
"Yun Hee-ssi!"
Sial! itu Taeyong!
Aku menoleh sebentar ke arah Jaehyun yang kini menatap lurus ke arah Taeyong dengan tatapan tak suka. Wajahnya yang tadi baik baik saja kini sudah tergantikan dengan wajah dinginnya yang menyebalkan. Ia terus menatap Taeyong seolah akan menerkamnya.
Hahh.. Mengapa harus sekarang!
"Yun Hee-ssi.." Sapa Taeyong lagi dengan senyuman begitu ia berhasil berada tepat di depan ku.
"Eoh Taeyong-ssi." Ujar ku sebenarnya aku ragu.
"Kebetulan sekali kita bertemu di sini." -Taeyong.
"Ada apa Taeyong-ssi?" Aku melirik Jaehyun yang menatap ku seperti orang yang akan membunuh ku.
Taeyong merogoh kantongnya dan mengeluarkan sesuatu dari sana. "Ini.." Taeyong mengeluarkan sebuah kalung yang berliontin inisialku dan Jaehyun. "Kau menjatuhkan ini saat di cafe. Aku ingin segera mengembalikannya namun aku tidak tahu nomor mu dan juga rumah mu, kebetulan sekali kita bertemu di sini." Ujarnya kemudian.
Lalu ia menyodorkan kalung itu ke hadapan ku dan secara alami tubuh ku menerima kalung itu. "Terima kasih Taeyong-ssi." Aku tersenyum kikuk.
Ia membalas senyuman ku dan sedikit melirik ke arah Jaehyun yang tepat berada di belakang tubuh ku sekarang, lalu kembali menatap ku tak lupa dengan senyuman yang selalu nampak di wajah manis Taeyong. "Kalau begitu aku pergi dulu, sepertinya aku mengganggu." Ujarnya.
"Memang mengganggu." Itu bukan aku, suara itu tepat dari belakang ku dan sudah pasti pemilik suara itu adalah Jung Jaehyun dengan wajah yang tak sukanya itu.
"Ah yasudah aku pamit permisi dulu Yun Hee-ssi." Ujar Taeyong lalu perlahan pergi dari hadapan ku dan Jaehyun. "Semoga kita bertemu lagi..!" Aku sedikit terkejut dengan ucapan yang di lontarkan Taeyong entah sudah berapa kali aku melihat ke arah Jaehyun yang sudah terlihat masam sekali wajahnya.
"Cepat!" Jaehyun menarik pergelangan tangan ku supaya berjalan mengikuti langhkah kakinya.
__ADS_1
Melihat Jaehyun yang sedang terbakar api cemburu seperti ini, membuat ku sadar bahwa sebenarnya Jaehyun pun mempunyai perasaan yang amat dalam seperti apa yang aku rasakan. Namun tetap saja ia seorang lelaki yang tentu saja gengsinya lebih tinggi di bandingkan dengan wanita seperti ku.
"Apa kau cemburu..?" Goda ku sedangkan Jaehyun hanya diam sembari masih menarik tangan ku. "Kalau kau diam berarti benar!" Goda ku lagi namun Jaehyun melirik ku sebentar lalu tatapannya kembali ke arah depan.
Jaehyun terus menarik tangan ku sampai masuk kedalam perpustakaan itu. Sangat sepi, benar benar tidak ada satu orang pun di sini kecuali aku dan Jaehyun. Sembari langkah kaki ku berjalan, aku menelusuri setiap sudut perpustakaan itu dan yang aku lihat memang benar benar tidak ada seorang pun di sini.
"Kau masih ingat tempat ini?" Langkah kaki ku dan juga tatapan ku berhenti dan teralih pada Jaehyun yang sedang menunjukan suatu tempat yang di mana dulu ini adalah tempat kita pertama kali bertemu.
Aku tersenyum di seraya dengan anggukan. "Sangat ingat." Ujar ku membuat Jaehyun tersenyum.
"Kau dulu sangat cantik.. Tetapi mengesalkan.. Hahaha." Ujar Jaehyun di akhiri dengan tawa yang begitu tulus.
Aku memasang wajah seolah marah. "Kau juga saat itu sangat mengesalkan Jaehyun-ah!" Kata ku lalu tersenyum, sunggu aku tidak bisa menahan senyuman saat ini.
"Yasudah kita duduk saja dulu." -Jaehyun.
"Hanya duduk? Tidak sembari memilih atau membaca buku di sini?" Aku sedikit menaiki halis ku karena bingung. "Di sini sangat sepi.. Aku menyewa tempat ini?"
