
"Aku menyukai mu Bae Yun Hee."
Yun Hee yang sedang meminum teh buatannya sendiri itu kaget dan menyemburkan air teh itu ke pada Jaehyun. Jaehyun yang tersembur memejamjan matanya karena tepat sekali mengenai wajahnya. Yun Hee yang melihat itu membulatkan matanya karna kaget buru buru ia menaruh cangkir itu di atas meja mengelap mulutnya dan mengambil tisu mengelap wajah Jaehyun yang terkena semburan dari dirinya.
"Aaaah.. Maaf kan aku Jaehyun-ssi..." Sembari tangannya mengelap wajah Jaehyun Yun Hee menangis.
Jaehyun terlihat tersenyum melihat Yun Hee seperti ini, sangat menggemaskan bagi Jaehyun. Ya walupun ia harus terkena semburan, setidaknya ia tahu sedikit karakter seorang Bae Yun Hee seperti apa.
Jaehyun menahan tangan Yun Hee dan mengambil tisu yang ia pegang dengan pergerakan lembut. "Biar aku saja.." Ujar Jaehyun.
"Maafkan aku..." Dengan wajah lucu karena menangis Yun Hee tak henti henti meminta maaf pada Jaehyun.
Entah dorongan dari mana Jaehyun mengnyeka air mata yang deras mengalir dari mata sayu nan indah milik Yun Hee membuat sang empun berhenti menangis dan kini menatap Jaehyun.
"Kau tidak perlu menangis Yun Hee-ssi.. Pfftt!" Ujar Jaehyun sembari menahan tawanya karena ekspresi wajah Yun Hee yang sangat lucu.
"Kau menertawakan ku?!"
Plak!
Yun Hee memukul bahu Jaehyun cukup keras sampai terdengar ada bunyi, membuat Yun Hee membulatkan matanya lagi karena untuk kedua kalinya ia melakukan hal bodoh di hadapan Jaehyun. Yun Hee hanya refleks karena saat seperti itu sering terjadi bersama ketiga sahabatnya yang lain membuatnya menjadi 'kebiasaan' yang cukup buruk untuk orang asing seperti Jaehyun.
"Maaf..." Yun Hee menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya yang mungil, Jaehyun memang sempat terkejut dengan perlakuan Yun Hee namun entah mengapa alih alih Jaehyun marah ia malah memaklumi sifat dan tingkah laku aneh Yun Hee karena merasa mungkin sekarang Yun Hee gugup dan canggung dengan dirinya.
Jaehyun mengelus pundak Yun Hee dengan lembut guna membuat sang empu lebih tenang dan rileks. "Aku akan pergi jika kau tidak nyaman." Ujar Jaehyun mempertahankan suara lembut khas nya.
"Maafkan aku.."
*****
"Sudah selesai dengan urusan mu tuan Jung." Ujar Doyoung secara tiba tiba setelah Jaehyun sudah sampai di parkiran mobil.
__ADS_1
Jaehyun memang segera berpamitan pada Yun Hee. Yun Hee? Ia masih mempertahankan tangisannya sampai dia mengantarkan Jaehyun keluar tempat tinggalnya dan berdadah dengan air mata yang masih deras mengalir dari matanya.
"Ah! Kau mengagetkan ku saja!" Jaehyun memegang dada bidangnya yang merasakan detak jantungnya yang berdetak dua kali lebih cepat karena kaget. "Kau...! Kau mengapa seperti hantu, muncul di mana saja!" Ujar Jaehyun dengan penekanan di setiap ucapannya.
"Kau mengikuti ku ya?" Tuduh Jaehyun.
Dengan wajah datar Doyoung menatal Jaehyun. "Aku bisa menebak sekarang di setiap langkah kaki mu Jung Jaehyun." Pelan namun terdengar datar dan menusuk.
"Cih! Dasar sasaeng!" Oceh Jaehyun.
"Kau pikir, kau sangat tampan Jung Jaehyun?" Doyoung berkata dengan nada mengesalkan.
Dengan wajah bodoh Jaehyun berkata. "Eum.. Yah aku cukup tampan." Ujarnya dengan nada penuh percaya diri.
"Heol." Doyoung memutar bola matanya malas.
"Omong omong ada apa? Sampai kau menyusul ku ke sini?" Tanya Jaehyun kemudia dengan wajah penasaran.
Jaehyun pun menerima dan segera melihat apa yang di maksud oleh sahabatnya sekaligus sekretaris pribadinya itu, sampai sampai membuat ia rela menyusul Jaehyun ke tempat yang lumayan jauh untuk di tempuh. Jaehyun menatap tablet itu dengan wajah datar, wajah yang mengerikan untuk sebagian orang yang mengenal Jaehyun cukup lama.
Tablet tersebut berisi artikel tentang calon istrinya atau Kang Hana yaitu tentang kehamilannya yang menggegerkan dunia perbisnisan. Berita yang Jaehyun ketahui hanya ia dan Hana tahu mencuat di hadapan media, jelas sekali bahwa di dalam rumahnya ada mata mata yang selalu mempeehatikan gerak gerik seorang Jung Jaehyun dan hendak menghancurkan karir Jaehyun.
