kini kembali mereda melihat ke hadiran aira.


Bersambung...


__ADS_2