"Terlalu singkat Jaehyun-ah..." Entah mengapa di balik kalimat yang aku ucapkan terselip luka yang tak bisa ku jelaskan.
"Maafkan aku Yun Hee-ya..." Apa ini? Mengapa secara tiba tiba Jaehyun mengatakan kata maaf pada ku? Apa yang salah?
Aku mengerutkan dahi ku. "Maaf..? Maaf untuk apa Jaehyun-Ah?"
"Seharusnya memang kita tidak seharusnya bertemu..." -Jaehyun.
"Apa maksud mu?" Aku sedikit menurunkan volume suara ku menjadi sangat pelan dan lemah.
__ADS_1
Jaehyun menggenggam kedua tangan ku dan menatap ku lekat. Jaehyun aku akan siap jika ini adalah sebuah kata perpisahan..
"Kau mau tahu mengapa aku mempertahankan mu sampai saat ini?" Tiba tiba saja percakapan kita menjadi serius, wajah dan suara Jaehyun pun terlihat dan terdengar sangat serius saat ini.
Aku mengangguk ragu, hanya mengangguk.
"Karena orang yang aku cintai hanya kau Bae Yun Hee.."
Aku terkejut. "Apa maksud mu Jaehyun-ah?"
"Aku.. Dan wanita yang ada di rumah itu, katakan lah dia istri ku. Aku dan dia menikah karena perjodohan antara mendiang ayahku dan juga ayahnya." Jaehyun menghela nafas pelan. "Dahulu, jauh sebelum aku bertemu dengan mu.. Aku menerima perjodohan ini karena aku rasa tidak ada alasan ku untuk menolak, apa lagi ayahnya adalah seorang pemegang saham terbesar di perusahaan ayahku. Tetapi saat aku bertemu dan melihat mu untuk pertama kalinya.. Aku rasa kini aku punya satu alasan untuk membatalkan perjodohan ini tetapi aku salah! Itu tidak semudah kedengarannya."
Jaehyun menangkup wajah ku. "Tunggu sebentar lagi, hanya sebentar! Kau akan ku jadikan satu satunya wanita yang ada di hidup ku setelah ibu ku.." Ada jeda di ucapan Jaehyun. "Kau mau menunggu lebih lama bukan? Bae Yun Hee..?" Lanjutnya.
Aku tersenyum. "Untuk sekarang, akan aku tunggu. Tetapi tetap saja Jaehyun-ssi, rencana tuhan kedepannya tidak ada yang tau."
"Akan aku rubah skenario tuhan bagaimana pun caranya, walaupun memang sangat mustahil!" Jaehyun memeluku sangat erat aku pun membalas pelukan yang di berikan Jaehyun, sangat hangat dan nyaman.
Saat ini aku sungguh lupa diri, aku bahkan tidak sedikit pun memikirkan perasaan wanita yang ada di rumahnya. Aku memang saat egois! Tetapi tolong, biarkan untuk hari ini membiarkan aku menjadi seorang wanita yang licik dan egois. Mau bagaimana pun aku tidak bisa membohongi perasaan ku, aku sangat menyayangi dia lelaki yang kini ada di pelukan ku. Sangat sangat mencintainya.
"Aku mencintaimu Yun Hee-ya!" Ujar Jaehyun di sela sela pelukan kami, tanpa sadar aku tersenyum di balik tubuh besar Jaehyun.
"Aku juga! Aku juga mencintai mu Jaehyun-ah!"
Pelukan kami sungguh sangat erat, seolah meneransfer seluruh kasih sayang dan cinta yang kami miliki. Sampai aku lupa bahwa aku tidak seharusnya aku seperti ini dengan lelaki yang jelas jelas bukan milik ku seutuhnya.
Jujur aku memang tidak tahu betul bagaimana kehidupan Jaehyun di luar sana, perkenalan yang singkat dan juga aku hanya bertemu Jaehyun saat di rumah ku saja. Aku tidak berniat menyelidiki tentang kehidupan seorang Jung Jaehyun karena aku tahu, aku tidak ada hak sedikit pun untuk melakukan hal semacam itu.
__ADS_1
Tugas ku adalah, hanya mencintai Jaehyun secukupnya. Walau pun semakin hari rasa cinta ku pada Jaehyun terus semakin dalam. Setidaknya, selama aku masih tau diri aku akan berusaha mengontrol halu ku yang mungkin saja memang tidak akan pernah terjadi.
Jadi, tolong segera bangun dari mimpi indah dan tidur panjang mu Bae Yun Hee!