Jaehyun memejamkan matanya meredakan emosinya yang sudah memuncak. Demi apapun ini sepertinya hari sial untuk Jaehyun! Tanpa basa basi Jaehyun langsung menaiki mobilnya di kursi penumpang, sedangkan Doyoung akan menyetir karena kondisi Jaehyun tidak memungkinkan untuk membawa kendaraan. Bukan tanpa alasan, terakhir Jaehyun pernah berkendara dengan keadaan emosi yang memuncak, ia menabrakan mobil miliaran pada trotoar karena menghindari penyebrang. Jaehyun jelas tidak melihatnya, mata Jaehyun tertutup oleh emosi yang seperti bom waktu yang sewaktu waktu meledak kapan saja.
*****
Sampailah Jaehyun di rumah mewah milik mendiang ayahnya yang mewariskannya untuk Jaehyun. Perasaan Jaehyun sudah tidak enak karena ada mobil mewah lain yang terparkir di halaman rumahnya.
"Sepertinya itu mobil tuan Kang." Seperti bisa membaca pikiran Jaehyun, Doyoung secara otomatis memberi tahu Jaehyun.
Jaehyun mengangguk. "Untuk apa dia kesini?" Tanyanya.
__ADS_1
Akhirnya Jaehyun pun turun dari mobilnya dan berjalan melangkah masuk kedala rumahnya di susul Doyoung yang berjalan satu langkah di berada di belakang Jaehyun. Jaehyun menghela nafas berat karena sepertinya kedatangan Tuan Kang bukan lah berita bagus.
Benar saja! Sampai di dalam rumahnya, Jaehyun di sambut dengan wajah Tuan Kang ayah Hana seperti seseorang yang akan menyantap mangsa saat itu.
"Anyeonghaseyo Tuan Kang." Sapa Jaehyun dengan sedikit membungkuk di hadapan ayah Hana.
Ayah Hana membingkan wajahnya ke arah lain, berisyarat bahwa dirinya tidak mau menatap Jaehyun. Jaehyun pun tidak mempermasalahkan perlakuan calon ayah mertuanya itu, kemudia Jaehyun pun duduk di hadapan Tuan Kang tepatnya di samping Hana.
"Kedatangan Ayah mendadak seperti ini kemari ada apa?" Tanya Jaehyun tanpa basa basi.
Akhirnya Tuan Kang menatap Jaehyun dengan tatapan tak suka. "Cih! Kau bercanda Jung Jaehyun!" Ayah Hana sedikit menaikan suaranya di hadalan Jaehyun.
Jaehyun mengerutka dahinnya. "Apa maksudnya ayah?" Jaehyun berusaha mengontrol emosinya.
"Kau kan yang menghamili anakku?!" Bentak ayah Hana.
Hana dan juga Jaehyun jelas terkejut dengan ucapan yang di lontarkan oleh Tuan Kang. Jaehyun menatap Hana seolah mengatakan 'Kau bilang seperti itu pada ayahmu?' Sedangkan Hana menggelenggelengkan kepalanya meyakinkan Jaehyun bahwa ia tidak berkata selerti itu pada ayahnya. Bahkan, Hana juga tidak tahu bahwa ayahnya mengetahui kehamilan Hana.
Jaehyun twrdiam seribu bahasa, membuat Tuan Kang semakin yakin bahwa Jaehyun lah yang telah menghamili putri sematawayangnya itu. Tuan kang berdiri, di susul Jaehyun dan Hana yang juga ikut beridiri. Mereka bertiga saling berhadapan, namun Jaehyun tidak mengangkat wajahnya karena ia bingung harus mengatakan apa.
Menurut Jaehyun, harga dirinya sebagai seorang lelaki akan turun jika ia mengatakan bahwa Hana putri Tuan Kang satu satunya di hamili oleh orang lain. Sedangkan Jaehyun tahu jelas bahwa betapa sayang dan percayanya Tuan Kang kepada Hana. Walaupun ingin sekali ia mengatakan yanh sejujurnya, namun mau bagaimanapun Hana akan tetap menjadi istrinya. Walaupun Tuan Kang tahu bahwa anak yang di kandung oleh Hana bukanlah anak dari Jaehyun.
Plak!
Tuan Kang menampar Jaehyun keras, membuat pipi Jaehyun memanas dan membuat sebelah pipi Jaehyun memerah dan meninggalkan tanda di sana. Jaehyun mengepalkan tangannya menahan emosi, namun harus ia tahan karena harta dari ayahnya yang harus ia pertahankan.
Tuan Kang selain menjadi investor terbesar di perusahaan Jaehyun, ia juga memiliki pengaruh besar di setiap kemajuan dari perusahaan yang Jaehyun akan teruskan itu. Saat itu yang ada di pikiran Jaehyun adalah menjadi yang paling tinggi dari yang tinggi, menjadi yang berkuasa dari yang berkuasa.
"Percepat pernikahan kalian!"
^^^Soon part 5 (End) ^^^
__ADS_1